5 Bahaya Kelebihan Karbohidrat bagi Kesehatan, Kolesterol Naik hingga Risiko Diabetes
Selasa, 15 Juli 2025 - 04:30 WIB
loading...
A
A
A
Lantas, seperti apa bahaya kelebihan karbohidrat pada tubuh yang bisa menyebabkan masalah kesehatan? Berikut informasinya.
Terlalu banyak karbohidrat juga dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh. Ini meningkatkan kolesterol jahat (trigliserida) dalam darah yang dapat menyebabkan penyakit jantung.
Saat tubuh mendapatkan lebih banyak karbohidrat dari yang dibutuhkan untuk energi, kelebihan itu diubah menjadi lemak, termasuk trigliserida, yang disimpan dalam jaringan lemak. Kadar trigliserida tinggi ini merupakan faktor risiko penyakit jantung.
Tingkat metabolisme yang rendah dapat menyebabkan penambahan berat badan. Oleh karena itu, penting untuk menjaga keseimbangan nutrisi dalam makanan Anda.
Dampak negatif lain dari terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat adalah peningkatan kadar gula darah. Untuj mempertahankan kadar tersebut, pankreas melepaskan insulin, yang mengakibatkan tingginya insulin dalam tubuh. Hal ini dapat menyebabkan kelebihan berat badan dan bahkan lebih mengidam gula.
Selain hiperinsulinemia, konsumsi makanan kaya karbohidrat dalam waktu lama juga dapat membuat pankreas melepaskan lebih sedikit insulin setelah jangka waktu tertentu. Hal ini dapat membuat seseorang rentan terkena diabetes, yang merupakan masalah kesehatan utama.
Jika ibu hamil mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah tinggi, kelebihan gula dapat berpindah dari plasenta ke bayi. Hal ini dapat menyebabkan makrosomia janin, yaitu bayi yang lebih besar atau diabetes tipe 1 pada bayi baru lahir.
Jika seorang wanita mengonsumsi banyak karbohidrat pada masa kehamilan ini, hal tersebut dapat menyebabkan kelelahan dan penambahan berat badan yang banyak. Bahkan, hal ini dapat menyebabkan penyakit diabetes yang disebabkan oleh kehamilan (Diabetes Melitus Gestasional).
5 Bahaya Kelebihan Karbohidrat bagi Kesehatan
1. Peningkatan kolesterol
Terlalu banyak karbohidrat juga dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh. Ini meningkatkan kolesterol jahat (trigliserida) dalam darah yang dapat menyebabkan penyakit jantung.
Saat tubuh mendapatkan lebih banyak karbohidrat dari yang dibutuhkan untuk energi, kelebihan itu diubah menjadi lemak, termasuk trigliserida, yang disimpan dalam jaringan lemak. Kadar trigliserida tinggi ini merupakan faktor risiko penyakit jantung.
2. Metabolisme Rendah
Pertama ialah tingkat metabolisme yang rendah. Makan terlalu banyak karbohidrat dapat memperlambat laju metabolisme Anda.Tingkat metabolisme yang rendah dapat menyebabkan penambahan berat badan. Oleh karena itu, penting untuk menjaga keseimbangan nutrisi dalam makanan Anda.
3. Gula Darah Tinggi
Dampak negatif lain dari terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat adalah peningkatan kadar gula darah. Untuj mempertahankan kadar tersebut, pankreas melepaskan insulin, yang mengakibatkan tingginya insulin dalam tubuh. Hal ini dapat menyebabkan kelebihan berat badan dan bahkan lebih mengidam gula.
4. Produksi Insulin Lebih Sedikit
Selain hiperinsulinemia, konsumsi makanan kaya karbohidrat dalam waktu lama juga dapat membuat pankreas melepaskan lebih sedikit insulin setelah jangka waktu tertentu. Hal ini dapat membuat seseorang rentan terkena diabetes, yang merupakan masalah kesehatan utama.
5. Masalah Kehamilan
Jika ibu hamil mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah tinggi, kelebihan gula dapat berpindah dari plasenta ke bayi. Hal ini dapat menyebabkan makrosomia janin, yaitu bayi yang lebih besar atau diabetes tipe 1 pada bayi baru lahir.
Jika seorang wanita mengonsumsi banyak karbohidrat pada masa kehamilan ini, hal tersebut dapat menyebabkan kelelahan dan penambahan berat badan yang banyak. Bahkan, hal ini dapat menyebabkan penyakit diabetes yang disebabkan oleh kehamilan (Diabetes Melitus Gestasional).
(nnz)
Lihat Juga :