Es Krim Bisa Atasi Stres? Ternyata Makanan Berlemak Meningkatkan Risiko Kesehatan Mental
Minggu, 07 Januari 2024 - 11:33 WIB
loading...
Makanan berlemak, seperti es krim dan keripik kentang jadi makanan pilihan saat stres. Namun, hal itu justru memperburuk efek stres. Foto/ shutterstock
A
A
A
JAKARTA – Banyak orang cenderung mengonsumsi makanan berlemak, seperti es krim dan keripik kentang saat stres untuk menenangkan pikiran. Namun, penelitian di Universitas Birmingham di Birmingham, Inggris, mengatakan makanan berlemak justru memperburuk efek stres.
Orang yang mengonsumsi makanan berlemak memiliki tanda-tanda disfungsi endotel yang lebih besar, di mana disfungsi endotel dapat meningkatkan risiko masalah, seperti penyakit kardiovaskular.
Apakah Anda cenderung mengonsumsi makanan berlemak yang menenangkan, seperti es krim dan keripik kentang saat stres ? Jika ya, Anda mungkin perlu berpikir dua kali.
Baca Juga: Cara Mengobati Asam Lambung dengan Air Tajin ala dr Zaidul Akbar
Sebuah studi baru , yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Nutrition , menemukan bahwa mengonsumsi makanan tinggi lemak sebelum peristiwa stres dapat berdampak buruk pada fungsi endotel, satu lapisan sel yang melapisi pembuluh darah. Ketika berfungsi dengan baik, ia terlibat dalam penyempitan dan relaksasi pembuluh darah, juga mengatur pergerakan cairan dan molekul lain ke jaringan tubuh.
Disfungsi endotel dapat menyebabkan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, penyumbatan arteri, dan tekanan darah tinggi.
Orang yang mengonsumsi makanan berlemak memiliki tanda-tanda disfungsi endotel yang lebih besar, di mana disfungsi endotel dapat meningkatkan risiko masalah, seperti penyakit kardiovaskular.
Apakah Anda cenderung mengonsumsi makanan berlemak yang menenangkan, seperti es krim dan keripik kentang saat stres ? Jika ya, Anda mungkin perlu berpikir dua kali.
Baca Juga: Cara Mengobati Asam Lambung dengan Air Tajin ala dr Zaidul Akbar
Sebuah studi baru , yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Nutrition , menemukan bahwa mengonsumsi makanan tinggi lemak sebelum peristiwa stres dapat berdampak buruk pada fungsi endotel, satu lapisan sel yang melapisi pembuluh darah. Ketika berfungsi dengan baik, ia terlibat dalam penyempitan dan relaksasi pembuluh darah, juga mengatur pergerakan cairan dan molekul lain ke jaringan tubuh.
Disfungsi endotel dapat menyebabkan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, penyumbatan arteri, dan tekanan darah tinggi.
Makan berlemak mempengaruhi aliran darah
Menurut penulis penelitian, stres diketahui menyebabkan penurunan fungsi endotel selama sekitar 15 hingga 90 menit setelah peristiwa stres pada orang dewasa muda yang sehat.Lihat Juga :