Studi: Pewarna Rambut Permanen Dapat Tingkatkan Risiko Kanker pada Wanita
Selasa, 08 September 2020 - 21:03 WIB
loading...
A
A
A
Dilansir laman Times Now News pada Selasa (8/9), disebutkan bahwa para wanita tersebut tidak menderita kanker pada awal penelitian dan diikuti selama 36 tahun.
Penggunaan pewarna permanen dikaitkan dengan sedikit peningkatan risiko karsinoma sel basal kulit, dan risiko ini lebih tinggi pada wanita dengan rambut terang alami.
Hasilnya menunjukkan peningkatan risiko tiga jenis kanker payudara yakni reseptor estrogen-negatif, reseptor-negatif progesteron, dan reseptor-negatif hormon. Kanker ovarium juga dikaitkan dengan penggunaan pewarna permanen, dengan risiko meningkat sesuai dengan kumulatif jumlah pewarna wanita yang terpapar.
Peningkatan risiko limfoma hodgkin pun terlihat dengan penggunaan pewarna rambut permanen, tetapi hanya untuk wanita dengan rambut gelap alami.
"Penjelasan yang dimungkinkan bahwa warna pada pewarna rambut permanen dikaitkan dengan konsentrasi bahan, dengan warna yang lebih gelap memiliki konsentrasi lebih tinggi," kata penulis penelitian .
Penggunaan pewarna permanen dikaitkan dengan sedikit peningkatan risiko karsinoma sel basal kulit, dan risiko ini lebih tinggi pada wanita dengan rambut terang alami.
Hasilnya menunjukkan peningkatan risiko tiga jenis kanker payudara yakni reseptor estrogen-negatif, reseptor-negatif progesteron, dan reseptor-negatif hormon. Kanker ovarium juga dikaitkan dengan penggunaan pewarna permanen, dengan risiko meningkat sesuai dengan kumulatif jumlah pewarna wanita yang terpapar.
Peningkatan risiko limfoma hodgkin pun terlihat dengan penggunaan pewarna rambut permanen, tetapi hanya untuk wanita dengan rambut gelap alami.
"Penjelasan yang dimungkinkan bahwa warna pada pewarna rambut permanen dikaitkan dengan konsentrasi bahan, dengan warna yang lebih gelap memiliki konsentrasi lebih tinggi," kata penulis penelitian .
Lihat Juga :