Indonesia-Jepang Perkuat Transformasi Digital untuk Atasi Stunting dan Pelayanan Kesehatan Ibu-Anak
Rabu, 30 Oktober 2024 - 13:43 WIB
loading...
A
A
A
Direktur Departemen Kesejahteraan Anak di Kota Hirakata Tanaka Yuko menjelaskan bahwa Jepang berhasil menunjukkan contoh sukses dengan program Kodomo Shokudo, kantin anak-anak yang menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu atau orang tua tunggal.
Program yang dimulai di Tokyo pada 2012 ini tidak hanya mendukung kebutuhan nutrisi anak, tetapi juga memperhatikan kesehatan mental dan kesejahteraan mereka. Kota Hirakata pun menjadi pionir dalam pemanfaatan teknologi untuk mendukung Kodomo Shokudo, memperluas dukungan sosial bagi anak-anak di luar rumah dan sekolah.
"Dengan bantuan sektor swasta dan organisasi lokal, Hirakata mengembangkan platform digital yang mempercepat koordinasi dan efisiensi antara para donatur, pengelola Kodomo Shokudo, dan pihak terkait. Teknologi ini mempercepat proses distribusi makanan sehingga banyak anak yang dapat menikmati manfaatnya," jelas Tanaka.
Baca Juga: MNC Peduli Bantu Cegah Stunting dengan Salurkan Ratusan Ikan Lele ke Posyandu Petojo Utara
Di sisi lain, Indonesia dan Jepang memiliki peluang besar untuk memperluas kemitraan dalam program kesehatan berbasis digital. Terutama dalam mengatasi masalah stunting yang masih tinggi di sejumlah wilayah Indonesia.
Dengan akses yang lebih luas terhadap makanan bergizi, Indonesia dapat meningkatkan kesehatan ibu dan anak secara signifikan melalui transfer pengetahuan, pelatihan, dan infrastruktur digital dari Jepang.
Program makan siang sekolah di Jepang, yang telah berlangsung sejak 1889, menjadi inspirasi bagi Indonesia dalam menerapkan kebijakan serupa dengan efektif, membantu memperkuat upaya peningkatan nutrisi anak-anak sejak usia dini.
Program yang dimulai di Tokyo pada 2012 ini tidak hanya mendukung kebutuhan nutrisi anak, tetapi juga memperhatikan kesehatan mental dan kesejahteraan mereka. Kota Hirakata pun menjadi pionir dalam pemanfaatan teknologi untuk mendukung Kodomo Shokudo, memperluas dukungan sosial bagi anak-anak di luar rumah dan sekolah.
"Dengan bantuan sektor swasta dan organisasi lokal, Hirakata mengembangkan platform digital yang mempercepat koordinasi dan efisiensi antara para donatur, pengelola Kodomo Shokudo, dan pihak terkait. Teknologi ini mempercepat proses distribusi makanan sehingga banyak anak yang dapat menikmati manfaatnya," jelas Tanaka.
Baca Juga: MNC Peduli Bantu Cegah Stunting dengan Salurkan Ratusan Ikan Lele ke Posyandu Petojo Utara
Di sisi lain, Indonesia dan Jepang memiliki peluang besar untuk memperluas kemitraan dalam program kesehatan berbasis digital. Terutama dalam mengatasi masalah stunting yang masih tinggi di sejumlah wilayah Indonesia.
Dengan akses yang lebih luas terhadap makanan bergizi, Indonesia dapat meningkatkan kesehatan ibu dan anak secara signifikan melalui transfer pengetahuan, pelatihan, dan infrastruktur digital dari Jepang.
Program makan siang sekolah di Jepang, yang telah berlangsung sejak 1889, menjadi inspirasi bagi Indonesia dalam menerapkan kebijakan serupa dengan efektif, membantu memperkuat upaya peningkatan nutrisi anak-anak sejak usia dini.
Lihat Juga :