alexametrics

Anak Muda Lihat Peluang di Pertanian

loading...
A+ A-
CIANJUR - Putus sekolah ataupun hambatan dalam mencari pekerjaan memacu anak-anak muda asal sejumlah daerah di Indonesia untuk berpikir jauh ke depan. Setidaknya dua remaja asal Jawa Timur ini telah memperlihatkannya. Mereka tak berputus asa menghadapi kendala yang ada di depan mata. Sebaliknya, kondisi serbasulit justru disulap menjadi sebuah peluang untuk belajar banyak tentang pertanian, yang notabene dekat dengan kehidupan mereka.
Adalah Eric dan Assry yang kini tengah berupaya mengubah nasib mereka. Eric yang harus menghentikan langkahnya berkuliah di sebuah perguruan tinggi di Kota Jember, Jawa Timur, lantaran kondisi sosial ekonomi keluarga yang “kacau”, kini memandang optimis masa depannya. Juga Assry, yang sejak lulus SMA di Pacitan merasa sangat sulit mendapatkan pekerjaan, lalu melihat peluang untuk berkembang lewat Program Petani Muda besutan Bango, brand kecap milik PT Unilever Indonesia.
Seperti diketahui, pada September lalu Bango memang telah meluncurkan Program Petani Muda berkolaborasi dengan The Learning Farm (TLF) Indonesia. Program yang sedang berjalan dan direncanakan berlangsung hingga Januari mendatang itu secara bertahap bakal memberikan pembinaan intensif kepada 30-40 petani muda potensial tentang keterampilan hidup lewat pendidikan bercocok tanam yang memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan. Kesempatan langka ini juga akan membuka peluang bagi mereka untuk menjadi agen perubahan.
Eric dan Assry termasuk di antara puluhan remaja itu. Saat ini mereka pun sedang menjalankan pelatihan di Rumah TFL, yang memiliki lahan seluas 2,4 hektare dan berpusat di Kampung Rawa Benceuh, Desa Kawung Luwuk, Kecamatan Sukaresmi, Cianjur, Jawa Barat.
Eric yang di kampungnya di Banyuwangi sudah sering membantu orangtua menggarap sawah, tetap saja merasakan perbedaan kala mengikuti program pelatihan bertani di TLF. “Yang tadinya saya bekerja suka-suka, di sini tidak bisa seperti itu lagi. Disiplin yang utama,” cerita pemuda 25 tahun itu kepada sejumlah wartawan yang menyambanginya di Cianjur, Jawa Barat, belum lama ini.
Kegiatan pelatihan seperti pembudidayaan sayur-mayur, pemupukan, hingga pengembangan soft skill berupa kemahiran berbahasa Inggris, komputer, dan kewirausahaan menjadi “makanan” Eric sehari-hari. Tak ketinggalan pembekalan mengenai cara bertani secara organik agar dampak lingkungan lebih terkendali.
Assry pun mendapatkan ilmu yang serupa. Hanya, latar belakangnya sedikit berbeda dengan Eric. Gadis 23 tahun itu tak pernah mengenyam bangku kuliah. Lulus SMA, yang dipikirkannya hanya mencari pekerjaan di pabrik-pabrik. Sayang, pekerjaan tak kunjung didapatkan oleh Assry, hingga akhirnya ia mendapat peluang untuk mengikuti Program Petani Muda. Melalui program tersebut, Assry bertekad ingin menjadi petani sukses dan membuka peluang pekerjaan bagi orang lain.

(tsa)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak