9 Ciri-ciri Gerd Kambuh yang Harus Diwaspadai dan Cara Mengatasinya
Jum'at, 12 Juli 2024 - 07:33 WIB
loading...
A
A
A
Regurgitasi terjadi terutama setelah makan besar atau ketika berbaring. Kondisi ini dapat menyebabkan bau mulut dan rasa tidak nyaman serta mual.
Disfagia adalah kesulitan atau rasa sakit saat menelan, yang bisa disebabkan oleh iritasi dan peradangan di esofagus akibat refluks asam.
Gejala ini memiliki karakteristik rasa seperti makanan tersangkut di tenggorokan atau dada. Biasanya disertai dengan nyeri saat menelan dan makanan padat atau cair bisa sama-sama sulit ditelan.
Batuk kronis adalah gejala gerd yang sering kali diabaikan. Asam lambung yang naik ke esofagus bisa mengiritasi saluran napas dan menyebabkan batuk.
Biasanya batuk tidak terkait dengan infeksi atau alergi. Batuk terutama terjadi di malam hari atau setelah makan. Kondisi ini bisa disertai dengan suara serak atau tenggorokan gatal.
Iritasi dari asam lambung yang naik ke esofagus dan tenggorokan dapat menyebabkan suara serak dan sakit tenggorokan. Suara serak biasanya terjadi di pagi hari. Kondisi ini disertai rasa sakit atau gatal di tenggorokan. Selain itu, bisa dengan batuk atau kesulitan menelan.
Baca Juga: Kenali Perbedaan Nyeri Dada karena GERD dan Penyakit Jantung
Rasa asam atau pahit di mulut adalah akibat langsung dari regurgitasi asam lambung. Ini akan terjadi terutama setelah makan atau ketika berbaring. Kemudian bisa menyebabkan bau mulut, serta mengganggu rasa makanan dan minuman.
Nyeri dada yang disebabkan oleh gerd sering kali disalahartikan sebagai serangan jantung. Nyeri ini berasal dari iritasi esofagus. Umumnya nyeri yang timbul terasa seperti tekanan atau sensasi terbakar di dada.
3. Disfagia (Kesulitan Menelan)
Disfagia adalah kesulitan atau rasa sakit saat menelan, yang bisa disebabkan oleh iritasi dan peradangan di esofagus akibat refluks asam.
Gejala ini memiliki karakteristik rasa seperti makanan tersangkut di tenggorokan atau dada. Biasanya disertai dengan nyeri saat menelan dan makanan padat atau cair bisa sama-sama sulit ditelan.
4. Batuk Kronis
Batuk kronis adalah gejala gerd yang sering kali diabaikan. Asam lambung yang naik ke esofagus bisa mengiritasi saluran napas dan menyebabkan batuk.
Biasanya batuk tidak terkait dengan infeksi atau alergi. Batuk terutama terjadi di malam hari atau setelah makan. Kondisi ini bisa disertai dengan suara serak atau tenggorokan gatal.
5. Suara Serak atau Sakit Tenggorokan
Iritasi dari asam lambung yang naik ke esofagus dan tenggorokan dapat menyebabkan suara serak dan sakit tenggorokan. Suara serak biasanya terjadi di pagi hari. Kondisi ini disertai rasa sakit atau gatal di tenggorokan. Selain itu, bisa dengan batuk atau kesulitan menelan.
Baca Juga: Kenali Perbedaan Nyeri Dada karena GERD dan Penyakit Jantung
6. Rasa Asam di Mulut
Rasa asam atau pahit di mulut adalah akibat langsung dari regurgitasi asam lambung. Ini akan terjadi terutama setelah makan atau ketika berbaring. Kemudian bisa menyebabkan bau mulut, serta mengganggu rasa makanan dan minuman.
7. Nyeri Dada
Nyeri dada yang disebabkan oleh gerd sering kali disalahartikan sebagai serangan jantung. Nyeri ini berasal dari iritasi esofagus. Umumnya nyeri yang timbul terasa seperti tekanan atau sensasi terbakar di dada.
Lihat Juga :