Selain Perbaiki Gaya Hidup, Hipertensi Bisa Dicegah dengan Pengukuran Darah Berkala di Rumah

Minggu, 19 Mei 2024 - 08:57 WIB
loading...
Selain Perbaiki Gaya...
Hipertensi dapat dicegah dengan pengukuran darah berkala meski tanpa ada keluhan. Foto Ilustrasi/iStock
A A A
SURABAYA - Selain disebut sebagai silent killer nomor satu di dunia, hipertensi atau tekanan darah tinggi juga merupakan faktor risiko utama stroke. Penyakit ini menempati urutan teratas sebagai penyebab disabilitas di dunia.

Menurut Ketua Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Jawa Timur Dr. dr. Ade Armada Sutedja, SH., MHKes., M.KP, hipertensi dapat dicegah dengan pengukuran darah berkala meski tanpa ada keluhan.

"Selain pengukuran berkala, pencegahan bisa dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat serta menjaga asupan makanan dan minuman, serta menghindari pemicu stres," kata Ade kepada media usai
simposium “Heart Health: Keeping Your Cardiovascular Well-being in Check” di Surabaya, Sabtu (18/5/2024).



Pengukuran berkala ini cukup efektif. Cukup dengan memiliki alat ukur tekanan darah di rumah yang mudah dioperasionalkan sewaktu-waktu dan akurat serta berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat jika tekanan darah di luar batas normal.

Kepemilikan alat ukur tensi di rumah untuk pemantauan tekanan darah secara berkala memudahkan penderita hipertensi dalam memonitor tekanan darah sewaktu-waktu sehingga dapat lebih proaktif dalam mengelola kondisi kesehatan mereka.

"Langkah sederhana ini diharapkan dapat membantu menurunkan jumlah penderita hipertensi secara keseluruhan dan pada akhirnya mengurangi angka penderita penyakit jantung dan juga stroke," tambahnya.

Dokter Ade kembali mengingatkan mengenai penyebab hipertensi, yaitu faktor psikologis, asupan makanan dan minuman, faktor usia dan penyakit dasar.

"Namun yang paling sering karena gaya hidup dan makanan," katanya.

Bagaimana kalau sudah telanjur kena hipertensi?

Menurut Ade, seseorang harus memeriksakan diri ke dokter dan mengonsumsi obat secara teratur.

Donasi 500 Unit Alat Tensi

Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dokter umum dalam menangani posien dengan gangguan hipertensi, Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Jawa Timur dan OMRON Healthcare Indonesia menggelar simposium bertajuk “Heart Health: Keeping Your Cardiovascular Well-being in Check”.



Penyakit kardiovaskular dan cerebrovascular seperti serangan jantung dan stroke berada di urutan atas dalam daftar penyebab kematian utama di Indonesia. Untuk menanganinya, dibutuhkan kolaborasi erat berbagai pihak, termasuk organisasi kesehatan, pemerintahan, dan pihak swasta.
Selain Perbaiki Gaya Hidup, Hipertensi Bisa Dicegah dengan Pengukuran Darah Berkala di Rumah

Ketua Perhimpunan Dokter Umum Indonesia Jawa Timur Ade Armada Sutedja (kiri) dan Tomoaki Watanabe, Direktur OMRON Healthcare Indonesia. Foto/MPI

Sebagai produsen alat kesehatan terkemuka di dunia, OMRON Healthcare Indonesia berkomitmen untuk berperan aktif dalam pemantauan hipertensi guna menghilangkan serangan jantung dan stroke sebagai visi jangka Panjang “Going for Zero”. Salah satu langkah nyata dalam menekan prevalensi serangan jantung dan stroke, OMRON secara aktif menjalankan kampanye mengajak orang-orang yang berisiko tinggi untuk memantau tekanan darah mereka secara rutin di rumah.

OMRON juga melakukan langkah berarti dengan mendonasikan alat tensi (Blood Pressure Monitor) digital bekerja sama dengan organisasi-organisasi terkait di berbagai negara.

Dalam Hari Hipertensi Sedunia 17 Mei 2024, OMRON Healthcare Indonesia mendonasikan 500 alat tensi digital kepada dokter umum dan klinik di Jawa Timur, bekerja sama dengan PDUI Jawa Timur. Donasi alat tensi digital ini diharapkan akan semakin meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Jawa Timur, terutama untuk penanggulangan hipertensi dan stroke.

"Salah satu tantangan utama dalam menekan prevalensi penyakit kardiovaskular masih rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pemantauan tekanan darah secara teratur di rumah. Padahal, dengan pemantauan rutin dan pengobatan, serta berbagi data yang lebih komprehensif dengan penyedia layanan kesehatan akan memastikan perawatan hipertensi yang lebih baik,” tutur Tomoaki Watanabe, Direktur OMRON Healthcare Indonesia.

Tomoaki menekankan pentingnya penderita hipertensi mendapatkan kemudahan akses pada alat ukur tensi yang akurat dan tersertifikasi.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright ©2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.2005 seconds (0.1#10.140)