China Setujui Uji Coba Vaksin COVID-19 Semprot Hidung
Jum'at, 11 September 2020 - 16:31 WIB
loading...
China telah menyetujui untuk melakukan uji coba vaksin semprot hidung untuk pertama kalinya sebagai langkah memerangi virus corona baru. Foto/istimewa.
A
A
A
JAKARTA - China telah menyetujui uji coba vaksin semprot hidung pertamanya untuk memerangi virus corona baru yang telah merenggut lebih dari 904.000 nyawa dan menginfeksi lebih dari 27 juta orang di seluruh dunia.
Vaksin semprot hidung satu-satunya di China untuk melawan virus corona diperkirakan akan memulai uji klinis fase I pada November mendatang dan merekrut 100 sukarelawan. (Baca juga: Pemeran Wanita Film James Bond, Diana Rigg Meninggal Dunia )
Dilansir Times Now News, uji coba ini adalah satu-satunya vaksin dari jenisnya yang disetujui oleh Administrasi Produk Medis Nasional China, lapor Global Times yang dikelola negara tersebut. Vaksin tersebut merupakan misi kolaborasi antara Hong Kong dan China daratan yang melibatkan peneliti dari Universitas Hong Kong, Universitas Xiamen, dan Apotek Biologi Wantai Beijing.
Ahli mikrobiologi dari Universitas Hong Kong, Yuen Kwok-yung, mengatakan vaksin merangsang jalur infeksi alami virus pernapasan untuk mengaktifkan respons kekebalan. Vaksinasi semprotan hidung dapat menghasilkan perlindungan ganda bagi penerima vaksin, influenza dan virus corona baru jika juga mengandung virus influenza termasuk H1N1, H3N2 dan B. Yuen menambahkan bahwa dibutuhkan setidaknya satu tahun lagi untuk menyelesaikan tiga uji klinis.
Seorang ahli imunologi yang berbasis di Beijing mengatakan bahwa dibandingkan dengan suntikan, vaksinasi semprotan hidung lebih mudah dilakukan dan juga akan mudah diproduksi serta didistribusikan secara massal karena mengadopsi teknologi produksi vaksin influenza yang matang. (Baca juga: Penggemar Jin BTS Kirim Truk Protes ke Big Hit Entertainment )
Vaksin semprot hidung satu-satunya di China untuk melawan virus corona diperkirakan akan memulai uji klinis fase I pada November mendatang dan merekrut 100 sukarelawan. (Baca juga: Pemeran Wanita Film James Bond, Diana Rigg Meninggal Dunia )
Dilansir Times Now News, uji coba ini adalah satu-satunya vaksin dari jenisnya yang disetujui oleh Administrasi Produk Medis Nasional China, lapor Global Times yang dikelola negara tersebut. Vaksin tersebut merupakan misi kolaborasi antara Hong Kong dan China daratan yang melibatkan peneliti dari Universitas Hong Kong, Universitas Xiamen, dan Apotek Biologi Wantai Beijing.
Ahli mikrobiologi dari Universitas Hong Kong, Yuen Kwok-yung, mengatakan vaksin merangsang jalur infeksi alami virus pernapasan untuk mengaktifkan respons kekebalan. Vaksinasi semprotan hidung dapat menghasilkan perlindungan ganda bagi penerima vaksin, influenza dan virus corona baru jika juga mengandung virus influenza termasuk H1N1, H3N2 dan B. Yuen menambahkan bahwa dibutuhkan setidaknya satu tahun lagi untuk menyelesaikan tiga uji klinis.
Seorang ahli imunologi yang berbasis di Beijing mengatakan bahwa dibandingkan dengan suntikan, vaksinasi semprotan hidung lebih mudah dilakukan dan juga akan mudah diproduksi serta didistribusikan secara massal karena mengadopsi teknologi produksi vaksin influenza yang matang. (Baca juga: Penggemar Jin BTS Kirim Truk Protes ke Big Hit Entertainment )
Lihat Juga :