Faktor Kerentanan Genetik Picu Penyakit Kompleks, Bukan soal Usia atau Makanan
Sabtu, 17 Februari 2024 - 13:17 WIB
loading...
A
A
A
Bahkan, kata dia, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan kini terus terus mendorong keberadaan lab-lab pemeriksaan genomik di Rumah Sakit Pendidikan.
"Pemerintah pun sudah berfokus pada pendekatan genomik. Jadi, sebaiknya masyarakat melakukan pemeriksaan geomik pada usia anak atau remaja. Pemeriksaan genomik hanya cukup satu kali seumur hidup," tuturnya.
Indriyanti menjelaskan, PT Prodia Widyahusada, Tbk telah mengembangkan pemeriksaan genomic untuk predictive preventive sejak Oktober 2018 dan terus berinovasi untuk menyediakan berbagai jenis pemeriksaan genomics terkini.
Sebagai pioner, Prodia pertama kali meluncurkan pemeriksaan predictive preventive Prodia Genomics di Indonesia pada tahun 2018, yaitu CArisk. Metode ini dapat membantu seseorang mengetahui risiko terhadap 13 jenis kanker. Lalu pada tahun 2019 diluncurkan pemeriksaan DIArisk guna melihat risiko terhadap diabetes, dan TENSrisk untuk melihat risiko terhadap hipertensi, VASCULArisk untuk mengetahui risiko penyakit jantung.
Kemudian, Prodia Nutrigenomics guna mengetahui pola hidup yang cocok berdasarkan profil genomik, dan IMMUNErisk guna mengetahui risiko terhadap penyakit autoimun.
"Kehadiran kami berkontribusi untuk membangun kesadaran pentingnya tindakan preventif dan prediktif bagi masyarakat agar taraf kesehatan dapat semakin meningkat dan lebih berkualitas. Ditambah lagi, dengan keunggulan data genom yang bersumber langsung dari masyarakat Indonesia sehingga hasil pemeriksaan genomik yang dilakukan di Prodia akan lebih akurat,” ujar Indriyanti.
"Pemerintah pun sudah berfokus pada pendekatan genomik. Jadi, sebaiknya masyarakat melakukan pemeriksaan geomik pada usia anak atau remaja. Pemeriksaan genomik hanya cukup satu kali seumur hidup," tuturnya.
Indriyanti menjelaskan, PT Prodia Widyahusada, Tbk telah mengembangkan pemeriksaan genomic untuk predictive preventive sejak Oktober 2018 dan terus berinovasi untuk menyediakan berbagai jenis pemeriksaan genomics terkini.
Sebagai pioner, Prodia pertama kali meluncurkan pemeriksaan predictive preventive Prodia Genomics di Indonesia pada tahun 2018, yaitu CArisk. Metode ini dapat membantu seseorang mengetahui risiko terhadap 13 jenis kanker. Lalu pada tahun 2019 diluncurkan pemeriksaan DIArisk guna melihat risiko terhadap diabetes, dan TENSrisk untuk melihat risiko terhadap hipertensi, VASCULArisk untuk mengetahui risiko penyakit jantung.
Kemudian, Prodia Nutrigenomics guna mengetahui pola hidup yang cocok berdasarkan profil genomik, dan IMMUNErisk guna mengetahui risiko terhadap penyakit autoimun.
"Kehadiran kami berkontribusi untuk membangun kesadaran pentingnya tindakan preventif dan prediktif bagi masyarakat agar taraf kesehatan dapat semakin meningkat dan lebih berkualitas. Ditambah lagi, dengan keunggulan data genom yang bersumber langsung dari masyarakat Indonesia sehingga hasil pemeriksaan genomik yang dilakukan di Prodia akan lebih akurat,” ujar Indriyanti.
Lihat Juga :