Pekerja Musik Terdampak Pandemi, IPAMI Berusaha Bersatu
Kamis, 20 Agustus 2020 - 14:17 WIB
loading...
Pandemi virus corona memberi dambak besar pada berbagai sector, termasuk para pekerja music di bidang pernikahan. Hal ini membuat IPAMI tergerak. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Pandemi virus corona memberi dambak besar pada berbagai sector, termasuk para pekerja music di bidang pernikahan. Ribuan pekerjanya dirumahkan dan sebagian kesulitan untuk menghidupi keluarganya.
Ikatan Pengusaha Jasa Musik Pernikahan Indonesia (IPAMI) tergerak. Melalui Musyawarah Nasional (Munas) yang berlangsung di The Allwynn Grand Ballroom, Jakarta, Rabu (19/28/2020), sekitar 100 anggotanya mencari solusi terbaik.
“Ini menjadi pekerjaan rumah (PR) terbesar dan terberat menggabungkan musisi dan pengusaha jasa musik. Intinya kita harus bersinergi dalam mengatasi masalah covid yang dari awal wabah sampai sekarang mengalami keterpurukan,” kata Deo Riyanto selaku Ketua Umum IPAMI terpilih periode 2020-2023.
“Kalau mau jujur ada diantara kami yag tak bisa bayar kontrakan karena memang sudah tidak ada pemasukan. Untuk bertahan hidup saja harus banting stir dengan cara usaha ini dan itu,” sambungnya.
Mengatasinya, IPAMI mulai membuka diskusi dengan Pemerintah, tujuannya agar musik di acara pernikahan bisa kembali dihidupkan. “Tapi, sesuai dengan protocol kesehatan dan kita ikuti aturan ini. Namun, saat ini juga masih banyak masyarakat, utamanya mereka yang akan menggelar acara pernikahan ini ragu untuk menggelar pesta,” jelasnya.
Ikatan Pengusaha Jasa Musik Pernikahan Indonesia (IPAMI) tergerak. Melalui Musyawarah Nasional (Munas) yang berlangsung di The Allwynn Grand Ballroom, Jakarta, Rabu (19/28/2020), sekitar 100 anggotanya mencari solusi terbaik.
“Ini menjadi pekerjaan rumah (PR) terbesar dan terberat menggabungkan musisi dan pengusaha jasa musik. Intinya kita harus bersinergi dalam mengatasi masalah covid yang dari awal wabah sampai sekarang mengalami keterpurukan,” kata Deo Riyanto selaku Ketua Umum IPAMI terpilih periode 2020-2023.
“Kalau mau jujur ada diantara kami yag tak bisa bayar kontrakan karena memang sudah tidak ada pemasukan. Untuk bertahan hidup saja harus banting stir dengan cara usaha ini dan itu,” sambungnya.
Mengatasinya, IPAMI mulai membuka diskusi dengan Pemerintah, tujuannya agar musik di acara pernikahan bisa kembali dihidupkan. “Tapi, sesuai dengan protocol kesehatan dan kita ikuti aturan ini. Namun, saat ini juga masih banyak masyarakat, utamanya mereka yang akan menggelar acara pernikahan ini ragu untuk menggelar pesta,” jelasnya.
Lihat Juga :