alexametrics

Saksikan Kekayaan Budaya Dunia di Asia Afrika Carnival 2019

loading...
Saksikan Kekayaan Budaya Dunia di Asia Afrika Carnival 2019
Asia Afrika Carnival yang akan digelar di Bandung. Beragam seni budaya pertunjukan musik, hingga keunggulan dari negara-negara Asia dan Afrika, akan dipamerkan Perhelatan Asian Africa Carnival 2019. Event ini akan digelar di Kota Bandung, 29 Juni 2019.
A+ A-
JAKARTA - Berwisata ke Kota Bandung selalu menyenangkan. Kota ini memiliki segudang keindahan untuk dinikmati. Apalagi sebentar lagi ada Asia Afrika Carnival yang akan digelar di Kota ini.

Beragam seni budaya pertunjukan musik, hingga keunggulan dari negara-negara Asia dan Afrika, akan dipamerkan Perhelatan Asian Africa Carnival 2019. Event ini akan digelar di Kota Bandung, 29 Juni 2019.

"Asian Africa Carnival merupakan mahakarya untuk memperingati Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955. Sebuah simbol pemersatu negara- negara peserta konferensi. Berbagai budaya dunia akan menghiasi karnaval ini. Tentunya ini menjadi sebuah atraksi wisata yang patut untuk disaksikan," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya, Selasa (25/6/2019).



Ucapan Menpar Arief jelas tak terbantahkan. Kemegahan Asia Afrika Carnival selalu membuat Kota Bandung meriah setiap tahunnya. Apalagi event ini merupakan puncak acara dari Asia Afrika Festival yang digelar sejak bulan Mei lalu. Event ini menjadi satu-satunya event dari Jawa Barat yang masuk dalam Top 10 Calendar of Event (CoE) Nasional.

Kadisbudpar Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari mengatakan sejak pertama kali digelar jumlah pengunjung yang datang ke AAF terus meningkat. Bahkan tahun ini ia menargetkan bisa menggaet 100.000 pengunjung. "Event ini bukan hanya milik Kota Bandung saja tapi sudah menjadi perhatian nasional," katanya.

Kenny menjelaskan, seperti tahun-tahun sebelumnya, event ini dibagi menjadi tiga event yakni pra event, road to main event dan main event. Dalam pra event akan ada dua sub event yakni Asia Afrika Ramadhan Fair dan Ngabuburit On The Street yang rencananya digelar pada 19 Mei hingga 9 Juni 2019 lalu.

Kemudian road to main event akan digelar Asia Afrika X-Po dan Asia Afrika Geographic and Food Market dengan melibatkan UMKM, hotel dan resto binaan Disbudpar Kota Bandung. "Sebagai puncak acara AAF 2019 akan digelar di Jalan Sukarno dan Cikapundung Riversport pada 29 Juni 2019," ujar Kenny.

Selain itu juga ada Gelaran Seni dan Budaya Asia Afrika. Event ini merupakan salah satu acara yang paling ditunggu-tunggu dengan menampilkan kesenian dan kebudayaan dari negara-negara Asia Afrika. Pertunjukan spektakuler dalam Keanekaragaman Seni dan Budaya Asia Afrika ini menjadi daya tarik pengunjung.

Pertunjukannya di garapan khusus dan dikemas secara epic dan kolosal. Pertunjukan ini pun berkolaborasi dengan beberapa negara peserta. Selain itu juga melibatkan berbagai provinsi di Indonesia.

"Ada lima bidang seni yang akan ditampilkan. Diantaranya penampilan kebudayaan tradisional dari negara kerabat seperti Korea selatan, Jepang, tiongkok, India, Arab saudi dan lain lainnya. Catat tanggalnya jangan sampai terlewat atau menyesal," kata Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Management Calender of Event (CoE) Esthy Reko Astuty.

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional II Adella Raung menambahkan diirnya yakin jika Asia Afrika Carnival menjadi sajian yang akan memukau. Carnaval ini menjadi sebuah etalase keberagaman budaya dari seluruh negara peserta.

"Salah satu yang bakal menarik perhatian adalah delegasi Jepang. Mereka akan tampil dengan arak-arakan yang tersohor Tandu Mikoshi. Tandu ini merupakan perwujutan dari kendaraan para dewa. Bentuknya kuil kecil yang ditopang dengan balok-balok besar," ucap Adella.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Area I Jawa Wawan Gunawan mengatakan, banyak hal positif yang dapat dipetik diperhelatan ini. Menurutnya Konferensi Asia Afrika telah menjadi bagian sejarah dunia. Ini menandakan betapa Indonesia adalah negara besar.

"Dengan perhelatan ini semakin membuka mata dunia betapa besarnya nama Indonesia sejak dulu kala. Bukan saja sebagai penonton, tetapi mampu menggerakkan dunia. Ini menjadi refleksi positif bagi generasi muda agar tidak lupa akan sejarah bangsanya," tutup Wawan.
(alf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak