Najel Mikasa Kini Gencar Cari Bintang Baru di Kampus!
Selasa, 18 Maret 2025 - 21:18 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Bicara tentang gamer cantik berbakat, publik bisa jadi sudah tak asing dengan Najel Mikasa. Ia kini tercatat sebagai salah satu talent di tim Evos Esports. Ia baru-baru ini mengaku turut senang melihat perkembangan dunia game di Indonesia.
Najel sendiri tercatat sudah menjadi pro player MLBB sejak tahun 2017 silam. Kala itu, usianya masih 14 tahun. Melihat lagi ke belakang, Najel menyadari ada banyak perbedaan dulu dan sekarang kala ia sudah menjadi talent.
Tak heran jika Najel pun berharap bisa terus menjadi inspirasi bagi anak-anak muda. Ia kembali mengingat perjuangannya dulu kala.
"Dulu main games sehari bisa 12 jam, sekarang paling hanya lima sampai tujuh jam. Sekarang paling bentar main dua jam," ujarnya dalam cara perayaan tujuh tahun kolaborasi antara EVOS dan Pop Mie belum lama ini.
Lebih lanjut, wanita kelahiran 18 Desember 2003 itu juga menyorot betapa pro player perempuan saat ini semakin dihargai.
"Sekarang perempuan yang jadi pro player sangat menjanjikan, tapi memang regenerasinya terlalu cepat. Tapi di esport itu lebih enaknya jadi talent atau konten kreator," imbuhnya.
"Dulu main games sehari bisa 12 jam, sekarang paling hanya lima sampai tujuh jam. Sekarang paling bentar main dua jam," ujarnya dalam cara perayaan tujuh tahun kolaborasi antara EVOS dan Pop Mie belum lama ini.
Lebih lanjut, wanita kelahirah 18 Desember 2003 itu juga menyorot betapa pro player perempuan saat ini semakin dihargai.
"Sekarang perempuan yang jadi pro player sangat menjanjikan, tapi memang regenerasinya terlalu cepat. Tapi di esport itu lebih enaknya jadi talent atau konten kreator," imbuhnya.
Najel mengaku turut bangga menjadi bagian dalam perjalanan Evos yang saat ini dikenal sebagai salah satu organisasi dan komunitas terkemuka di Indonesia dan Asia Tenggara. Terlebih lagi, Evos banyak melakukan kolaborasi dengan banyak pihak sehingga makin menjangkau anak-anak muda.
"Kolaborasi kami dengan Pop Mie telah berkembang menjadi lebih dari sekadar hubungan bisnis. Ini adalah perjalanan yang memberikan dampak positif bagi para gamer dan komunitas esports Indonesia. Bersama-sama, kami telah menciptakan ekosistem yang mendukung pemain esports, penggemar, dan bahkan generasi muda untuk terus mengeksplorasi dunia esports dengan cara yang lebih seru," kata Tony Tham selaku Head of Commercial EVOS.
Bisa dikatakan potensi dunia esport di tanah air begitu luar biasa dan menjadi tren sendiri dikalangan generasi muda tanah air. Untuk itulah, TIM esports gencar merangkul kalangan kampus demi menjaring talenta muda untuk pengembangan serta regenerasi. Hal itu salah satunya dilakukan Evos yang tahun ini akan kembali menggelar Campus Gaming Ground.
Tahun lalu Evos menyambangi empat kampus di Jabodetabek menggelar Campus Gaming Ground yang salah satu agendanya membuat kompetisi dan pelatihan. Para pemenang diajak bergabung untuk pengembangan di akademi Evos. Pada 2025 ini, Campus Gaming Ground juga akan diselenggarakan di empat kampus baru lainnya untuk meneruskan regenerasi talenta berbakat.
“Ke depan kami berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan kami dan memberikan lebih banyak pengalaman seru bagi para gamer," Head of Commercial Evos, Tony Tham, di Jakarta, belum lama ini.
Menurut Tony, kalangan mahasiswa menjadi segmen yang perlu terus didukung untuk memunculkan talenta-talenta baru. Strategi itu, kata dia, untuk menjemput bola karena besarnya antusiasme esports di kalangan mahasiswa.
Baginya, saat ini banyak bibit baru yang perlu dikembangkan secara kompetitif untuk masuk dalam ekosistem esport Tanah Air. "Esports ini cabang olahraga yang sifatnya fun dan juga bisa mengembangkan karier para pemainnya,” imbuh Tony.
Lewat Campus Gaming Ground, rencananya Evos akan kembali mengunjungi empat kampus, yang dalam agendanya meneruskan regenerasi pemain berbakat yang akan didukung juga melalui EVOS Academy.
Tidak sekedar kompetisi, para mahasiswa ini nanti akan mendapatkan berbagai pelatihan dari para pemain pro dari Evos dan kegiatan ini disambut antusias yang besar dari para mahasiswa di tahun lalu. Terlihat dari lebih 1.700 yang hadir di Pop Mie Campus Gaming Ground yang dihelat di empat kampus pada 2024 lalu. Untuk menandai tujuh tahun kolaborasi ini, mereka memperkenalkan special merchandise terbaru berupa jaket windbreaker eksklusif.
Lebih lanjut Tony menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan kami dan memberikan lebih banyak pengalaman seru bagi gamer dan Evos Fams. Ke depan, kami berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan kami dan memberikan lebih banyak pengalaman seru bagi para gamer dan EVOS Fams.
