Peter Pan Syndrome yang Disebut-sebut Amien Rais, Kenali Gejala dan Penyebabnya

Selasa, 04 Februari 2025 - 10:20 WIB
loading...
Peter Pan Syndrome yang...
Mantan Ketua MPR RI Amien Rais, melontarkan kritik tajam terhadap Jokowi alias Mulyono dengan menyebut sang mantan kepala negara mengidap Peter Pan Syndrome. Foto/News Herald
A A A
JAKARTA - Mantan Ketua MPR RI Amien Rais , melontarkan kritik tajam terhadap Jokowi alias Mulyono dengan menyebut bahwa sang mantan kepala negara mengidap Peter Pan Syndrome . Hal tersebut diungkap Amien melalui akun Instagram pribadinya.

Pernyataan Ketua Majelis Syuro Partai Ummat ini disampaikan saat menyoroti gaya kepemimpinan Mulyono yang dinilai tidak serius dalam menangani berbagai permasalahan nasional.

"Perangai dan tingkah laku Mulyono yang sering Nampak tidak normal mungkin sekali karena dia sudah lama dilanda Peter Pan Syndrome," kata Amien dikutip dari Instagram @amienraisofficial, Selasa (4/2/2025).

"Nah menurut Dr. Kiley, orang dengan sindrom Peter Pan mengalami kesulitan dalam menerima tanggung jawab, suka menyalahkan orang lain," sambungnya.

Baca Juga: 5 Figur Publik Alami Sindrom Patah Hati usai Ditinggal Pasangan, Salah Satunya Ratu Elizabeth II

Lebih lanjut, Amien menjelaskan bahwa sikap Mulyono dalam menjawab pertanyaan wartawan menunjukkan tanda-tanda sindrom tersebut.

"Jadi kita ingat gaya Mulyono kalau ditanya wartawan tentang sesuatu masalah yang mestinya sebagai Presiden harus dia kuasai dan ketahui, jawabnya khas," jelasnya.

"'Loh kok tanya saya. Ya saya tidak tahu. Ya tanya orang yang mengatakan itu'. Diikuti dengan ketawa ihik-ihiknya," tambahnya.

Menurutnya, pengidap sindrom ini juga tidak pernah mempunyai perencanaan yang memadai dalam kehidupannya. Ia pun mencontohkan dalam hal ini adalah Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan yang menjadi kota mati. "Tentu ini terbukti dari kenyataan bahwa IKN Nusantara telah menjadi kota mati, kota hantu atau ghost city," ujarnya.

Baca Juga: Mengenal Sindrom Williams, Penyakit yang Diderita Anak Dede Sunandar

Apa Itu Peter Pan Syndrome?



Dilansir dari Helath Line, Peter Pan Syndrome merupakan istilah yang diperkenalkan oleh Dr. Dan Kiley pada 1983 dalam bukunya The Peter Pan Syndrome: Men Who Have Never Grown Up. Sindrom ini mengacu pada kondisi psikologis di mana seseorang mengalami kesulitan dalam beranjak dewasa secara emosional dan mental.

Istilah ini diambil dari karakter Peter Pan, seorang anak laki-laki dalam cerita dongeng yang menolak untuk tumbuh dewasa. Sindrom ini bukanlah gangguan mental resmi, tetapi lebih merupakan kumpulan perilaku yang dapat memengaruhi kualitas hidup individu.

Selain itu, kondisi ini juga bisa memengaruhi hubungan mereka dengan orang lain. Penanganan yang tepat diperlukan untuk membantu individu dengan sindrom ini agar dapat berfungsi lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.

Gejala Peter Pan Syndrome


Gejala Peter Pan Syndrome merujuk pada perilaku orang dewasa yang enggan tumbuh dewasa dan menunjukkan sifat kekanak-kanakan, dapat dikenali melalui beberapa ciri khas. Berikut adalah penjelasan mengenai gejala-gejala tersebut:

1. Ketergantungan pada Orang Lain


Pengidap sindrom ini cenderung selalu membutuhkan pendamping dalam hidupnya, tidak mampu mengambil keputusan sendiri, dan sering kali merepotkan orang lain untuk mendapatkan dukungan emosional atau finansial.

2. Rasa Percaya Diri yang Rendah


Mereka sering kali memiliki rasa percaya diri yang rendah, yang menghambat kemampuan mereka untuk bertindak mandiri dan membuat keputusan tanpa bantuan orang lain.

3. Kesulitan Menerima Kritik


Pengidap sindrom Peter Pan biasanya merasa sulit untuk menerima kritik atau masukan, sering kali bereaksi dengan kemarahan atau defensif ketika dihadapkan pada pendapat orang lain.

4. Kurang Rasa Tanggung Jawab


Mereka sering kali tidak menunjukkan tanggung jawab dalam pekerjaan atau hubungan, lebih memilih untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan bagi diri sendiri tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap orang lain.

Baca Juga: Anak Ini Idap Sindrom Manusia Serigala, Sekujur Tubuhnya Dipenuhi Bulu

5. Sulit untuk Introspeksi Diri


Individu dengan sindrom ini cenderung tidak mau mengakui kesalahan dan sering menyalahkan orang lain atas masalah yang mereka hadapi, sehingga sulit untuk melakukan refleksi diri.

