Studi: Virus Corona Baru Mampu Menyerang Otak

Selasa, 15 September 2020 - 13:07 WIB
loading...
A A A
Salah satu argumen utama yang menentang teori invasi otak langsung adalah bahwa otak kekurangan protein tingkat tinggi yang disebut ACE2 yang melekat pada virus corona, dan yang ditemukan berlimpah di organ lain seperti paru-paru. Tetapi tim menemukan bahwa organoid memiliki cukup ACE2 untuk memfasilitasi masuknya virus, dan protein juga ada di jaringan otak pasien yang meninggal. (Baca juga: #FromFriendsJaeAndJed, Jae Day6 Begitu Mengesankan di Momen Ulang Tahun )

Mereka juga melakukan spinal tap pada pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit yang menderita delirium dan menemukan individu tersebut memiliki antibodi penawar terhadap virus dalam cairan tulang belakang mereka. Tim kemudian melihat dua kelompok tikus - satu set yang diubah secara genetik sehingga memiliki reseptor ACE2 hanya di paru-parunya, dan yang lainnya hanya di otaknya.

Mereka yang terinfeksi di paru-paru menunjukkan beberapa tanda cedera paru-paru. Sementara mereka yang terinfeksi di otak kehilangan berat badan dengan cepat dan cepat meninggal, menunjukkan potensi kematian yang meningkat ketika virus memasuki organ ini. Akhirnya, mereka memeriksa otak dari tiga pasien yang meninggal karena komplikasi parah terkait COVID-19, menemukan bukti adanya virus dalam berbagai tingkat.

Menariknya, daerah yang terinfeksi tidak menunjukkan tanda-tanda telah disusupi oleh sel-sel kekebalan, seperti sel-T, yang bergegas ke tempat virus lain seperti Zika atau herpes untuk membunuh sel-sel yang terinfeksi. Ini bisa mengisyaratkan bahwa respon imun yang berlebihan yang dikenal sebagai cytokine storm yang bertanggung jawab atas banyak kerusakan yang terlihat di paru-paru pasien COVID-19 mungkin bukan penyebab utama gejala neurologis.
(tdy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jangan Sepelekan Saluran...
Jangan Sepelekan Saluran Cerna, Deteksi Dini demi Cegah Penyakit Serius
World Allergy Week 2026,...
World Allergy Week 2026, Dorong Anak Aktif dan Cerdas Sejak Dini
Mengenal Terapi Regeneratif,...
Mengenal Terapi Regeneratif, Pendekatan Medis untuk Peremajaan dan Pemulihan Jaringan
Jelang Iduladha, Aldi...
Jelang Iduladha, Aldi Taher Serukan Makan Daging Tanpa Takut Kolesterol
Jangan Tunggu Keluhan,...
Jangan Tunggu Keluhan, Pemeriksaan Mata Anak Perlu Dilakukan Sejak Dini
5 Manfaat Kopi yang...
5 Manfaat Kopi yang Jarang Diketahui, Bikin Panjang Umur hingga Cegah Penyakit Kronis
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
Peringatan Hari Menstruasi...
Peringatan Hari Menstruasi Sedunia 2026 di Jakarta Utara: Kolaborasi Lintas Sektor Serukan Dunia yang Ramah Menstruasi
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
Rekomendasi
Hari Bhayangkara ke-80,...
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Berangkatkan Umrah Gratis untuk Guru PAUD
BSSN, ABI dan PINTU...
BSSN, ABI dan PINTU Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Transaksi Digital
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Berita Terkini
Amanda Manopo Resmi...
Amanda Manopo Resmi Laporkan Pencemaran Nama Baik Demi Sang Buah Hati
Benarkah Fruktosa dalam...
Benarkah Fruktosa dalam Buah Bisa Memicu Asam Urat? Ini Penjelasan Guru Besar IPB
Raffi Ahmad Donasi Rp250...
Raffi Ahmad Donasi Rp250 Juta untuk Wanita Korban Penyiksaan Taufik Hidayat
Davina Karamoy Curi...
Davina Karamoy Curi Perhatian saat Nonton Ardhito Pramono Manggung di Musiczone Okezone
Gandeng Fuji, Bella...
Gandeng Fuji, Bella Shofie Ajak Emak-Emak Melek Digital dan Mandiri Secara Finansial
Sukses Lewat Cerita...
Sukses Lewat 'Cerita Lila', SHOW Bersiap Dukung Deretan Film Indonesia Go International
Infografis
8 Dubes Baru Dilantik...
8 Dubes Baru Dilantik Presiden Prabowo Subianto
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved