Bahaya Gula Darah Lebih dari 500 seperti Emilia Contessa, Risiko Fatal Mengintai
Rabu, 29 Januari 2025 - 21:40 WIB
loading...
Emilia Contessa yang mengidap diabetes sempat mengalami gula darah lebih dari 500 sebelum meninggal dunia. Kondisi ibunda Denada ini diungkap sang adik kandung. Foto/Instagram Emilia Contessa
A
A
A
JAKARTA - Emilia Contessa yang mengidap diabetes sempat mengalami gula darah lebih dari 500 sebelum meninggal dunia. Kondisi terakhir ibunda Denada ini diungkap oleh sang adik kandung, Dino Rosano.
Menurut Dino, tingginya kadar gula darah membuat Emilia Contessa harus segera dilarikan ke RSUD Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur. Meskipun telah mendapatkan perawatan intensif dari tim medis, kondisi kesehatannya terus menurun.
"Diabetesnya naik sampai 450, lalu sampai 500 lebih. Pagi-pagi kami rujuk ke RSUD Blambangan. Memang langsung ditangani," kata Dino kepada awak media.
Sayangnya, meskipun telah mendapatkan perawatan, kondisi fisik Emilia semakin melemah. Hingga akhirnya penyanyi yang dijuluki Singa Panggung Asia itu mengembuskan napas terakhirnya di usia 67 tahun pada Senin, 27 Januari 2025, pukul 18.00 WIB.
Baca Juga: Artis Senior Emilia Contessa Meninggal Dunia
"Tapi staminanya atau fisiknya terus menurun. Hingga jam 18.00 WIB, bu Emil nggak ada," jelasnya.
Dilansir dari Health Line, Rabu (29/1/2025), gula darah tinggi merupakan kondisi yang dapat mengancam jiwa, terutama bagi penderita diabetes. Jika kadar gula darah seseorang mencapai lebih dari 500 mg/dL, kondisi ini dapat memicu komplikasi serius yang berpotensi fatal.
Gula darah tinggi atau hiperglikemia adalah kondisi di mana kadar glukosa dalam darah melebihi batas normal. Secara umum, kadar gula darah yang sehat berada dalam rentang berikut:
1. Puasa (sebelum makan): 70-99 mg/dL (normal)
2. Dua jam setelah makan: di bawah 140 mg/dL (normal)
3. Diabetes terkontrol: kurang dari 180 mg/dL setelah makan
4. Diabetes tidak terkontrol: lebih dari 200 mg/dL
5. Bahaya dan darurat medis: lebih dari 500 mg/dL
Baca Juga: Waktu Terbaik Olahraga untuk Kendalikan Gula Darah, Penderita Diabetes Wajib Tahu!
Ketika kadar gula darah melampaui 500 mg/dL, kondisi ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius yang bisa berujung pada kematian.
Ketoasidosis diabetik (DKA) adalah kondisi serius yang terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup insulin untuk mengolah glukosa, sehingga lemak digunakan sebagai sumber energi. Akibatnya, tubuh memproduksi keton dalam jumlah besar, yang dapat menyebabkan dehidrasi parah, napas berbau asam (seperti buah), kebingungan dan kelelahan ekstrem, mual dan muntah, dan kesulitan bernapas.
Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan koma diabetik dan kematian.
Sindrom Hiperglikemia Hiperosmolar (HHS) terjadi ketika kadar gula darah sangat tinggi tetapi tanpa produksi keton berlebihan. Kondisi ini lebih sering terjadi pada penderita diabetes tipe 2 dan dapat menyebabkan dehidrasi berat hingga menyebabkan syok, gangguan kesadaran hingga koma, kejang, gagal organ, terutama ginjal dan jantung.
HHS memiliki tingkat kematian yang tinggi jika tidak segera ditangani dengan cepat dan tepat.
Ketika gula darah tinggi berlangsung dalam jangka panjang atau terjadi lonjakan ekstrem, beberapa organ tubuh dapat mengalami kerusakan serius. Seperti risiko serangan jantung dan gagal jantung meningkat.
Gagal ginjal akibat beban berlebih dalam menyaring darah yang penuh glukosa, neuropati diabetik yang menyebabkan mati rasa dan kesemutan, dan risiko kebutaan akibat retinopati diabetik.
Penderita diabetes dengan kadar gula di atas 500 mg/dL berisiko tinggi mengalami koma diabetik, yaitu kondisi di mana seseorang kehilangan kesadaran akibat ketidakseimbangan kadar glukosa, insulin, dan elektrolit dalam tubuh.
Tanda-tanda koma diabetik meliputi kebingungan ekstrem, napas cepat dan dalam, detak jantung tidak teratur, pingsan dan tidak merespons rangsangan, tanpa penanganan medis segera, koma diabetik dapat berujung pada kematian.
