FSRD IKJ Gelar Peragaan Busana ‘Sannidhi’, Usung Kearifan Lokal dalam Sentuhan Kontemporer
Sabtu, 02 Agustus 2025 - 18:55 WIB
loading...
Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Kesenian Jakarta (IKJ) menggelar peragaan busana bertajuk Sannidhi. Foto/IKJ.
A
A
A
JAKARTA - Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Kesenian Jakarta (IKJ) kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan industri kreatif berbasis budaya lokal.
Melalui peragaan busana bertajuk Sannidhi, yang digelar sejak 29 Juli hingga 2 Agustus 2025 di Setiabudi One, Jakarta, sebanyak 17 mahasiswa Program Studi Desain Produk Mode dan Busana menampilkan total 102 karya busana dalam pameran dan fashion show sebagai bagian dari Yudisium Tugas Akhir (TA).
Dekan FSRD IKJ, Dr. Adlien Fadlia menegaskan bahwa Sannidhi bukan sekadar seremoni yudisium, tetapi mencerminkan sinergi konkret antara institusi pendidikan dan pelaku industri dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.
Baca juga: Pecah, Puluhan Ribu Orang Padati Sakura Matsuri 2025 di Jababeka
“Kegiatan ini menunjukkan ciri khas IKJ sebagai perguruan tinggi seni yang memiliki keterikatan kuat dengan kekayaan budaya dan kearifan lokal,” ujarnya.
Tema tersebut tak hanya mencerminkan semangat akademik, tetapi juga menghadirkan sisi personal mahasiswa angkatan 2021 dalam narasi kehidupan sehari-hari yang hangat dan akrab.
Kepala Program Studi Desain Produk Mode dan Busana FSRD IKJ, Novi Yuniarti, menjelaskan bahwa karya-karya yang dipamerkan merupakan hasil eksplorasi budaya nusantara yang diolah dalam konsep mode modern.
“Karya mahasiswa ini mengambil inspirasi dari prosesi ritual tradisional, olahraga rakyat, suasana pasar, dinamika masyarakat urban, hingga arsitektur nusantara. Semua dituangkan dalam koleksi ready to wear deluxe yang inovatif dan estetis,” kata Novi.
Setiap mahasiswa menampilkan lima koleksi busana ready to wear deluxe dan satu karya art fashion, seluruhnya berada di bawah tema besar “Kearifan Lokal dalam Narasi Kontemporer.”
Melalui peragaan busana bertajuk Sannidhi, yang digelar sejak 29 Juli hingga 2 Agustus 2025 di Setiabudi One, Jakarta, sebanyak 17 mahasiswa Program Studi Desain Produk Mode dan Busana menampilkan total 102 karya busana dalam pameran dan fashion show sebagai bagian dari Yudisium Tugas Akhir (TA).
Dekan FSRD IKJ, Dr. Adlien Fadlia menegaskan bahwa Sannidhi bukan sekadar seremoni yudisium, tetapi mencerminkan sinergi konkret antara institusi pendidikan dan pelaku industri dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.
Baca juga: Pecah, Puluhan Ribu Orang Padati Sakura Matsuri 2025 di Jababeka
“Kegiatan ini menunjukkan ciri khas IKJ sebagai perguruan tinggi seni yang memiliki keterikatan kuat dengan kekayaan budaya dan kearifan lokal,” ujarnya.
Makna Sakral Sannidhi dalam Fashion Show Mahasiswa IKJ
Mengangkat tema Sannidhi yang berarti "kehadiran yang sakral" dalam bahasa Sanskerta, kegiatan ini merepresentasikan dedikasi mahasiswa dalam menciptakan karya mode yang berakar pada budaya Indonesia.Tema tersebut tak hanya mencerminkan semangat akademik, tetapi juga menghadirkan sisi personal mahasiswa angkatan 2021 dalam narasi kehidupan sehari-hari yang hangat dan akrab.
Kepala Program Studi Desain Produk Mode dan Busana FSRD IKJ, Novi Yuniarti, menjelaskan bahwa karya-karya yang dipamerkan merupakan hasil eksplorasi budaya nusantara yang diolah dalam konsep mode modern.
“Karya mahasiswa ini mengambil inspirasi dari prosesi ritual tradisional, olahraga rakyat, suasana pasar, dinamika masyarakat urban, hingga arsitektur nusantara. Semua dituangkan dalam koleksi ready to wear deluxe yang inovatif dan estetis,” kata Novi.
Setiap mahasiswa menampilkan lima koleksi busana ready to wear deluxe dan satu karya art fashion, seluruhnya berada di bawah tema besar “Kearifan Lokal dalam Narasi Kontemporer.”
(nnz)
Lihat Juga :