Mengenal Trauma Akustik, Gangguan Pendengaran Akibat Suara Keras
Senin, 10 November 2025 - 21:00 WIB
loading...
Gangguan pendengaran umum terjadi pada korban ledakan yang mengalami kerusakan pada gendang telinga. Foto/audibel.com.
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah korban ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Pusat, dilaporkan mengalami gangguan pendengaran akibat peristiwa tersebut. Trauma pada pendengaran ini disebabkan oleh suara ledakan yang sangat keras, sehingga korban memerlukan perawatan intensif agar kondisi telinga dapat berangsur pulih.
Gangguan pendengaran seperti ini umum terjadi pada korban ledakan yang mengalami kerusakan pada gendang telinga. Kondisi tersebut dikenal sebagai trauma akustik, yaitu gangguan pendengaran yang menimbulkan rasa sakit pada telinga serta menurunnya kemampuan mendengar akibat paparan suara keras.
Baca juga: 7 Peledak Dibawa Pelaku Peledakan SMAN 72 Jakarta, 4 Meledak dan 3 Disita Polisi
Trauma akustik adalah cedera pada telinga bagian dalam yang disebabkan oleh paparan suara atau kebisingan yang sangat keras, baik dari satu kejadian seperti ledakan maupun dari paparan jangka panjang. Mengutip Audibel Hearing, cedera ini bisa terjadi dalam waktu kurang dari satu detik, namun efeknya dapat bertahan seumur hidup.
Berbeda dengan gangguan pendengaran akibat kebisingan yang berkembang secara bertahap, trauma akustik bersifat akut dan terjadi secara tiba-tiba. Kondisi ini sering kali disertai rasa sakit hebat, bahkan dalam kasus tertentu, tekanan suara yang ekstrem dapat merobek gendang telinga.
Baca juga: Buntut Ledakan di SMAN 72, Aturan Pencegahan Kekerasan di Sekolah akan Diperkuat
Pasien dengan trauma akustik memerlukan pengobatan dan perawatan intensif untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Tindakan medis seperti perbaikan gendang telinga mungkin diperlukan, dan dalam beberapa kasus dokter akan meresepkan obat steroid guna membantu memulihkan sebagian pendengaran.
Trauma akustik akibat suara keras seperti ledakan dapat menimbulkan rasa sakit pada telinga dan gangguan fungsi pendengaran. Beberapa gejala yang umum dialami antara lain:
- Sakit telinga
- Sensitivitas terhadap suara
- Pusing atau vertigo
- Kehilangan pendengaran mendadak pada satu atau kedua telinga
- Rasa penuh atau tekanan di telinga
- Dering, berdengung, atau mendesis di telinga (tinitus)
Gejala-gejala tersebut dapat bersifat sementara maupun permanen, tergantung tingkat keparahan kerusakan. Jika seseorang mengalami perubahan pendengaran secara tiba-tiba, sangat penting untuk segera mencari pertolongan medis.
Evaluasi oleh dokter spesialis akan membantu menentukan tingkat keparahan cedera dan langkah pengobatan yang tepat. Penanganan biasanya berfokus pada mengurangi paparan kebisingan lebih lanjut, serta penggunaan alat bantu dengar atau alat pelindung telinga untuk melindungi fungsi pendengaran.
Gangguan pendengaran seperti ini umum terjadi pada korban ledakan yang mengalami kerusakan pada gendang telinga. Kondisi tersebut dikenal sebagai trauma akustik, yaitu gangguan pendengaran yang menimbulkan rasa sakit pada telinga serta menurunnya kemampuan mendengar akibat paparan suara keras.
Baca juga: 7 Peledak Dibawa Pelaku Peledakan SMAN 72 Jakarta, 4 Meledak dan 3 Disita Polisi
Apa Itu Trauma Akustik?
Trauma akustik adalah cedera pada telinga bagian dalam yang disebabkan oleh paparan suara atau kebisingan yang sangat keras, baik dari satu kejadian seperti ledakan maupun dari paparan jangka panjang. Mengutip Audibel Hearing, cedera ini bisa terjadi dalam waktu kurang dari satu detik, namun efeknya dapat bertahan seumur hidup.
Berbeda dengan gangguan pendengaran akibat kebisingan yang berkembang secara bertahap, trauma akustik bersifat akut dan terjadi secara tiba-tiba. Kondisi ini sering kali disertai rasa sakit hebat, bahkan dalam kasus tertentu, tekanan suara yang ekstrem dapat merobek gendang telinga.
Baca juga: Buntut Ledakan di SMAN 72, Aturan Pencegahan Kekerasan di Sekolah akan Diperkuat
Pasien dengan trauma akustik memerlukan pengobatan dan perawatan intensif untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Tindakan medis seperti perbaikan gendang telinga mungkin diperlukan, dan dalam beberapa kasus dokter akan meresepkan obat steroid guna membantu memulihkan sebagian pendengaran.
Gejala Trauma Akustik
Trauma akustik akibat suara keras seperti ledakan dapat menimbulkan rasa sakit pada telinga dan gangguan fungsi pendengaran. Beberapa gejala yang umum dialami antara lain:
- Sakit telinga
- Sensitivitas terhadap suara
- Pusing atau vertigo
- Kehilangan pendengaran mendadak pada satu atau kedua telinga
- Rasa penuh atau tekanan di telinga
- Dering, berdengung, atau mendesis di telinga (tinitus)
Gejala-gejala tersebut dapat bersifat sementara maupun permanen, tergantung tingkat keparahan kerusakan. Jika seseorang mengalami perubahan pendengaran secara tiba-tiba, sangat penting untuk segera mencari pertolongan medis.
Evaluasi oleh dokter spesialis akan membantu menentukan tingkat keparahan cedera dan langkah pengobatan yang tepat. Penanganan biasanya berfokus pada mengurangi paparan kebisingan lebih lanjut, serta penggunaan alat bantu dengar atau alat pelindung telinga untuk melindungi fungsi pendengaran.
(nnz)
Lihat Juga :