alexametrics

Diam-diam Daesung BIGBANG Jual Gedung Miliknya

loading...
Diam-diam Daesung BIGBANG Jual Gedung Miliknya
Daesung BIGBANG secara diam-diam menjual gedung miliknya yang sempat menjadi berita utama lantaran tempat itu digunakan untuk bisnis ilegal. Foto/Istimewa.
A+ A-
SEOUL - Daesung BIGBANG diduga menjual rumahnya di Gangnam, setelah belum lama gedung miliknya itu menjadi berita utama karena masuk dalam kategori bisnis ilegal. Pada 1 Agustus lalu, Channel A mengabarkan bahwa Daesung telah mengiklankan bangunannya tersebut.

Berdasarkan laporan itu, gedung milik Daesung terdaftar untuk dijual seharga 40 miliar Won atau sekitar USD33,5 juta. Jika bangunan itu dijual dengan harga yang tercantum saat ini, Daesung akan mendapat untung sekitar 5 miliar Won atau setara dengan USD 4,2 juta.

Seorang reporter dari Channel A menghubungi seorang broker untuk menanyakan iklan tersebut. Namun, setelah dirinya mengungkapkan seorang reporter, broker itu pura-pura tidak tahu dan menjawab bahwa dia tidak tahu siapa BIGBANG.



Kemudian, ketika reporter kembali menelepon dengan kedok pembeli yang tertarik dan bertanya apakah Daesung mengiklankan bangunannya, broker real estat itu membenarkan hal tersebut. Bahkan, dia mengatakan bangunan tersebut dijual secara diam-diam.

“Ya, itu benar. Ada tim yang bekerja secara diam-diam untuk menjualnya. Kami akan mewujudkannya dengan cepat," kata broker tersebut seperti dilansir dari Soompi. (Baca juga: Gedung Milik Daesung BigBang Diduga Dipakai Bisnis Prostitusi).

Broker real estat menyatakan bahwa Daesung pertama kali menunjukkan minat untuk menjual bangunannya pada bulan Juni, atau menurut laporan itu, adalah setelah pihak Daesung mengetahui bahwa Saluran A sedang bersiap untuk melaporkan bisnis hiburan dewasa ilegal di gedung miliknya pada akhir Maret lalu.

Broker real estat terus membujuk reporter yang berpura-pura sebagai pembeli. Dia meyakinkan bahwa agen hiburan Daesung juga terlibat dalam proses penjualan. "Ya, ini Hiburan Y," tutur dia.

Seorang sumber dari industri real estat mengungkapkan bahwa tidak biasa jika sebuah bangunan bernilai puluhan miliar won dikembalikan ke pasar secepat ini. "Orang biasa tidak melakukan itu karena melikuidasi real estat tidak mudah," ungkap sumber itu.

Channel A menyimpulkan laporannya dengan menambahkan bahwa polisi mengalami kesulitan penyelidikan karena bisnis hiburan dewasa di gedung Daesung sudah mulai ditutup.
(tdy)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak