Angela Tanoeosoedibjo Optimistis Kunjungan Wisman Meningkat usai Indeks Pariwisata RI Naik Posisi 22
Rabu, 19 Juni 2024 - 22:28 WIB
loading...
Menparekraf Sandiaga Uno, Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo, dan mantan Menparekraf Arief Yahya saat diwawancara di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2024). Foto/MPI/Dimas Andhika Fikri
A
A
A
JAKARTA - Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo optimistis Indonesia akan menggaet lebih banyak kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) setelah meningkatnya peringkat Travel and Tourism Index (TTDI) 2024 Indonesia ke posisi 22 dari total 119 negara.
Angela mengatakan, meski pada laporan TTDI 2024 masih memiliki beberapa poin yang harus dibenahi terkhusus menyangkut masalah kesehatan, kebersihan, dan infrastruktur, Indonesia sejatinya telah memiliki bekal 5 pilar unggulan yang mendapatkan apresiasi besar.
Baca Juga: Indeks Pariwisata Indonesia Naik ke Posisi 22, Ungguli Malaysia dan Thailand
“Untuk persoalan health dan hygiene, sejak masa pandemi Covid lalu, kita sudah mengeluarkan program CHSE (Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability). Ini menunjukkan keseriusan kita dalam mengatasi permasalahan kesehatan dan kebersihan, khususnya di sektor pariwisata,” ungkap Angela Tanoesoedibjo di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2024).
Sementara untuk bottom pillar lain, terutama menyangkut kebijakan bebas visa (openness to T&T), Kemenparekraf akan berkoordinasi dengan kementerian lembaga terkait, sehingga penilaian untuk poin ini dapat mengalami perubahan.
Namun, dengan pencapaian saat ini saja, Wamenparekraf optimistis peningkatan indeks pariwisata pada laporan TTDI dapat meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara.
Angela mengatakan, meski pada laporan TTDI 2024 masih memiliki beberapa poin yang harus dibenahi terkhusus menyangkut masalah kesehatan, kebersihan, dan infrastruktur, Indonesia sejatinya telah memiliki bekal 5 pilar unggulan yang mendapatkan apresiasi besar.
Baca Juga: Indeks Pariwisata Indonesia Naik ke Posisi 22, Ungguli Malaysia dan Thailand
“Untuk persoalan health dan hygiene, sejak masa pandemi Covid lalu, kita sudah mengeluarkan program CHSE (Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability). Ini menunjukkan keseriusan kita dalam mengatasi permasalahan kesehatan dan kebersihan, khususnya di sektor pariwisata,” ungkap Angela Tanoesoedibjo di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2024).
Sementara untuk bottom pillar lain, terutama menyangkut kebijakan bebas visa (openness to T&T), Kemenparekraf akan berkoordinasi dengan kementerian lembaga terkait, sehingga penilaian untuk poin ini dapat mengalami perubahan.
Namun, dengan pencapaian saat ini saja, Wamenparekraf optimistis peningkatan indeks pariwisata pada laporan TTDI dapat meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara.
Lihat Juga :