Buah Kecubung Mengandung Senyawa Beracun dan Bahaya Jika Dikonsumsi, Sebabkan Kematian
Kamis, 11 Juli 2024 - 12:55 WIB
loading...
A
A
A
Adapun beberapa senyawa di dalam buah kecubung yakni atropin, skopolamin, hiosiamin, alkaloid lain, dan glikosida. Senyawa lain yang ada pada buah kecubung juga dapat memberi efek toksik dan psikotropika dari tanaman ini.
Seseorang yang mengonsumsi buah kecubung akan mengalami beberapa tanda seperti pupil yang melebar (midriasis), kulit kering dan panas, mulut kering, kesulitan berkemih, detak jantung yang meningkat, peningkatan suhu tubuh, dan gangguan penglihatan.
Berikut dampak kecubung bagi kesehatan.
Baca Juga: 5 Menu Sarapan yang Bikin Bahagia Sepanjang Hari, Mudah Dibuat
Dampak Mengonsumsi Buah Kecubung bagi Kesehatan
Setelah mengetahui senyawa beracun yang ada di dalam tanaman kecubung, tentu buah tanaman ini tidak boleh dikonsumsi.Seseorang yang mengonsumsi buah kecubung akan mengalami beberapa tanda seperti pupil yang melebar (midriasis), kulit kering dan panas, mulut kering, kesulitan berkemih, detak jantung yang meningkat, peningkatan suhu tubuh, dan gangguan penglihatan.
Berikut dampak kecubung bagi kesehatan.
Baca Juga: 5 Menu Sarapan yang Bikin Bahagia Sepanjang Hari, Mudah Dibuat
1. Efek Beracun
Memiliki kandungan banyak senyawa berbahaya, konsumsi buah kecubung bisa menyebabkan seseorang keracunan. Bahkan kalau konsumsi dengan jumlah sedikit efeknya akan sama.2. Kerusakan Saraf dan Efek Psikotropika
Ternyata dampak kesehatan pada buah kecubung tidak main-main. Kandungan senyawa tersebut bisa mempengaruhi sistem saraf pusat. Orang yang mengonsumsi kecubung dapat menyebabkan efek halusinasi, delirium, kebingungan, dan gangguan keseimbangan. Efek jangka panjangnya bisa merusak organ internal seperti hati, ginjal, dan sistem saraf.3. Alami Gangguan Pernapasan
Ketika seseorang membakar tanaman kecubung, asapnya dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan dan mata, menyebabkan batuk, sesak napas, serta iritasi pada mata.4. Kematian
Dan parahnya, konsumsi kecubung bisa menyebabkan kematian. Hal ini yang belum lama dialami oleh dua warga Kalimantan Selatan.(tsa)
Lihat Juga :