Pentingnya Anak Terapkan Pola Hidup Sehat, Cegah Penyakit Kronis dan Degeneratif
Jum'at, 24 Januari 2025 - 17:33 WIB
loading...
A
A
A
“Selalu baca label informasi gizi produk yang dibeli, ganti gula dengan rempah sepert jahe, kayu manis, atau pala. Kurangi atau hentikan konsumsi minuman bersoda dan ganti dengan air mineral biasa, batasi penggunaan gula putih atau sirup sebagai pemanis. Pilih buah yang segar atau beku sebagai camilan,” papar Prof. Annis.
Kemudian, lanjutnya, untuk terhindar dari risiko penyakit metabolik seperti diabetes, kolesterol tinggi, hipertensi, dan serangan jantung di kemudian hari, penting bagi kita untuk mengurangi asupan gula, garam, lemak, sebagaimana dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan RI.
"Terkadang dalam memasak menu harian, kita khawatir jika kurang penggunaan garamnya, maka akan membuat rasa masakan menjadi kurang lezat. Nah, saya memiliki cara yang cukup mudah untuk diterapkan supaya kita tetap bisa membuat masakan terjaga kelezatannya, sekaligus penggunaan garamnya berkurang, yaitu dengan konsep Bijak Garam. Contoh, dalam memasak menu sup ayam, dari yang biasanya kita menuangkan 2 sendok teh garam ke dalam 1 liter kuah, diubah menjadi 1 sendok teh garam + 1/2 sendok teh MSG. Mengapa bisa demikian? Karena dalam MSG hanya memiliki 1/3 kandungan natrium jika dibandingkan dengan garam dapur biasa, dan sudah banyak penelitian yang menyatakan bahwa penggunaan MSG dapat mengurangi asupan natrium (garam), namun kelezatan makanan tetap terjaga,” bebernya.
Pada kesempatan terpisah dalam seminar yang sama, Dosen Fakultas Ekologi Manusia IPB Purnawati Hustina Rachman, S.Gz., M.Gizi menjelaskan pentingnya penyediaan kantin sehat di lingkungan sekolah.
“Penyebab permasalahan gizi pada anak usia sekolah sebenarnya cukup banyak bersumber dari jajanan yang tidak aman mutu pangannya. Oleh karena itu, penyediaan kantin sehat, dengan mutu pangan yang terjaga, serta tempat yang kebersihannya memadai di lingkungan sekolah sangatlah penting,” ujar Hustina.
Kemudian, lanjutnya, untuk terhindar dari risiko penyakit metabolik seperti diabetes, kolesterol tinggi, hipertensi, dan serangan jantung di kemudian hari, penting bagi kita untuk mengurangi asupan gula, garam, lemak, sebagaimana dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan RI.
"Terkadang dalam memasak menu harian, kita khawatir jika kurang penggunaan garamnya, maka akan membuat rasa masakan menjadi kurang lezat. Nah, saya memiliki cara yang cukup mudah untuk diterapkan supaya kita tetap bisa membuat masakan terjaga kelezatannya, sekaligus penggunaan garamnya berkurang, yaitu dengan konsep Bijak Garam. Contoh, dalam memasak menu sup ayam, dari yang biasanya kita menuangkan 2 sendok teh garam ke dalam 1 liter kuah, diubah menjadi 1 sendok teh garam + 1/2 sendok teh MSG. Mengapa bisa demikian? Karena dalam MSG hanya memiliki 1/3 kandungan natrium jika dibandingkan dengan garam dapur biasa, dan sudah banyak penelitian yang menyatakan bahwa penggunaan MSG dapat mengurangi asupan natrium (garam), namun kelezatan makanan tetap terjaga,” bebernya.
Pada kesempatan terpisah dalam seminar yang sama, Dosen Fakultas Ekologi Manusia IPB Purnawati Hustina Rachman, S.Gz., M.Gizi menjelaskan pentingnya penyediaan kantin sehat di lingkungan sekolah.
“Penyebab permasalahan gizi pada anak usia sekolah sebenarnya cukup banyak bersumber dari jajanan yang tidak aman mutu pangannya. Oleh karena itu, penyediaan kantin sehat, dengan mutu pangan yang terjaga, serta tempat yang kebersihannya memadai di lingkungan sekolah sangatlah penting,” ujar Hustina.
Lihat Juga :