Bunda, Ini Kebiasaan yang Menyebabkan Produksi ASI Seret

Selasa, 14 Mei 2024 - 21:30 WIB
loading...
Bunda, Ini Kebiasaan...
Beberapa kebiasaan menyebabkan produksi Air Susu Ibu (ASI) menjadi seret. Kebiasaan buruk ini tidak disadari para ibu, khususnya mereka yang menjadi ibu baru. Foto/Parents
A A A
JAKARTA - Beberapa kebiasaan menyebabkan produksi Air Susu Ibu (ASI) menjadi seret atau tidak lancar. Kebiasaan buruk ini tidak disadari para ibu, khususnya mereka yang menjadi ibu baru sehingga memengaruhi asupan bagi si kecil selama masa pertumbuhannya.

Untuk memastikan produksi ASI tetap lancar, penting bagi ibu menyusui untuk menjaga kesehatan fisik dan mental, menyusui atau memompa secara teratur. Selain itu, penting mendapatkan dukungan yang diperlukan dari lingkungan sekitarnya.

Ahli gizi DR. dr. Tan Shot Yen, M.hum mengatakan bahwa semakin sering ibu mengasihi anaknya, maka akan semakin banyak produksi ASI yang bisa diberikan ke si kecil.

“Prinsip ASI adalah semakin sering disusukan, semakin sering payudara dikosongkan, produksinya akan menjadi semakin banyak,” kata dr. Tan Shot Yen dikutip dari podcast Moms Corner di kanal YouTube Nikita Willy, Selasa (14/5/2024).

Baca Juga: Metode Olah ASI Jadi Bubuk Viral di Medsos, Baik atau Buruk untuk Anak?

Sehingga, ketika ASI kosong setelah menyusui anak, maka secara alamiah akan merangsang produksi ASI dalam payudara untuk kembali mengisinya. Namun, kebiasaan memerah ASI karena tidak bisa memberikannya secara langsung kepada anak bisa memengaruhi produksi.

Menurutnya, memerah ASI tidak sama dengan isapan bayi secara langsung. Sebab, memerah ASI pada sebagian kasus tidak bisa sampai mengosongkan ASI. Hal ini berbeda dengan isapan bayi yang bisa mengonsumsi ASI hingga kosong.

"ASI seret itu biasanya kalau ibunya sudah mulai perah-perah karena sering ditinggal bayinya. Kalau itu terjadi maka orang kalau memerah itu tidak sama dengan isapan bayi," jelasnya.

Terlebih para ibu-ibu yang sibuk bekerja, banyak orang yang tidak rutin memerah ASI setiap dua jam sekali. Sehingga kebiasaan ini tanpa sadar bisa memicu ASI seret lantaran tak rutin diperah.

Baca Juga: Tak Cuma Bikin Rileks, Prenatal Yoga Juga Bantu Persiapkan Kelancaran ASI

"Apalagi kalau perah kan biasanya ibunya sibuk ya kerja dan segala macam itu belum tentu 2 jam sekali dia perah. Kadang-kadang perahnya cuman ketika istirahat makan siang,” ujarnya.

"Nah itu akhirnya jeda perahnya itu terlalu jauh. Hal ini membuat produksi ASI kayak merasa tidak diperlukan lagi, sehingga ASI-nya keluar sedikit,” sambungnya.

Oleh karenanya, dr. Tan Shot Yen menyarankan para ibu untuk lebih rutin memberikan ASI secara langsung ataupun memerahnya setiap 2 jam sekali.

Selain itu, peran ayah juga penting untuk meningkatkan hormon oksitosin yang bisa membantu sang ibu memproduksi ASI lebih lancar. Menurutnya, suplementasi ASI terbaik yaitu ketika sang ibu bahagia dan tenang, maka ASI tidak akan seret.

Baca Juga: Tips Aman Puasa untuk Ibu Menyusui Agar ASI Tetap Lancar

“ASI itu diproduksi karena ada hormon namanya oksitosin. Oksitosin itu diproduksi kalau ibunya tenang dan bahagia. Jadi suami berperan penting untuk bisa membuat ibunya tenang dan bahagia. Itu suplementasinya ASI terbaik,” tandasnya.
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jangan Sepelekan Saluran...
Jangan Sepelekan Saluran Cerna, Deteksi Dini demi Cegah Penyakit Serius
Rahasia Diet Ery Makmur...
Rahasia Diet Ery Makmur Turun 30 Kg dalam 10 Bulan, Ternyata Ini Kuncinya!
World Allergy Week 2026,...
World Allergy Week 2026, Dorong Anak Aktif dan Cerdas Sejak Dini
Cukup Baca 4 Buku Setahun,...
Cukup Baca 4 Buku Setahun, Risiko Stres dan Depresi Bisa Turun Signifikan
Jangan Cuma Istri, Suami...
Jangan Cuma Istri, Suami Juga Harus Periksa Kesuburan saat Program Hamil
Kasus DBD Anak Meningkat...
Kasus DBD Anak Meningkat saat El Nino, Ini Gejala yang Wajib Diwaspadai
Indonesia Butuh Koalisi...
Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Percepat Adopsi Inovasi Kesehatan
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
Peringatan Hari Menstruasi...
Peringatan Hari Menstruasi Sedunia 2026 di Jakarta Utara: Kolaborasi Lintas Sektor Serukan Dunia yang Ramah Menstruasi
Rekomendasi
Prabowo Ungkap Kunci...
Prabowo Ungkap Kunci Negara Sukses: Berani Akui Kekurangan hingga Cari Solusi
BMKG: Waspada Gelombang...
BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter hingga 2 Juli 2026
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932
Berita Terkini
Tantri Kotak Siap Tempuh...
Tantri Kotak Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Ditipu Miliaran Rupiah
Ditipu Teman Sendiri,...
Ditipu Teman Sendiri, Tantri Kotak Ungkap Tabungan Pendidikan Anak Ikut Raib
Tidak Semua Yoghurt...
Tidak Semua Yoghurt Sehat, Salah Pilih Bisa Bikin Gula Darah Naik
Dari Sampang, Rihul...
Dari Sampang, Rihul CZ Bangun Peluang Lewat Konten Digital
Enzy Storia Panik Saat...
Enzy Storia Panik Saat Mati Listrik di Positano, Sempat Mengira Diganggu Hantu Italia
Willy Winarko Ajak Anak...
Willy Winarko Ajak Anak Muda Berani Melangkah, Kenalkan Sepatu Edisi Khusus Weidenmann Urban
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved