Ada di Air Hujan, Mikroplastik Juga Sudah Mencemari Buah dan Sayuran
Minggu, 02 November 2025 - 09:15 WIB
loading...
Apel termasuk buah yang mengandung mikroplatik paling besar. Foto/Havard Health
A
A
A
JAKARTA - Mikroplastik ternyata sudah mencemari sayur dan buah-buahan, tak hanya terdapat di air hujan . Penelitian baru menunjukkan mikroplastik terdapat dalam buah dan sayur yang sering dikonsumsi.
Mikroplastik adalah potongan plastik kecil dengan panjang kurang dari lima milimeter yang sebagian besar berasal dari barang-barang plastik sekali pakai sehari-hari, misalnya kemasan supermarket, jaring pembungkus buah, kantong pembungkus roti, dll. Lebih dari 112 ton sampah kemasan plastik dibuang ke laut melalui Hong Kong setiap tahun. Kemasan sekali pakai telah menjadi salah satu sumber utama polusi plastik.
Mikroplastik masuk ke lautan karena ukurannya terlalu kecil untuk disaring atau disortir selama pengolahan limbah. Sampah plastik tidak larut dalam air tetapi terurai menjadi partikel-partikel yang semakin kecil yang sering dikonsumsi oleh organisme planktonik dan moluska, dan kemudian naik ke tingkat yang lebih tinggi dalam rantai makanan.
Baca Juga : Hujan di Jakarta Mengandung Mikroplastik, Menkes dan Pramono Kompak Ajak Pakai Masker
Seperti dikutip dari Greenpeace, para peneliti di Universitas Catania, Italia, menemukan partikel plastik kecil dalam buah dan sayuran seperti wortel, selada, apel, dan pir.
Apel memiliki salah satu jumlah mikroplastik tertinggi dalam buah, dengan rata-rata 195.500 partikel plastik per gram, sementara pir rata-rata mengandung sekitar 189.500 partikel plastik per gram. Brokoli dan wortel terbukti menjadi sayuran yang paling terkontaminasi, dengan rata-rata lebih dari 100.000 partikel plastik per gram.
Baca Juga : Bahaya Mikroplastik di Air Hujan Jakarta, Pakar IPB Ingatkan Risiko Ancaman Ini
Dua studi yang diterbitkan sebelumnya menemukan bahwa mikroplastik menembus akar tanaman selada dan gandum, dan nanoplastik diserap oleh akar tanaman. Buah dan sayuran dapat mengakumulasi mikroplastik melalui penyerapan dari air atau tanah yang terkontaminasi mikroplastik.
"Saat kita menggigit apel, kemungkinan besar kita juga mengonsumsi mikroplastik. Untuk mengurangi polusi plastik, perusahaan harus menerapkan pengurangan penggunaan dan limbah plastik dalam rantai pasokan mereka. Supermarket sudah terlalu jauh dengan semua plastiknya! Semakin cepat kita mengurangi jejak plastik, semakin sedikit mikroplastik yang kita konsumsi," ujar Sion Chan, juru kampanye Greenpeace Asia Timur Kantor Hong Kong.
Mikroplastik adalah potongan plastik kecil dengan panjang kurang dari lima milimeter yang sebagian besar berasal dari barang-barang plastik sekali pakai sehari-hari, misalnya kemasan supermarket, jaring pembungkus buah, kantong pembungkus roti, dll. Lebih dari 112 ton sampah kemasan plastik dibuang ke laut melalui Hong Kong setiap tahun. Kemasan sekali pakai telah menjadi salah satu sumber utama polusi plastik.
Mikroplastik masuk ke lautan karena ukurannya terlalu kecil untuk disaring atau disortir selama pengolahan limbah. Sampah plastik tidak larut dalam air tetapi terurai menjadi partikel-partikel yang semakin kecil yang sering dikonsumsi oleh organisme planktonik dan moluska, dan kemudian naik ke tingkat yang lebih tinggi dalam rantai makanan.
Baca Juga : Hujan di Jakarta Mengandung Mikroplastik, Menkes dan Pramono Kompak Ajak Pakai Masker
Seperti dikutip dari Greenpeace, para peneliti di Universitas Catania, Italia, menemukan partikel plastik kecil dalam buah dan sayuran seperti wortel, selada, apel, dan pir.
Apel memiliki salah satu jumlah mikroplastik tertinggi dalam buah, dengan rata-rata 195.500 partikel plastik per gram, sementara pir rata-rata mengandung sekitar 189.500 partikel plastik per gram. Brokoli dan wortel terbukti menjadi sayuran yang paling terkontaminasi, dengan rata-rata lebih dari 100.000 partikel plastik per gram.
Baca Juga : Bahaya Mikroplastik di Air Hujan Jakarta, Pakar IPB Ingatkan Risiko Ancaman Ini
Dua studi yang diterbitkan sebelumnya menemukan bahwa mikroplastik menembus akar tanaman selada dan gandum, dan nanoplastik diserap oleh akar tanaman. Buah dan sayuran dapat mengakumulasi mikroplastik melalui penyerapan dari air atau tanah yang terkontaminasi mikroplastik.
"Saat kita menggigit apel, kemungkinan besar kita juga mengonsumsi mikroplastik. Untuk mengurangi polusi plastik, perusahaan harus menerapkan pengurangan penggunaan dan limbah plastik dalam rantai pasokan mereka. Supermarket sudah terlalu jauh dengan semua plastiknya! Semakin cepat kita mengurangi jejak plastik, semakin sedikit mikroplastik yang kita konsumsi," ujar Sion Chan, juru kampanye Greenpeace Asia Timur Kantor Hong Kong.
(wur)
Lihat Juga :