Tak Mudah Melawan Kanker Paru, Akses Pengobatan Pengaruhi Penderita
Senin, 31 Agustus 2020 - 12:15 WIB
loading...
A
A
A
“Untuk itu perkembangan inovasi pengobatan kanker paru harus terus didukung oleh semua pihak untuk menciptakan layanan kesehatan terbaik bagi pasien kanker paru, terutama dengan membuka akses pengobatan baru yang mereka butuhkan agar memiliki harapan hidup yang lebih baik,” kata Ida Kusuma, pasien kanker paru. (Baca juga: Reaksi Pangima TNI Soal Insiden Penyerangan Mapolsek Ciracas)
Perlu diketahui, kanker paru bukan hanya menjadi ancaman perokok saja. Yang tidak merokok pun juga bisa terkena. Masih ingat dengan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho yang divonis kanker paru-paru stadium IV.
Padahal, almarhum mengaku selama ini tidak merokok dan selalu mengonsumsi makanan sehat, serta bergaya hidup aktif, serta tidak memiliki riwayat kanker di keluarga. Faktanya, sekitar 20 persen penduduk AS meninggal akibat kanker jenis itu tiap tahunnya sementara mereka tidak merokok.
Walau tidak selalu menyerang perokok aktif, tetap saja perokok adalah golongan yang paling tinggi risiko terkena. perokok yang berusia 40 tahun ke atas lebih berisiko karena mereka sudah lama merokok. (Lihat videonya: Polsek Ciracas Dibakar Gerombolan Tak Dikenal)
Timbunan residu rokok di dalam paru-paru inilah yang menyebabkan kanker akhirnya muncul. Risiko yang sama bahkan lebih tinggi pada mereka yang terpapar asap rokok atau perokok pasif. Aliran asap yang masuk ke napas dapat merusak saluran pernapasan manusia. Asap rokok sendiri adalah karsinogen sehingga berpotensi menyebabkan kanker dalam tubuh manusia. (Sri Noviarni)
Perlu diketahui, kanker paru bukan hanya menjadi ancaman perokok saja. Yang tidak merokok pun juga bisa terkena. Masih ingat dengan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho yang divonis kanker paru-paru stadium IV.
Padahal, almarhum mengaku selama ini tidak merokok dan selalu mengonsumsi makanan sehat, serta bergaya hidup aktif, serta tidak memiliki riwayat kanker di keluarga. Faktanya, sekitar 20 persen penduduk AS meninggal akibat kanker jenis itu tiap tahunnya sementara mereka tidak merokok.
Walau tidak selalu menyerang perokok aktif, tetap saja perokok adalah golongan yang paling tinggi risiko terkena. perokok yang berusia 40 tahun ke atas lebih berisiko karena mereka sudah lama merokok. (Lihat videonya: Polsek Ciracas Dibakar Gerombolan Tak Dikenal)
Timbunan residu rokok di dalam paru-paru inilah yang menyebabkan kanker akhirnya muncul. Risiko yang sama bahkan lebih tinggi pada mereka yang terpapar asap rokok atau perokok pasif. Aliran asap yang masuk ke napas dapat merusak saluran pernapasan manusia. Asap rokok sendiri adalah karsinogen sehingga berpotensi menyebabkan kanker dalam tubuh manusia. (Sri Noviarni)
(ysw)
Lihat Juga :