Dukung Generasi Cerdas, IdeaFest 2025 Hadirkan Edukasi Pentingnya Zat Besi

Senin, 03 November 2025 - 21:56 WIB
loading...
Dukung Generasi Cerdas,...
Salah satu hal yang berpengaruh terhadap kecerdasan dan semangat belajar adalah kekurangan zat besi atau anemia. Foto/Aldhi Chandra Setiawan.
A A A
JAKARTA - Generasi muda nan cerdas tidak lepas dari semangat belajar yang tinggi. Namun sukses dalam belajar tidak lepas dari kondisi tubuh yang sehat.

Salah satu hal yang berpengaruh terhadap kecerdasan dan semangat belajar adalah kekurangan zat besi atau anemia.

Anemia menjadi salah satu ancaman serius bagi kesehatan bangsa dan bisa berdampak besar terhadap kemampuan belajar, konsentrasi, dan performa anak.

Baca juga: 6 Makanan Kaya Protein, Lebih Baik dari Telur

Melihat pentingnya upaya untuk terus mengedukasi tentang pencegahan dan mengatasi permasalahan anemia defisiensi besi di Indonesia, dalam gelaran

Event IdeaFest 2025 yang berlangsung pada 31 Oktober hingga 2 November 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC) menghadirkan edukasi terkait pentingnya memahami dampak anemia terhadap kemampuan belajar.

IdeaFest 2025 menghadirkan sesi IdeaTalks yang bertajuk “Fueling the Future: Fighting Iron Deficiency Anemia, Empowering the Next Generation”.

Sesi diskusi dengan komunitas anak muda yang kreatif untuk berbagai informasi dan edukasi tentang pentingnya anak muda untuk peduli dengan permasalahan anemia.

dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, Sp.A, MARS, Dokter Spesialis Anak mengatakan, masih banyak masyarakat yang tidak menyadari bahwa defisiensi zat besi merupakan silent condition yang bisa berdampak besar pada performa dan masa depan anak.

Terlebih lagi Indonesia masih menduduki posisi ke-4 sebagai negara dengan prevalensi anemia tertinggi di Asia Tenggara, di mana 1 dari 3 anak dan perempuan usia produktif di Indonesia masih mengalami defisiensi zat besi.

Bahkan sebuah survei juga menunjukkan bahwa 50% ibu tidak tahu bahwa kekurangan Zat Besi dapat berdampak pada kepintaran, terutama pada anak.

"Kondisi kekurangan zat besi sejak dini dapat berdampak pada gangguan perkembangan kognitif atau kecerdasan anak, karena zat besi merupakan zat gizi mikro penting untuk mendukung kemampuan belajar seseorang," ujarnya, melalui siaran pers, Senin (3/11/2025).

Secara biomedis, zat besi adalah salah satu elemen yang membentuk inti kehidupan manusia. Hemoglobin pada sel darah merah yang menjadi kendaraan oksigen dan sejumlah gizi penting untuk tubuh, memiliki struktur besi yang krusial.

Ketika asupan zat besi tidak tercukupi, tubuh kehilangan kemampuan memproduksi hemoglobin yang cukup, menyebabkan otak kekurangan oksigen.

Efeknya bukan hanya pada fisik yang lemah, tetapi juga pada kapasitas kognitif. Kekurangan oksigen di otak menyebabkan kesulitan berkonsentrasi, kecemasan, dan bahkan depresi.

"Kondisi tersebut bisa membuat kebugaran dan ketangkasan berpikir menurun yang tentu saja bisa membuat prestasi belajar dan produktivitas kerja jadi menurun," imbuhnya.

Shakira Amirah, Juara Clash of Champion 2024 yang saat ini sedang menjadi Mahasiswi Kedokteran Universitas Indonesia, meyakini bahwa keinginan untuk terus belajar dan berkembang, serta dukungan dari keluarga, dan teman telah membantunya mencapai kesuksesan.

Menurut dia, semua prestasi bisa diraih jika memiliki tubuh yang sehat, karena kesehatan dan gizi adalah kunci agar bisa berprestasi.

"Seperti saat saya mengikuti kompetisi Clash of Champion (COC) 2024 season 1, saya harus bisa menjaga fokus dan stamina agar dapat hasil yang optimal," ungkapnya.

Untungnya, lanjut Amirah, dirinya sejak kecil sudah menerapkan pola makan gizi seimbang, terutama mengkonsumsi makanan sumber yang kaya zat besi.

"Kebiasaan tersebut sangat berperan penting dalam mendukung perkembangan kognitif dan fokus belajar saya serta tidak mudah lelah, sehingga bisa meraih berbagai prestasi seperti saat ini dan bisa menjadi pemenang COC 2024,” ujar Shakira.

Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, Medical Science Director Sarihusada mengatakan, pihaknya memahami bahwa defisiensi zat besi merupakan masalah nyata yang dapat menghambat potensi generasi muda Indonesia.

Pihaknya mendukung upaya pencegahan anemia defisiensi besi dengan membuat alat bantu deteksi dini kekurangan asupan zat besi anak pertama di Indonesia melalui Kalkulator Zat Besi.

"Hasilnya bisa diketahui hanya kurang dari 3 menit. Kalkulator Zat Besi dapat digunakan secara mudah dan mandiri yang bisa diakses melalui website," tandasnya.

Sejauh ini, lanjut dia, Sarihusada bersama berbagai pemangku kepentingan menginisiasi program edukasi dan skrining untuk meningkatkan kesadaran serta pencegahan anemia defisiensi besi.

Hingga kini, jumlah skrining telah menembus angka lebih dari satu juta.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Minum Teh Manis Habis...
Minum Teh Manis Habis Makan Ternyata Berbahaya, Ini Penjelasannya
Bahaya Konsumsi Vitamin...
Bahaya Konsumsi Vitamin C Berlebih, Ini 5 Efek Samping Serius yang Perlu Diketahui
Orang Tua Wajib Tahu,...
Orang Tua Wajib Tahu, Pentingnya Zat Besi untuk Anak Usia Sekolah Agar Siap Belajar
7 Tanda Tubuh Kekurangan...
7 Tanda Tubuh Kekurangan Zat Besi, Nomor 5 Jarang Diketahui
5 Makanan yang Mengandung...
5 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi dari Bayam dan Manfaatnya
Mengenal Anemia Defisiensi...
Mengenal Anemia Defisiensi Zat Besi pada si Kecil, Atasi dengan MPASI
Ilmuwan Temukan Logam...
Ilmuwan Temukan Logam Retak yang Bisa Kembali Rapat dengan Sendirinya
Bahan Tertipis dan Terkuat...
Bahan Tertipis dan Terkuat yang Merevolusi Kehidupan Manusia, Apakah Itu?
Penyebaran Tangan Besi...
Penyebaran Tangan Besi pada Abad ke-15 Picu Revolusi Medis
Rekomendasi
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Berita Terkini
Widyawati Pantau Tio...
Widyawati Pantau Tio Pakusadewo dari Grup WA, Bersyukur Kondisinya Kini Membaik
Kasus Wanita Disekap...
Kasus Wanita Disekap 3 Tahun di Bandung, Uya Kuya Desak Polisi Tangkap Pelaku
Istana Sebut Konser...
Istana Sebut Konser EXO di Indonesia Jadi Bukti Kepercayaan Dunia Masih Kuat
Mau Nyaman Liburan ke...
Mau Nyaman Liburan ke Bali? Perhatikan Ini Sebelum Memilih Tour Wisata
Dari Sopir Bus Mendadak...
Dari Sopir Bus Mendadak Jadi Pemimpin Negara? Ini Serunya Microdrama Love In A Fallen Nation di V+Short
Wujudkan Liburan Impian...
Wujudkan Liburan Impian Tanpa Beban dengan Cashback Rp350.000
Infografis
Kaleidoskop 2025: 13...
Kaleidoskop 2025: 13 Negara yang Terlibat Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved