Uji Toksikologi Temukan Paracetamol dan Chlorpheniramine di Tubuh Diplomat Arya Daru, Apa Itu?

Rabu, 30 Juli 2025 - 07:00 WIB
loading...
Uji Toksikologi Temukan...
Hasil uji toksikologi terhadap jenazah diplomat Kementerian Luar Negeri Arya Daru Pangayunan, mengungkap adanya kandungan paracetamol dan chlorpheniramine. Foto/Facebook Arya Daru Pangayunan
A A A
JAKARTA - Hasil uji toksikologi terhadap jenazah diplomat Kementerian Luar Negeri Arya Daru Pangayunan , mengungkap adanya kandungan dua zat aktif yang umum ditemukan dalam obat flu, yakni paracetamol dan chlorpheniramine . Temuan ini disampaikan oleh tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri usai menganalisis berbagai sampel organ dan cairan tubuh almarhum.

Tim toksikologi menerima sampel biologis dari jenazah Arya Daru pada 10 Juli 2025 yang meliputi organ penting seperti otak, hati, ginjal, darah, lambung, dan urine. Dalam pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan senyawa beracun seperti sianida, arsenik, alkohol, atau narkoba. Hasilnya menunjukkan bahwa paracetamol ditemukan di otak, ginjal, dan urine.

Sedangkan chlorpheniramine terdeteksi di hampir seluruh organ yang diperiksa, termasuk empedu, limpa, hati, darah, dan lambung. Menurut Puslabfor Bareskrim Polri, ⁠AKP Ade Laksono, tidak ada tanda-tanda senyawa berbahaya dalam tubuh Arya Daru. Namun, keberadaan dua jenis obat tersebut menunjukkan bahwa pria 39 tahun itu mengonsumsi obat flu sebelum meninggal dunia.

"Setelah dilakukan rangkaian sample didapatkan hasil sebagai berikut, seluruh organ dan cairan tubuh almarhum ADP (Arya Daru Pangayunan) tidak ditemukan senyawa toksin. Seperti pestisida, sianida, arsenik, alkohol, maupun narkoba," kata Ade di Polda Metro Jaya pada Selasa, 29 Juli 2025.

"Pada otak ditemukan atau terdeteksi paracetamol, empedu terdeteksi chlorpheniramine, limfa terdeteksi chlorpheniramine, hati terdeteksi chlorpheniramine, ginjal terdeteksi paracetamol, dan chlorpheniramine, lambung terdeteksi chlorpheniramine, darah terdeteksi chlorpheniramine, urine terdeteksi paracetamol dan chlorpheniramine," lanjutnya.

Baca Juga: Polisi Simpulkan Diplomat Kemlu Arya Daru Bunuh Diri

Apa Itu Paracetamol dan Chlorpheniramine?



Dilansir dari Mayo Clinic, Rabu (30/7/2025), paracetamol adalah obat yang masuk dalam golongan analgesik dan antipiretik. Obat ini berfungsi untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang serta menurunkan demam, dan dapat dibeli tanpa resep.

Meski tergolong aman dalam dosis yang tepat, penggunaan berlebihan dapat berisiko menyebabkan kerusakan hati atau hepatotoksisitas. Sementara itu, chlorpheniramine adalah antihistamin generasi pertama yang sering digunakan untuk meredakan gejala alergi seperti pilek, bersin, dan gatal-gatal.

Salah satu efek samping umum dari CTM adalah rasa kantuk. Sebab, senyawa ini dapat menembus sawar darah-otak dan memengaruhi sistem saraf pusat.

Kombinasi Umum dalam Obat Flu



Kombinasi paracetamol dan chlorpheniramine sangat lazim ditemukan dalam berbagai produk obat flu dan demam yang dijual bebas. Kombinasi ini memberikan efek sinergis untuk meredakan gejala flu secara menyeluruh.

Kendati aman dalam dosis yang dianjurkan, pasien dengan gangguan hati, glaukoma, atau yang sedang mengonsumsi obat penenang disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu sebelum menggunakan kombinasi tersebut.

"Kombinasi kedua zat tersebut umum ditemukan dalam obat flu dan demam yang dijual bebas di pasaran," jelasnya.

Temuan toksikologi ini menegaskan bahwa tidak ada bukti keracunan atau paparan zat berbahaya dalam tubuh Arya Daru. Keberadaan paracetamol dan CTM mengarah pada dugaan konsumsi obat flu biasa sebelum kematian, tanpa indikasi overdosis atau tindak kriminal berbasis racun.



Baca Juga: Paracetamol Sirup Terpapar Zat Berbahaya Tewaskan 25 Balita di Bangladesh
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengenal Mati Lemas,...
Mengenal Mati Lemas, Penyebab Diplomat Arya Daru Meninggal Dunia
Bukan Paracetamol! Ini...
Bukan Paracetamol! Ini 8 Bahan Alami untuk Bikin Daging Empuk
3 Efek Samping Terlalu...
3 Efek Samping Terlalu Banyak Konsumsi Paracetemol dan Gejalanya
Profil Molen Kasetra...
Profil Molen Kasetra Suami Enzy Storia yang Berprofesi Sebagai Diplomat di Amerika
5 Alternatif Lain Mengatasi...
5 Alternatif Lain Mengatasi Demam pada Anak Tanpa Paracetamol
Paracetamol Sirup Terpapar...
Paracetamol Sirup Terpapar Zat Berbahaya Tewaskan 25 Balita di Bangladesh
Anies Baswedan: Dino...
Anies Baswedan: Dino Patti Djalal Bukan Karbitan Jadi Diplomat, Bukan Pula Karbitan Jadi Pejabat
Bukan Lagi Negara Adikuasa,...
Bukan Lagi Negara Adikuasa, 250 Diplomat AS Dipecat
Afrika Selatan Usir...
Afrika Selatan Usir Diplomat Israel, Harus Pergi dalam 72 Jam
Rekomendasi
Forum GPI4 di Peru,...
Forum GPI4 di Peru, Indonesia Tegaskan Komitmen Lindungi Gambut Dunia
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Aturan Tutup Mulut FIFA...
Aturan Tutup Mulut FIFA Kembali Makan Korban
Berita Terkini
Jajang C Noer Sebut...
Jajang C Noer Sebut Nadiem Makarim Tak Bersalah, Kritik Vonis 10 Tahun Penjara
Cara Efisien Pengurusan...
Cara Efisien Pengurusan Paspor dan Visa untuk Perjalanan Bisnis Perusahaan
Usai Dikawal Rieke Diah...
Usai Dikawal Rieke Diah Pitaloka, Kasus Nikita Mirzani Kini Dipantau Komisi Yudisial
Sidang PK Nikita Mirzani,...
Sidang PK Nikita Mirzani, Kuasa Hukum Menangis Minta Kliennya Dihadirkan
Sederet Publik Figur...
Sederet Publik Figur Ungkap Kekecewaan soal Vonis 10 Tahun Nadiem Makarim
Betrand Peto Akui Putus...
Betrand Peto Akui Putus dari Aqila, Singgung Adanya Pihak Ketiga
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved