Picu Diabetes, Pemanis Buatan Bukan Pilihan untuk Kendalikan Berat Badan
Jum'at, 26 Januari 2024 - 08:03 WIB
loading...
A
A
A
Namun, pedoman baru yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa NSS bukan pilihan sehat seperti yang diasumsikan banyak orang.
Menurut pedoman WHO, NSS tidak membantu mengurangi lemak tubuh pada orang dewasa atau anak-anak dalam jangka panjang, sesuai dengan pedoman terbaru mereka. Sebaliknya, penggunaan NSS dapat menimbulkan efek berbahaya, seperti peningkatan risiko diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, dan kematian pada orang dewasa.
Baca Juga: 9 Manfaat Donor Darah bagi Kesehatan, Salah Satunya Turunkan Risiko Penyakit Jantung
“Mengganti gula gratis dengan NSS tidak membantu pengendalian berat badan dalam jangka panjang. Masyarakat perlu mempertimbangkan cara lain untuk mengurangi asupan gula gratis, seperti mengonsumsi makanan yang mengandung gula alami, seperti buah, atau makanan dan minuman tanpa pemanis,” kata Francesco Branca, Direktur Nutrisi dan Keamanan Pangan WHO.
“NSS bukanlah faktor makanan yang penting dan tidak memiliki nilai gizi. Masyarakat harus mengurangi rasa manis dari pola makan, dimulai sejak dini, untuk meningkatkan kesehatan mereka,” tuturnya lagi.
Apa itu pemanis non-gula?
Dilansir healthshots, NSS adalah pemanis buatan yang ditambahkan pada makanan dan minuman agar terasa manis tanpa menambah kalori. Ini termasuk pemanis seperti acesulfame K, aspartam, sakarin, sukralosa, stevia dan lain-lain. Bahan ini umumnya digunakan dalam banyak makanan dan minuman produksi yang diberi label 'diet' atau 'rendah kalori'.Menurut pedoman WHO, NSS tidak membantu mengurangi lemak tubuh pada orang dewasa atau anak-anak dalam jangka panjang, sesuai dengan pedoman terbaru mereka. Sebaliknya, penggunaan NSS dapat menimbulkan efek berbahaya, seperti peningkatan risiko diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, dan kematian pada orang dewasa.
Baca Juga: 9 Manfaat Donor Darah bagi Kesehatan, Salah Satunya Turunkan Risiko Penyakit Jantung
“Mengganti gula gratis dengan NSS tidak membantu pengendalian berat badan dalam jangka panjang. Masyarakat perlu mempertimbangkan cara lain untuk mengurangi asupan gula gratis, seperti mengonsumsi makanan yang mengandung gula alami, seperti buah, atau makanan dan minuman tanpa pemanis,” kata Francesco Branca, Direktur Nutrisi dan Keamanan Pangan WHO.
“NSS bukanlah faktor makanan yang penting dan tidak memiliki nilai gizi. Masyarakat harus mengurangi rasa manis dari pola makan, dimulai sejak dini, untuk meningkatkan kesehatan mereka,” tuturnya lagi.
(tdy)
Lihat Juga :