Dari Laut ke Masa Depan, Kolaborasi Dukung Hilirisasi Rumput Laut Nasional
Sabtu, 11 Oktober 2025 - 13:00 WIB
loading...
A
A
A
Potensi sangat besar rumput laut Indonesia tidak akan optimal tanpa dukungan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari peningkatan kapasitas petani, riset dan inovasi produk, hingga regulasi yang mendukung industrialisasi.
Karena itu, kerja sama multipihak menjadi kunci, Conservation International (CI) dan Konservasi Indonesia (KI) sebagai organisasi berbasis ilmu pengetahuan dalam pelaksanaannya akan memberikan dukungan berupa penelitian ilmiah, analisis lingkungan, serta pemantauan sosial-ekologi yang terintegrasi dengan pembangunan sistem pengetahuan untuk mendukung praktik berkelanjutan.
“Ekosistem laut yang sehat adalah prasyarat penting bagi ketahanan ekonomi biru,” jelas Bjorn Stauch, Senior Vice President, Nature Finance, Conservation International.
"Kami berfokus pada memberikan dukungan terhadap mitra-mitra kami di Indonesia untuk merancang dan mengimplementasikan praktik budi daya berbasis ilmu pengetahuan yang memprioritaskan solusi positif bagi alam—mulai dari pemilihan lokasi budi daya yang tepat, pemantauan kualitas perairan, hingga penerapan standar sertifikasi yang berkelanjutan. Dengan pendekatan ini, industri rumput laut tidak hanya akan menghasilkan produk bernilai tambah, tetapi juga berkontribusi aktif pada penyerapan karbon, ketahanan iklim, pelestarian keanekaragaman hayati, dan peningkatan produktivitas jangka panjang secara berkelanjutan," lanjutnya.
Pendekatan ini juga mendorong integrasi dengan sektor pertanian dan industri lainnya melalui produk turunan seperti biofertilizer dan bio-stimulant yang dihasilkan oleh UMKM dan startup lokal, serta penguatan logistik dan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan keterjangkauan.
Lebih dari sekadar investasi, Indonesia Seaweed Initiative menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam transformasi industri. Dengan memperkuat kapasitas petani, mendorong peran perempuan dalam rantai nilai, dan membuka akses pembiayaan yang inklusif, inisiatif ini berupaya membangun model ekonomi biru yang inklusif.
Karena itu, kerja sama multipihak menjadi kunci, Conservation International (CI) dan Konservasi Indonesia (KI) sebagai organisasi berbasis ilmu pengetahuan dalam pelaksanaannya akan memberikan dukungan berupa penelitian ilmiah, analisis lingkungan, serta pemantauan sosial-ekologi yang terintegrasi dengan pembangunan sistem pengetahuan untuk mendukung praktik berkelanjutan.
“Ekosistem laut yang sehat adalah prasyarat penting bagi ketahanan ekonomi biru,” jelas Bjorn Stauch, Senior Vice President, Nature Finance, Conservation International.
"Kami berfokus pada memberikan dukungan terhadap mitra-mitra kami di Indonesia untuk merancang dan mengimplementasikan praktik budi daya berbasis ilmu pengetahuan yang memprioritaskan solusi positif bagi alam—mulai dari pemilihan lokasi budi daya yang tepat, pemantauan kualitas perairan, hingga penerapan standar sertifikasi yang berkelanjutan. Dengan pendekatan ini, industri rumput laut tidak hanya akan menghasilkan produk bernilai tambah, tetapi juga berkontribusi aktif pada penyerapan karbon, ketahanan iklim, pelestarian keanekaragaman hayati, dan peningkatan produktivitas jangka panjang secara berkelanjutan," lanjutnya.
Pendekatan ini juga mendorong integrasi dengan sektor pertanian dan industri lainnya melalui produk turunan seperti biofertilizer dan bio-stimulant yang dihasilkan oleh UMKM dan startup lokal, serta penguatan logistik dan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan keterjangkauan.
Lebih dari sekadar investasi, Indonesia Seaweed Initiative menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam transformasi industri. Dengan memperkuat kapasitas petani, mendorong peran perempuan dalam rantai nilai, dan membuka akses pembiayaan yang inklusif, inisiatif ini berupaya membangun model ekonomi biru yang inklusif.
Lihat Juga :