Najel Mikasa Kini Gencar Cari Bintang Baru di Kampus!
Selasa, 18 Maret 2025 - 21:18 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut, wanita kelahirah 18 Desember 2003 itu juga menyorot betapa pro player perempuan saat ini semakin dihargai.
"Sekarang perempuan yang jadi pro player sangat menjanjikan, tapi memang regenerasinya terlalu cepat. Tapi di esport itu lebih enaknya jadi talent atau konten kreator," imbuhnya.
Najel mengaku turut bangga menjadi bagian dalam perjalanan Evos yang saat ini dikenal sebagai salah satu organisasi dan komunitas terkemuka di Indonesia dan Asia Tenggara. Terlebih lagi, Evos banyak melakukan kolaborasi dengan banyak pihak sehingga makin menjangkau anak-anak muda.
"Kolaborasi kami dengan Pop Mie telah berkembang menjadi lebih dari sekadar hubungan bisnis. Ini adalah perjalanan yang memberikan dampak positif bagi para gamer dan komunitas esports Indonesia. Bersama-sama, kami telah menciptakan ekosistem yang mendukung pemain esports, penggemar, dan bahkan generasi muda untuk terus mengeksplorasi dunia esports dengan cara yang lebih seru," kata Tony Tham selaku Head of Commercial EVOS.
Bisa dikatakan potensi dunia esport di tanah air begitu luar biasa dan menjadi tren sendiri dikalangan generasi muda tanah air. Untuk itulah, TIM esports gencar merangkul kalangan kampus demi menjaring talenta muda untuk pengembangan serta regenerasi. Hal itu salah satunya dilakukan Evos yang tahun ini akan kembali menggelar Campus Gaming Ground.
Tahun lalu Evos menyambangi empat kampus di Jabodetabek menggelar Campus Gaming Ground yang salah satu agendanya membuat kompetisi dan pelatihan. Para pemenang diajak bergabung untuk pengembangan di akademi Evos. Pada 2025 ini, Campus Gaming Ground juga akan diselenggarakan di empat kampus baru lainnya untuk meneruskan regenerasi talenta berbakat.
“Ke depan kami berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan kami dan memberikan lebih banyak pengalaman seru bagi para gamer," Head of Commercial Evos, Tony Tham, di Jakarta, belum lama ini.
"Sekarang perempuan yang jadi pro player sangat menjanjikan, tapi memang regenerasinya terlalu cepat. Tapi di esport itu lebih enaknya jadi talent atau konten kreator," imbuhnya.
Najel mengaku turut bangga menjadi bagian dalam perjalanan Evos yang saat ini dikenal sebagai salah satu organisasi dan komunitas terkemuka di Indonesia dan Asia Tenggara. Terlebih lagi, Evos banyak melakukan kolaborasi dengan banyak pihak sehingga makin menjangkau anak-anak muda.
"Kolaborasi kami dengan Pop Mie telah berkembang menjadi lebih dari sekadar hubungan bisnis. Ini adalah perjalanan yang memberikan dampak positif bagi para gamer dan komunitas esports Indonesia. Bersama-sama, kami telah menciptakan ekosistem yang mendukung pemain esports, penggemar, dan bahkan generasi muda untuk terus mengeksplorasi dunia esports dengan cara yang lebih seru," kata Tony Tham selaku Head of Commercial EVOS.
Bisa dikatakan potensi dunia esport di tanah air begitu luar biasa dan menjadi tren sendiri dikalangan generasi muda tanah air. Untuk itulah, TIM esports gencar merangkul kalangan kampus demi menjaring talenta muda untuk pengembangan serta regenerasi. Hal itu salah satunya dilakukan Evos yang tahun ini akan kembali menggelar Campus Gaming Ground.
Tahun lalu Evos menyambangi empat kampus di Jabodetabek menggelar Campus Gaming Ground yang salah satu agendanya membuat kompetisi dan pelatihan. Para pemenang diajak bergabung untuk pengembangan di akademi Evos. Pada 2025 ini, Campus Gaming Ground juga akan diselenggarakan di empat kampus baru lainnya untuk meneruskan regenerasi talenta berbakat.
“Ke depan kami berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan kami dan memberikan lebih banyak pengalaman seru bagi para gamer," Head of Commercial Evos, Tony Tham, di Jakarta, belum lama ini.
Lihat Juga :