6. Preferensi untuk Berteman dengan yang Lebih Muda


Mereka merasa lebih nyaman bergaul dengan orang-orang yang lebih muda dari mereka, menciptakan hubungan sosial yang tidak seimbang.

7. Menghindari Komitmen


Pengidap sindrom ini sering kali memiliki ketakutan terhadap komitmen dalam hubungan jangka panjang, baik dalam konteks percintaan maupun pekerjaan.

Penyebab Peter Pan Syndrome



Penyebab sindrom Peter Pan adalah hasil dari berbagai faktor yang saling berinteraksi, dan tidak ada satu penyebab tunggal yang dapat diidentifikasi. Berikut adalah beberapa penyebab utama yang sering dikaitkan dengan sindrom ini:

1. Pola Asuh yang Permisif atau Protektif


Pola asuh permisif: Orang tua yang memberikan kebebasan berlebihan tanpa batasan dapat membuat anak merasa tidak perlu bertanggung jawab atas tindakan mereka. Hal ini mengakibatkan anak tidak belajar dari kesalahan dan menjadi pribadi yang narsistik serta tidak menghargai orang lain.

Pola asuh protektif: Sebaliknya, orang tua yang terlalu melindungi anak dapat membuat mereka merasa takut menghadapi tantangan hidup. Anak yang dibesarkan dalam lingkungan ini mungkin merasa cemas dan tidak siap untuk mengambil tanggung jawab saat dewasa.

2. Pengalaman Masa Kecil


Trauma atau pengalaman negatif di masa kecil, seperti kehilangan orang tua atau pelecehan, dapat memengaruhi perkembangan psikologis seseorang. Pengalaman ini bisa membuat individu merasa tidak siap untuk menghadapi dunia dewasa.

3. Faktor Ekonomi


Kesulitan ekonomi, seperti upah rendah dan kurangnya kesempatan untuk berkembang dalam karir, dapat menurunkan motivasi seseorang untuk bertanggung jawab. Tekanan finansial sering kali membuat orang merasa bahwa menjadi dewasa adalah beban berat, sehingga mereka memilih untuk menghindari tanggung jawab tersebut.

4. Lingkungan Sosial dan Budaya


Budaya yang menekankan kebebasan dan kenikmatan hidup dapat berkontribusi pada perkembangan sindrom ini. Media dan budaya populer sering kali memuja gaya hidup tanpa tanggung jawab, memperkuat perilaku kekanak-kanakan.

5. Kurangnya Tujuan Hidup


Individu dengan sindrom Peter Pan mungkin mengalami kesulitan dalam menetapkan tujuan jangka panjang atau merasa tidak memiliki arah dalam hidup mereka, yang dapat memperburuk perilaku kekanak-kanakan.
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengenal Terapi Regeneratif,...
Mengenal Terapi Regeneratif, Pendekatan Medis untuk Peremajaan dan Pemulihan Jaringan
Jelang Iduladha, Aldi...
Jelang Iduladha, Aldi Taher Serukan Makan Daging Tanpa Takut Kolesterol
Jangan Tunggu Keluhan,...
Jangan Tunggu Keluhan, Pemeriksaan Mata Anak Perlu Dilakukan Sejak Dini
5 Manfaat Kopi yang...
5 Manfaat Kopi yang Jarang Diketahui, Bikin Panjang Umur hingga Cegah Penyakit Kronis
Nunung Tekankan Pentingnya...
Nunung Tekankan Pentingnya Perawatan Alami untuk Kesehatan Tubuh dan Benjolan
Gaya Hidup Sehat Perempuan...
Gaya Hidup Sehat Perempuan Dimulai dari Deteksi Dini
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
Asosiasi Dosen Ilmu...
Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia: Jokowi Apresiasi UU Polri Baru
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Rekomendasi
Din Syamsuddin Sebut...
Din Syamsuddin Sebut Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipaksakan: Kezaliman yang Nyata
Jangan Sampai Lolos!...
Jangan Sampai Lolos! BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Promo Gila-gilaan dari Rumah, Mobil, sampai Tiket Liburan
Periksa Silmy Karim,...
Periksa Silmy Karim, KPK Telusuri Asal-usul Aset
Berita Terkini
Perkenalkan Budaya Aceh,...
Perkenalkan Budaya Aceh, Peserta Audisi Miss Indonesia 2026 Tampil dengan Tari Ratoh Jaroe
Miss Indonesia 2026...
Miss Indonesia 2026 Cari 38 Finalis Terbaik, Audisi Terakhir Digelar di Jakarta
Kabar Duka, Icuk Nugroho...
Kabar Duka, Icuk Nugroho Pemeran Saep di Preman Pensiun Meninggal Dunia
Mengenal Terapi Regeneratif,...
Mengenal Terapi Regeneratif, Pendekatan Medis untuk Peremajaan dan Pemulihan Jaringan
Ruben Onsu Akui Sempat...
Ruben Onsu Akui Sempat Minta Bertemu Anak di Sekolah, Namun Gagal karena Alasan Ini
Road to Kilau Raya Hadir...
Road to Kilau Raya Hadir di Kota Mojokerto, Siapkan Pesta Rakyat Penuh Kemeriahan
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved