alexametrics

Buku Sampahku, Tanggung Jawabku Bakal Diluncurkan ke 75 Sekolah

loading...
Buku Sampahku, Tanggung Jawabku Bakal Diluncurkan ke 75 Sekolah
Buku ini juga dilengkapi dengan ilustrasi visual yang menarik dan media pembelajaran yang ramah anak, seperti lagu, poster warna-warni, dan permainan. / Foto: ist
A+ A-
JAKARTA - Danone-AQUA meluncurkan buku panduan pengelolaan sampah untuk guru dan siswa Sekolah Dasar. Peluncuran ini bekerjasama dengan Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Kemenkomarves), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), serta Universitas Indonesia dan Yayasan Lentera Anak.

Peluncuran buku panduan yang dikemas dalam acara bertajuk Kelola Sampah sejak Dini untuk Indonesia yang Lebih Bersih, merupakan kelanjutan dari Gerakan Bijak Berplastik Danone-AQUA. Dalam gerakan ini, Danone-AQUA berkomitmen untuk mendorong pengelolaan sampah plastik yang lebih bertanggung jawab dari berbagai lapisan masyarakat, salah satunya dengan mengedukasi publik mengenai pentingnya perilaku 3R, termasuk kepada anak usia sekolah.

"Bijak Berplastik merupakan bagian dari upaya keberlanjutan Danone-AQUA yang menekankan kolaborasi multipihak. Melalui peluncuran buku panduan ini, kami selangkah lebih dekat dengan target kami untuk menyebarkan edukasi Bijak Berplastik kepada 100 juta orang pada 2025," ujar Presiden Direktur Danone-AQUA, Corine Tap di Jakarta, belum lama ini.



Buku panduan berjudul Sampahku, Tanggung Jawabku akan disalurkan ke 75 sekolah dari Sabang sampai Merauke. Buku panduan ini memegang peranan penting karena jumlah generasi muda di Indonesia mencapai 41% dari total populasi. Sebuah angka yang menunjukkan besarnya potensi yang dapat membawa perubahan di masa depan. Buku panduan ini juga dikemas dengan pendekatan yang menyeluruh dan kreatif, serta memperhatikan konteks lokal.

Materi buku mencakup pengetahuan terkait kategorisasi dan pemilahan sampah, serta pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Selain itu, buku ini juga dilengkapi dengan ilustrasi visual yang menarik dan media pembelajaran yang ramah anak, seperti lagu, poster warna-warni, dan permainan. Guna memastikan semuanya sejalan dan dapat terintegrasi dengan muatan Kemaritiman dalam Kurikulum 2013, Kemendikbud turut terlibat dalam pembuatan dan peluncuran buku ini.

"Kemendikbud sadar bahwa pendidikan sejak usia dini berperan penting dalam membentuk perilaku anak, termasuk dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. Oleh karena itu, kami menyambut baik ajakan kolaborasi dari Kemenkomarves, pihak swasta, maupun lembaga swadaya masyarakat dalam upaya memajukan pendidikan tentang pelestarian lingkungan," ujar Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Kemendikbud, Dr. H. Khamim, M.Pd.

Universitas Indonesia dan Yayasan Lentera Anak juga memainkan peran penting dalam tahap penyusunan buku Sampahku, Tanggung Jawabku. Universitas Indonesia terlibat dalam mengembangkan materi pengayaan untuk guru, sementara Yayasan Lentera Anak terlibat dalam mengembangkan materi pembelajaran ramah anak. Gabungan materi komprehensif yang dihasilkan keduanya diharapkan dapat mendorong lebih banyak siswa sekolah dasar untuk menerapkan kebiasaan 3R dan berkontribusi dalam upaya menjadikan Indonesia lebih bersih.

Pada fase awal peluncuran buku ini, Danone-AQUA bersama Universitas Indonesia dan Yayasan Lentera Anak akan melakukan Training of Trainers (ToT) yang melibatkan 150 guru perwakilan 75 sekolah dari 20 provinsi di Indonesia. Tujuan ToT ini adalah untuk memperkenalkan serta berbagi praktik terbaik dalam mengimplementasikan buku Sampahku, Tanggung Jawabku kepada guru-guru sekolah dasar. Sesi pelatihan berlangsung selama dua hari di Jakarta dari tanggal 25-26 November 2019.
(nug)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak