Posan Tobing Gelar Konser Ni Raja Orkestra, Lestarikan Kusik dan Budaya Batak
Senin, 09 Juni 2025 - 12:30 WIB
loading...
Posan Tobing kembali menggelar konser megah bertajuk Anak Ni Raja Orkestra di Bekasi Convention Center (BCC), Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (7/6/2025) malam. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Posan Tobing kembali menggelar konser megah bertajuk “Anak Ni Raja Orkestra” di Bekasi Convention Center (BCC), Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (7/6/2025) malam.
Konser ini digelar untuk merayakan dan mengangkat kembali kekayaan musik dan budaya Batak.
Tidak hanya menyuguhkan hiburan, juga menjadi panggung apresiasi para musisi Batak yang selama ini konsisten berkarya dan menjaga identitas budaya di tengah gempuran musik global.
Konser dengan konsep orkestra etnik modern ini, dimeriahkan sejumlah nama besar. Selain Posan Tobing Harmoni, ada juga Rita Butar Butar, Viky Sianipar, Ferdy Tahier Siboro dari Element, Marsada Band, Silvani Aritonang, hingga Senada Trio.
Posan Tobing mengaku bersyukur atas antusiasme luar biasa dari masyarakat Batak dan pecinta musik daerah.
“Batak layak untuk update dalam hal bermusik, dalam hal menikmati musik-musik terutama daerah. Kami survei terlebih dahulu artis-artis yang ingin ditonton kalangan Batak, dan teman-teman inilah yang paling banyak diminati,” ujar Posan Tobing.
Atmosfer meriah mulai terasa saat Marsada Band membuka panggung dengan aransemen etnik yang kuat dan memikat.
Sementara, Rita Butar Butar dan Viky Sianipar menyentuh emosi penonton dengan membawakan lagu-lagu klasik Batak dalam aransemen orkestra modern yang megah.
Salah satu penampilan yang paling dinanti adalah dari Ferdy Tahier, vokalis band Element, yang untuk pertama kalinya menyanyikan lagu Batak di atas panggung besar.
Ia membawakan lagu “Anak Medan” dengan penuh semangat dan penghayatan.
“Ayah saya itu kan orang Batak. Dia pengen banget saya bisa ngomong Batak, nyanyi lagu Batak, sedangkan saya lahir di Bandung. Jadi thank you banget bisa diajak dan ikut berpartisipasi di konser ini. Mudah-mudahan Ayah saya nonton juga ya,” ungkap Ferdy Tahier.
Lebih lanjut, Posan Tobing menegaskan pentingnya mengajak generasi muda untuk tidak melupakan akar budaya mereka.
“Ini untuk melestarikan dan membuat musik dan budaya Batak lebih maju lagi. Kita ajak generasi sekarang untuk lebih peka, dan mau ikut melestarikan budaya Batak serta berbahasa Batak,” ucap dia.
Konser ini digelar untuk merayakan dan mengangkat kembali kekayaan musik dan budaya Batak.
Tidak hanya menyuguhkan hiburan, juga menjadi panggung apresiasi para musisi Batak yang selama ini konsisten berkarya dan menjaga identitas budaya di tengah gempuran musik global.
Konser dengan konsep orkestra etnik modern ini, dimeriahkan sejumlah nama besar. Selain Posan Tobing Harmoni, ada juga Rita Butar Butar, Viky Sianipar, Ferdy Tahier Siboro dari Element, Marsada Band, Silvani Aritonang, hingga Senada Trio.
Posan Tobing mengaku bersyukur atas antusiasme luar biasa dari masyarakat Batak dan pecinta musik daerah.
“Batak layak untuk update dalam hal bermusik, dalam hal menikmati musik-musik terutama daerah. Kami survei terlebih dahulu artis-artis yang ingin ditonton kalangan Batak, dan teman-teman inilah yang paling banyak diminati,” ujar Posan Tobing.
Atmosfer meriah mulai terasa saat Marsada Band membuka panggung dengan aransemen etnik yang kuat dan memikat.
Sementara, Rita Butar Butar dan Viky Sianipar menyentuh emosi penonton dengan membawakan lagu-lagu klasik Batak dalam aransemen orkestra modern yang megah.
Salah satu penampilan yang paling dinanti adalah dari Ferdy Tahier, vokalis band Element, yang untuk pertama kalinya menyanyikan lagu Batak di atas panggung besar.
Ia membawakan lagu “Anak Medan” dengan penuh semangat dan penghayatan.
“Ayah saya itu kan orang Batak. Dia pengen banget saya bisa ngomong Batak, nyanyi lagu Batak, sedangkan saya lahir di Bandung. Jadi thank you banget bisa diajak dan ikut berpartisipasi di konser ini. Mudah-mudahan Ayah saya nonton juga ya,” ungkap Ferdy Tahier.
Lebih lanjut, Posan Tobing menegaskan pentingnya mengajak generasi muda untuk tidak melupakan akar budaya mereka.
“Ini untuk melestarikan dan membuat musik dan budaya Batak lebih maju lagi. Kita ajak generasi sekarang untuk lebih peka, dan mau ikut melestarikan budaya Batak serta berbahasa Batak,” ucap dia.
(dra)
Lihat Juga :