Terapi Cermin Efektif Tingkatkan Fungsi Motorik Pasien Stroke
Senin, 26 Februari 2024 - 07:00 WIB
loading...
A
A
A
Atropi otot akibat kurangnya aktivitas dapat terjadi hanya dalam waktu kurang dari satu bulan setelah terjadinya serangan stroke. Kontraktur merupakan salah satu penyebab terjadinya penurunan kemampuan pasien penderita stroke dalam melakukan rentang gerak sendi.
Kontraktur diartikan sebagai hilang atau menurunnya rentang gerak sendi, baik dilakukan secara pasif maupun aktif karena keterbatasan sendi, fibrosis jaringan penyokong, otot, dan kulit. Penderita stroke harus diberikan intervensi kesehatan agar tidak berdampak pada kecacatan dan kematian.
Intervensi yang dapat dilakukan pada pasien stroke selain terapi medis, yaitu terapi rehabilitasi terapi cermin, yaitu terapi rehabilitasi yang mengandalkan dan melatih motor imagery/imajinasi pasien.
Baca Juga: 8 Cara Meredakan Sakit Kepala Tanpa Obat Pereda Nyeri
Penggunaan cermin akan memberikan stimulus penglihatan kepada otak saraf motorik serebral yaitu ipsilateral. Terapi cermin adalah intervensi terapi alternatif yang berfokus pada menggerakkan anggota tubuh yang tidak terpengaruh dengan menggunakan cermin untuk menyampaikan rangsangan visual ke otak melalui pengamatan bagian tubuh yang tidak terdampak saat melakukan serangkaian gerakan.
Penggunaan cermin dapat melibatkan korteks premotor untuk rehabilitasi motorik. Penelitian menunjukkan hasil yang menjanjikan dari terapi cermin dengan meningkatkan fungsi sensorik dan motorik setelah stroke.
Terapi ini memiliki dampak positif dalam mengurangi kerusakan saraf, menurunkan mortalitas dan kecacatan jangka panjang, mencegah komplikasi sekunder pada imobilitas dan disfungsi saraf, serta mencegah stroke yang berulang.
Kontraktur diartikan sebagai hilang atau menurunnya rentang gerak sendi, baik dilakukan secara pasif maupun aktif karena keterbatasan sendi, fibrosis jaringan penyokong, otot, dan kulit. Penderita stroke harus diberikan intervensi kesehatan agar tidak berdampak pada kecacatan dan kematian.
Intervensi yang dapat dilakukan pada pasien stroke selain terapi medis, yaitu terapi rehabilitasi terapi cermin, yaitu terapi rehabilitasi yang mengandalkan dan melatih motor imagery/imajinasi pasien.
Baca Juga: 8 Cara Meredakan Sakit Kepala Tanpa Obat Pereda Nyeri
Penggunaan cermin akan memberikan stimulus penglihatan kepada otak saraf motorik serebral yaitu ipsilateral. Terapi cermin adalah intervensi terapi alternatif yang berfokus pada menggerakkan anggota tubuh yang tidak terpengaruh dengan menggunakan cermin untuk menyampaikan rangsangan visual ke otak melalui pengamatan bagian tubuh yang tidak terdampak saat melakukan serangkaian gerakan.
Penggunaan cermin dapat melibatkan korteks premotor untuk rehabilitasi motorik. Penelitian menunjukkan hasil yang menjanjikan dari terapi cermin dengan meningkatkan fungsi sensorik dan motorik setelah stroke.
Terapi ini memiliki dampak positif dalam mengurangi kerusakan saraf, menurunkan mortalitas dan kecacatan jangka panjang, mencegah komplikasi sekunder pada imobilitas dan disfungsi saraf, serta mencegah stroke yang berulang.
Lihat Juga :