Idap Sindrom Fowler, Wanita 27 Tahun Ini Tidak Bisa Buang Air Kecil selama 6 Tahun
Selasa, 22 April 2025 - 09:00 WIB
loading...
A
A
A
Awalnya, Anna diajari melakukan kateterisasi mandiri sebanyak lima kali sehari. Namun, karena sering mengalami infeksi, ia akhirnya dipasangi kateter suprapubik pada tahun 2020. Alat ini adalah selang yang ditanamkan langsung ke kandung kemih melalui perut dan terhubung ke kantong penampung urine, yang harus dikosongkan beberapa kali dalam sehari.
Kondisi tersebut memberikan dampak besar dalam kehidupan sosial dan mental Anna. Ia mengaku sempat menjalani perawatan untuk masalah kesehatan mental setelah didiagnosis, serta merasa kehilangan rasa percaya diri. Namun seiring waktu, ia belajar menerima kenyataan dan kini mulai terbuka dalam membagikan kisahnya.
"Saya sempat merasa seolah menjadi satu-satunya orang di dunia dengan kondisi ini. Tapi menemukan komunitas online sesama penderita sungguh sangat membantu dan membuat saya merasa tidak sendiri," kata Anna.
Baca Juga: Mengenal Sindrom Williams, Penyakit yang Diderita Anak Dede Sunandar
Pada Januari 2024, Anna kembali dilarikan ke rumah sakit karena mengalami infeksi sepsis di area tempat kateter ditanamkan. Ia sempat dirawat di unit perawatan intensif selama tiga minggu sebelum akhirnya dipulangkan.
"Saat itu saya benar-benar merasa saya akan meninggal," katanya mengenang masa-masa kritis tersebut.
Anna sempat mengikuti uji klinis pada tahun 2020 untuk alat pacu saraf sakral, perangkat yang diharapkan mampu membantu otak mengirim sinyal ke kandung kemih. Namun, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa fungsi kandung kemihnya terlalu rendah untuk melanjutkan prosedur tersebut.
Kondisi tersebut memberikan dampak besar dalam kehidupan sosial dan mental Anna. Ia mengaku sempat menjalani perawatan untuk masalah kesehatan mental setelah didiagnosis, serta merasa kehilangan rasa percaya diri. Namun seiring waktu, ia belajar menerima kenyataan dan kini mulai terbuka dalam membagikan kisahnya.
"Saya sempat merasa seolah menjadi satu-satunya orang di dunia dengan kondisi ini. Tapi menemukan komunitas online sesama penderita sungguh sangat membantu dan membuat saya merasa tidak sendiri," kata Anna.
Baca Juga: Mengenal Sindrom Williams, Penyakit yang Diderita Anak Dede Sunandar
Pada Januari 2024, Anna kembali dilarikan ke rumah sakit karena mengalami infeksi sepsis di area tempat kateter ditanamkan. Ia sempat dirawat di unit perawatan intensif selama tiga minggu sebelum akhirnya dipulangkan.
"Saat itu saya benar-benar merasa saya akan meninggal," katanya mengenang masa-masa kritis tersebut.
Anna sempat mengikuti uji klinis pada tahun 2020 untuk alat pacu saraf sakral, perangkat yang diharapkan mampu membantu otak mengirim sinyal ke kandung kemih. Namun, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa fungsi kandung kemihnya terlalu rendah untuk melanjutkan prosedur tersebut.
Lihat Juga :