Pemberian ASI Eksklusif di Indonesia 5 Tahun Terakhir Terus Meningkat
Kamis, 22 Mei 2025 - 18:40 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, sektor swasta di bidang kesehatan dan nutrisi telah lama memahami pentingnya pemberian cuti melahirkan hingga 6 bulan untuk memastikan dukungan terhadap pemberian ASI eksklusif. Perusahaan-perusahaan ini telah lama menerapkan kebijakan cuti melahirkan hingga 6 bulan bagi karyawannya.
Dari perspektif kesehatan, cuti melahirkan memberi dampak positif ganda. Bagi ibu, waktu ini penting untuk pemulihan fisik dan mental pasca persalinan, serta menurunkan risiko depresi postnatal. Sementara bagi bayi, ASI eksklusif memperkuat sistem imun, menurunkan risiko kematian, dan mendukung perkembangan otak yang optimal.
Tak hanya berdampak pada individu, cuti melahirkan juga membawa manfaat bagi perusahaan. “Bayi yang lebih sehat berarti orang tua lebih jarang mengambil izin sakit. Dan ketika pekerja merasa didukung, mereka lebih semangat kembali bekerja,” ujar Naomi. Ini menciptakan siklus positif antara keluarga dan tempat kerja.
Secara keseluruhan, lonjakan angka ASI eksklusif di Indonesia adalah hasil dari kolaborasi multi pihak—pemerintah, pihak swasta, lembaga swadaya masyarakat, akademisi, media dan masyarakat.
Ke depan, diharapkan ada langkah nyata dari pemerintah untuk memastikan implementasi UU terbaru, serta memberikan insentif kepada perusahaan yang mendukung pemberian ASI. Dengan begitu, Indonesia bisa menjadi negara teladan dalam mewujudkan generasi yang lebih sehat sejak dini.
Dari perspektif kesehatan, cuti melahirkan memberi dampak positif ganda. Bagi ibu, waktu ini penting untuk pemulihan fisik dan mental pasca persalinan, serta menurunkan risiko depresi postnatal. Sementara bagi bayi, ASI eksklusif memperkuat sistem imun, menurunkan risiko kematian, dan mendukung perkembangan otak yang optimal.
Tak hanya berdampak pada individu, cuti melahirkan juga membawa manfaat bagi perusahaan. “Bayi yang lebih sehat berarti orang tua lebih jarang mengambil izin sakit. Dan ketika pekerja merasa didukung, mereka lebih semangat kembali bekerja,” ujar Naomi. Ini menciptakan siklus positif antara keluarga dan tempat kerja.
Secara keseluruhan, lonjakan angka ASI eksklusif di Indonesia adalah hasil dari kolaborasi multi pihak—pemerintah, pihak swasta, lembaga swadaya masyarakat, akademisi, media dan masyarakat.
Ke depan, diharapkan ada langkah nyata dari pemerintah untuk memastikan implementasi UU terbaru, serta memberikan insentif kepada perusahaan yang mendukung pemberian ASI. Dengan begitu, Indonesia bisa menjadi negara teladan dalam mewujudkan generasi yang lebih sehat sejak dini.
(dra)
Lihat Juga :