Miles for Meals, 3 Pelari Tempuh Misi Lari 16 Hari demi Nutrisi Anak Palestina
Senin, 21 Juli 2025 - 12:30 WIB
loading...
Platform galang dana dan donasi online Ayobantu.com menginisiasi kampanye kemanusiaan bertajuk Miles for Meals. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Platform galang dana dan donasi online Ayobantu.com menginisiasi kampanye kemanusiaan bertajuk Miles for Meals, sebuah program penggalangan dana yang menyatukan semangat solidaritas, sportivitas, dan kepedulian terhadap krisis kemanusiaan di Palestina.
Tiga pelari yaitu Ankit Kumar, Hendra Siswanto, dan Patricia Lisia akan menempuh perjalanan panjang mengambil start dari kota Jakarta dan finis di wilayah Kabuaten Badung, Bali (GVK, Bali). Selama 16 hari, Ankit akan berlari melintasi sejumlah kota di Pulau Jawa dengan jarak total 1.600 km. Sedangkan Hendra dan Patricia akan ikut serta dengan menempuh jarak 1.000 km.
Setiap kilometer yang mereka tempuh dikonversi menjadi bantuan makanan bergizi untuk anak-anak dan keluarga di Palestina melalui kampanye bersama. “Ini bukan soal rekor. Ini soal menyelamatkan nyawa. Saya percaya, menyelamatkan satu nyawa berarti menyelamatkan dunia. Dan saya ingin mengubah rasa sakit menjadi makna. Setiap langkah kami adalah janji,” ungkap Ankit Kumar, pelari utama yang juga penggagas inisiatif ini.
Melalui platform Ayobantu.com, masyarakat dapat ikut terlibat langsung dalam kampanye ini. Mulai dengan berdonasi sebesar Rp11.500, satu anak Palestina bisa mendapatkan satu porsi makanan bergizi. Target dari kampanye ini adalah mengumpulkan dana sebesar Rp100 juta atau setara 6.100 USD.
Realitas Krisis di Palestina
Kondisi kemanusiaan di Gaza menjadi latar belakang kuat dari program ini. Berdasarkan data terbaru World Food Programme (WFP) per Mei 2025, seluruh penduduk Gaza menghadapi krisis kelaparan akut. Lebih dari 70.000 anak-anak membutuhkan perawatan segera akibat malnutrisi parah. Sementara itu, WFP membutuhkan dana sebesar 265 juta USD untuk operasi bantuan di Gaza dan Tepi Barat dari Maret hingga Agustus 2025.
“Anak-anak di Gaza tidur dalam kelaparan, tanpa kepastian akan makan esok hari. Kita di sini punya pilihan untuk tidak diam,” tambah Ankit.
“Saya sudah lama menyumbangkan sebagian gaji saya, tapi saya ingin berbuat lebih. Lari ini adalah bentuk dedikasi saya — mengubah penderitaan menjadi harapan,” lanjutnya.
Dalam komitmennya, para pelari (Ankit, Hendra, dan Patricia) menyatakan bahwa seluruh biaya perjalanan dan logistik ditanggung sendiri.
“Saya tidak mengambil satu rupiah pun dari donasi publik untuk biaya pribadi. Seluruh bukti tranfer akan kami share secara terbuka melalui media sosial . Kami ingin setiap langkah benar-benar menjadi makanan yang nyata," tegasnya.
Tiga pelari yaitu Ankit Kumar, Hendra Siswanto, dan Patricia Lisia akan menempuh perjalanan panjang mengambil start dari kota Jakarta dan finis di wilayah Kabupaten Badung, Bali (GVK, Bali). Para pelari rata-rata menempuh 100 km per hari, menembus panas, hujan, dan medan jalan yang beragam.
Ankit menegaskan, kampanye Miles for Meals bukan sekadar penggalangan dana, melainkan juga ajakan moral untuk peduli dan bertindak. Di akhir setiap unggahan kampanye di media sosial, Ankit menuliskan: "Menyelamatkan satu nyawa. Menyelamatkan dunia."
Tiga pelari yaitu Ankit Kumar, Hendra Siswanto, dan Patricia Lisia akan menempuh perjalanan panjang mengambil start dari kota Jakarta dan finis di wilayah Kabuaten Badung, Bali (GVK, Bali). Selama 16 hari, Ankit akan berlari melintasi sejumlah kota di Pulau Jawa dengan jarak total 1.600 km. Sedangkan Hendra dan Patricia akan ikut serta dengan menempuh jarak 1.000 km.
Setiap kilometer yang mereka tempuh dikonversi menjadi bantuan makanan bergizi untuk anak-anak dan keluarga di Palestina melalui kampanye bersama. “Ini bukan soal rekor. Ini soal menyelamatkan nyawa. Saya percaya, menyelamatkan satu nyawa berarti menyelamatkan dunia. Dan saya ingin mengubah rasa sakit menjadi makna. Setiap langkah kami adalah janji,” ungkap Ankit Kumar, pelari utama yang juga penggagas inisiatif ini.
Melalui platform Ayobantu.com, masyarakat dapat ikut terlibat langsung dalam kampanye ini. Mulai dengan berdonasi sebesar Rp11.500, satu anak Palestina bisa mendapatkan satu porsi makanan bergizi. Target dari kampanye ini adalah mengumpulkan dana sebesar Rp100 juta atau setara 6.100 USD.
Realitas Krisis di Palestina
Kondisi kemanusiaan di Gaza menjadi latar belakang kuat dari program ini. Berdasarkan data terbaru World Food Programme (WFP) per Mei 2025, seluruh penduduk Gaza menghadapi krisis kelaparan akut. Lebih dari 70.000 anak-anak membutuhkan perawatan segera akibat malnutrisi parah. Sementara itu, WFP membutuhkan dana sebesar 265 juta USD untuk operasi bantuan di Gaza dan Tepi Barat dari Maret hingga Agustus 2025.
“Anak-anak di Gaza tidur dalam kelaparan, tanpa kepastian akan makan esok hari. Kita di sini punya pilihan untuk tidak diam,” tambah Ankit.
“Saya sudah lama menyumbangkan sebagian gaji saya, tapi saya ingin berbuat lebih. Lari ini adalah bentuk dedikasi saya — mengubah penderitaan menjadi harapan,” lanjutnya.
Dalam komitmennya, para pelari (Ankit, Hendra, dan Patricia) menyatakan bahwa seluruh biaya perjalanan dan logistik ditanggung sendiri.
“Saya tidak mengambil satu rupiah pun dari donasi publik untuk biaya pribadi. Seluruh bukti tranfer akan kami share secara terbuka melalui media sosial . Kami ingin setiap langkah benar-benar menjadi makanan yang nyata," tegasnya.
Tiga pelari yaitu Ankit Kumar, Hendra Siswanto, dan Patricia Lisia akan menempuh perjalanan panjang mengambil start dari kota Jakarta dan finis di wilayah Kabupaten Badung, Bali (GVK, Bali). Para pelari rata-rata menempuh 100 km per hari, menembus panas, hujan, dan medan jalan yang beragam.
Ankit menegaskan, kampanye Miles for Meals bukan sekadar penggalangan dana, melainkan juga ajakan moral untuk peduli dan bertindak. Di akhir setiap unggahan kampanye di media sosial, Ankit menuliskan: "Menyelamatkan satu nyawa. Menyelamatkan dunia."
(dra)
Lihat Juga :