Keren! Siti Atikoh Gunakan Bahasa Jepang dan Inggris Depan Mahasiswa UNS
Kamis, 07 Desember 2023 - 22:33 WIB
loading...
Siti Atikoh menggunakan bahasa Inggris dan Jepang saat menghadiri ASJI di UNS. Foto/MPI.
A
A
A
JAKARTA - Siti Atikoh Supriyanti menggunakan bahasa Inggris dan Jepang saat menghadiri acara ASJI Annual, International Symposium and Seminar on Japanese Studies in Indonesia di Universitas Sebelas Maret atau UNS, Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (7/12/2023).
Dalam pidatonya, Atikoh mengatakan Jepang dan Indonesia memiliki hubungan diplomasi yang baik dan ikatan kuat. Dia pun memaparkan empat potensi kerja sama. Pernyataan Siti Atikoh ini langsung membuat riuh peserta yang hadir.
Baca Juga: Film Wonka Diboikot di Indonesia, Diduga Gegara Timothee Chalamet Dukung Israel
Kehadiran Atikoh ini sebagai Dewan Kehormatan Asosiasi Studi Jepang di Indonesia (ASJI) itu kemudian menceritakan hubungan Jepang-Indonesia yang erat.
"Saat kita menghadapi berbagai tantangan, seperti bencana alam, pandemi, dan ketidakpastian ekonomi, kita harus bekerja sama untuk mengatasi permasalahan ini dan memastikan kesejahteraan warga negara kita," ungkap Atikoh.
Istri calon presiden Ganjar Pranowo itu kemudian menyampaikan empat sektor yang potensial kerja sama. Yakni kesehatan, kebencanaan, stabilitas ekonomi dan kesetaraan gender.
Dalam pidatonya, Atikoh mengatakan Jepang dan Indonesia memiliki hubungan diplomasi yang baik dan ikatan kuat. Dia pun memaparkan empat potensi kerja sama. Pernyataan Siti Atikoh ini langsung membuat riuh peserta yang hadir.
Baca Juga: Film Wonka Diboikot di Indonesia, Diduga Gegara Timothee Chalamet Dukung Israel
Kehadiran Atikoh ini sebagai Dewan Kehormatan Asosiasi Studi Jepang di Indonesia (ASJI) itu kemudian menceritakan hubungan Jepang-Indonesia yang erat.
"Saat kita menghadapi berbagai tantangan, seperti bencana alam, pandemi, dan ketidakpastian ekonomi, kita harus bekerja sama untuk mengatasi permasalahan ini dan memastikan kesejahteraan warga negara kita," ungkap Atikoh.
Istri calon presiden Ganjar Pranowo itu kemudian menyampaikan empat sektor yang potensial kerja sama. Yakni kesehatan, kebencanaan, stabilitas ekonomi dan kesetaraan gender.
Lihat Juga :