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan lonjakan gula darah ekstrem, antara lain tidak mengonsumsi obat atau insulin sesuai jadwal, makan makanan tinggi gula dan karbohidrat berlebihan, infeksi atau penyakit berat misalnya infeksi saluran kemih atau pneumonia, stres yang tidak terkontrol, kurang aktivitas fisik, dan efek samping obat tertentu seperti steroid.
Menurut Dino, tingginya kadar gula darah membuat Emilia Contessa harus segera dilarikan ke RSUD Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur. Meskipun telah mendapatkan perawatan intensif dari tim medis, kondisi kesehatannya terus menurun.
"Diabetesnya naik sampai 450, lalu sampai 500 lebih. Pagi-pagi kami rujuk ke RSUD Blambangan. Memang langsung ditangani," kata Dino kepada awak media.
Sayangnya, meskipun telah mendapatkan perawatan, kondisi fisik Emilia semakin melemah. Hingga akhirnya penyanyi yang dijuluki Singa Panggung Asia itu mengembuskan napas terakhirnya di usia 67 tahun pada Senin, 27 Januari 2025, pukul 18.00 WIB.
Baca Juga: Artis Senior Emilia Contessa Meninggal Dunia
"Tapi staminanya atau fisiknya terus menurun. Hingga jam 18.00 WIB, bu Emil nggak ada," jelasnya.
Dilansir dari Health Line, Rabu (29/1/2025), gula darah tinggi merupakan kondisi yang dapat mengancam jiwa, terutama bagi penderita diabetes. Jika kadar gula darah seseorang mencapai lebih dari 500 mg/dL, kondisi ini dapat memicu komplikasi serius yang berpotensi fatal.
Gula darah tinggi atau hiperglikemia adalah kondisi di mana kadar glukosa dalam darah melebihi batas normal. Secara umum, kadar gula darah yang sehat berada dalam rentang berikut:
1. Puasa (sebelum makan): 70-99 mg/dL (normal)
2. Dua jam setelah makan: di bawah 140 mg/dL (normal)
3. Diabetes terkontrol: kurang dari 180 mg/dL setelah makan
4. Diabetes tidak terkontrol: lebih dari 200 mg/dL
5. Bahaya dan darurat medis: lebih dari 500 mg/dL
Baca Juga: Waktu Terbaik Olahraga untuk Kendalikan Gula Darah, Penderita Diabetes Wajib Tahu!
Ketika kadar gula darah melampaui 500 mg/dL, kondisi ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius yang bisa berujung pada kematian.
Bahaya Gula Darah di Atas 500
1. Ketoasidosis Diabetik
Ketoasidosis diabetik (DKA) adalah kondisi serius yang terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup insulin untuk mengolah glukosa, sehingga lemak digunakan sebagai sumber energi. Akibatnya, tubuh memproduksi keton dalam jumlah besar, yang dapat menyebabkan dehidrasi parah, napas berbau asam (seperti buah), kebingungan dan kelelahan ekstrem, mual dan muntah, dan kesulitan bernapas.
Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan koma diabetik dan kematian.
2. Sindrom Hiperglikemia Hiperosmolar
Sindrom Hiperglikemia Hiperosmolar (HHS) terjadi ketika kadar gula darah sangat tinggi tetapi tanpa produksi keton berlebihan. Kondisi ini lebih sering terjadi pada penderita diabetes tipe 2 dan dapat menyebabkan dehidrasi berat hingga menyebabkan syok, gangguan kesadaran hingga koma, kejang, gagal organ, terutama ginjal dan jantung.
HHS memiliki tingkat kematian yang tinggi jika tidak segera ditangani dengan cepat dan tepat.
3. Gangguan Organ Vital
Ketika gula darah tinggi berlangsung dalam jangka panjang atau terjadi lonjakan ekstrem, beberapa organ tubuh dapat mengalami kerusakan serius. Seperti risiko serangan jantung dan gagal jantung meningkat.
Gagal ginjal akibat beban berlebih dalam menyaring darah yang penuh glukosa, neuropati diabetik yang menyebabkan mati rasa dan kesemutan, dan risiko kebutaan akibat retinopati diabetik.
4. Koma Diabetik
Penderita diabetes dengan kadar gula di atas 500 mg/dL berisiko tinggi mengalami koma diabetik, yaitu kondisi di mana seseorang kehilangan kesadaran akibat ketidakseimbangan kadar glukosa, insulin, dan elektrolit dalam tubuh.
Tanda-tanda koma diabetik meliputi kebingungan ekstrem, napas cepat dan dalam, detak jantung tidak teratur, pingsan dan tidak merespons rangsangan, tanpa penanganan medis segera, koma diabetik dapat berujung pada kematian.
Penyebab Kadar Gula Darah Melebihi 500
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan lonjakan gula darah ekstrem, antara lain tidak mengonsumsi obat atau insulin sesuai jadwal, makan makanan tinggi gula dan karbohidrat berlebihan, infeksi atau penyakit berat misalnya infeksi saluran kemih atau pneumonia, stres yang tidak terkontrol, kurang aktivitas fisik, dan efek samping obat tertentu seperti steroid.
(dra)
Lihat Juga :