“Kami percaya bahwa dengan semangat sinergi yang kuat, kami dapat terus menginspirasi generasi muda dan membawa esports Indonesia ke level yang lebih tinggi," tutup Tony Tham.
Najel sendiri tercatat sudah menjadi pro player MLBB sejak tahun 2017 silam. Kala itu, usianya masih 14 tahun. Melihat lagi ke belakang, Najel menyadari ada banyak perbedaan dulu dan sekarang kala ia sudah menjadi talent.
Tak heran jika Najel pun berharap bisa terus menjadi inspirasi bagi anak-anak muda. Ia kembali mengingat perjuangannya dulu kala.
"Dulu main games sehari bisa 12 jam, sekarang paling hanya lima sampai tujuh jam. Sekarang paling bentar main dua jam," ujarnya dalam cara perayaan tujuh tahun kolaborasi antara EVOS dan Pop Mie belum lama ini.
Lebih lanjut, wanita kelahiran 18 Desember 2003 itu juga menyorot betapa pro player perempuan saat ini semakin dihargai.
"Sekarang perempuan yang jadi pro player sangat menjanjikan, tapi memang regenerasinya terlalu cepat. Tapi di esport itu lebih enaknya jadi talent atau konten kreator," imbuhnya.
"Dulu main games sehari bisa 12 jam, sekarang paling hanya lima sampai tujuh jam. Sekarang paling bentar main dua jam," ujarnya dalam cara perayaan tujuh tahun kolaborasi antara EVOS dan Pop Mie belum lama ini.
Lebih lanjut, wanita kelahirah 18 Desember 2003 itu juga menyorot betapa pro player perempuan saat ini semakin dihargai.
"Sekarang perempuan yang jadi pro player sangat menjanjikan, tapi memang regenerasinya terlalu cepat. Tapi di esport itu lebih enaknya jadi talent atau konten kreator," imbuhnya.
Najel mengaku turut bangga menjadi bagian dalam perjalanan Evos yang saat ini dikenal sebagai salah satu organisasi dan komunitas terkemuka di Indonesia dan Asia Tenggara. Terlebih lagi, Evos banyak melakukan kolaborasi dengan banyak pihak sehingga makin menjangkau anak-anak muda.
"Kolaborasi kami dengan Pop Mie telah berkembang menjadi lebih dari sekadar hubungan bisnis. Ini adalah perjalanan yang memberikan dampak positif bagi para gamer dan komunitas esports Indonesia. Bersama-sama, kami telah menciptakan ekosistem yang mendukung pemain esports, penggemar, dan bahkan generasi muda untuk terus mengeksplorasi dunia esports dengan cara yang lebih seru," kata Tony Tham selaku Head of Commercial EVOS.
Bisa dikatakan potensi dunia esport di tanah air begitu luar biasa dan menjadi tren sendiri dikalangan generasi muda tanah air. Untuk itulah, TIM esports gencar merangkul kalangan kampus demi menjaring talenta muda untuk pengembangan serta regenerasi. Hal itu salah satunya dilakukan Evos yang tahun ini akan kembali menggelar Campus Gaming Ground.
Tahun lalu Evos menyambangi empat kampus di Jabodetabek menggelar Campus Gaming Ground yang salah satu agendanya membuat kompetisi dan pelatihan. Para pemenang diajak bergabung untuk pengembangan di akademi Evos. Pada 2025 ini, Campus Gaming Ground juga akan diselenggarakan di empat kampus baru lainnya untuk meneruskan regenerasi talenta berbakat.
“Ke depan kami berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan kami dan memberikan lebih banyak pengalaman seru bagi para gamer," Head of Commercial Evos, Tony Tham, di Jakarta, belum lama ini.
Menurut Tony, kalangan mahasiswa menjadi segmen yang perlu terus didukung untuk memunculkan talenta-talenta baru. Strategi itu, kata dia, untuk menjemput bola karena besarnya antusiasme esports di kalangan mahasiswa.
Baginya, saat ini banyak bibit baru yang perlu dikembangkan secara kompetitif untuk masuk dalam ekosistem esport Tanah Air. "Esports ini cabang olahraga yang sifatnya fun dan juga bisa mengembangkan karier para pemainnya,” imbuh Tony.
Lewat Campus Gaming Ground, rencananya Evos akan kembali mengunjungi empat kampus, yang dalam agendanya meneruskan regenerasi pemain berbakat yang akan didukung juga melalui EVOS Academy.
Tidak sekedar kompetisi, para mahasiswa ini nanti akan mendapatkan berbagai pelatihan dari para pemain pro dari Evos dan kegiatan ini disambut antusias yang besar dari para mahasiswa di tahun lalu. Terlihat dari lebih 1.700 yang hadir di Pop Mie Campus Gaming Ground yang dihelat di empat kampus pada 2024 lalu. Untuk menandai tujuh tahun kolaborasi ini, mereka memperkenalkan special merchandise terbaru berupa jaket windbreaker eksklusif.
Lebih lanjut Tony menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan kami dan memberikan lebih banyak pengalaman seru bagi gamer dan Evos Fams. Ke depan, kami berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan kami dan memberikan lebih banyak pengalaman seru bagi para gamer dan EVOS Fams.
“Kami percaya bahwa dengan semangat sinergi yang kuat, kami dapat terus menginspirasi generasi muda dan membawa esports Indonesia ke level yang lebih tinggi," tutup Tony Tham.
(tar)
Lihat Juga :