Apakah Mata Minus Bisa Berkurang? Cek Jawaban dan Solusinya
Senin, 08 Desember 2025 - 19:54 WIB
loading...
A
A
A
Tergantung tingkat minusnya, seseorang mungkin perlu memakainya terus-menerus atau hanya saat melihat objek jauh seperti ketika mengemudi atau menonton film.
Sementara itu, orang dewasa di atas 40 tahun yang mengalami miopi juga bisa memerlukan lensa bifokal atau progresif agar bisa melihat dengan jelas pada jarak dekat dan jauh sekaligus.
2. Lensa Kontak
Sebagian orang merasa penglihatannya lebih tajam dengan lensa kontak karena bidang pandangnya lebih luas dan alami. Namun, perawatan lensa kontak memerlukan perhatian ekstra agar tetap bersih dan aman dari infeksi. Jenis lensa kontak akan disesuaikan dengan tingkat minus dan kebutuhan setiap individu.
3. Ortho-K
Ortho-K (Orthokeratology) menggunakan lensa kontak keras khusus yang harus dipakai setiap saat mau tidur untuk membentuk ulang kornea, dan hasil pembentukan ini bersifat sementara saja.
Metode ini efektif bagi penderita miopi ringan hingga sedang yang ingin melihat jelas di pagi hingga sore hari tanpa kacamata atau lensa kontak. Efeknya bersifat sementara sehingga penggunaan rutin setiap malam diperlukan agar hasilnya tetap terjaga.
4. LASIK
LASIK (Laser-Assisted in Situ Keratomileusis) adalah jenis operasi yang paling sering dilakukan untuk mengoreksi miopi. Prosedur ini menggunakan laser untuk membuka lapisan atas kornea, membentuk ulang jaringan di dalamnya, lalu menutup kembali lapisan tersebut.
Setelah operasi, banyak pasien dapat melihat dengan jelas tanpa alat bantu, seperti kacamata atau lensa kontak, dan hasil ini bersifat permanen.
5. SMILE
SMILE (Small Incision Lenticule Extraction) adalah prosedur laser modern yang bekerja melalui sayatan kecil pada kornea. Teknik ini lebih minim invasif dibanding LASIK, dengan waktu pemulihan yang lebih cepat. Hasilnya juga efektif untuk mengoreksi miopi tingkat sedang hingga tinggi, dan bersifat permanen.
Cara Mencegah Mata Minus Bertambah
Mata minus terjadi ketika cahaya yang masuk ke mata tidak jatuh tepat di retina, melainkan sedikit di depannya. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh bentuk bola mata yang terlalu panjang atau kelainan pada kornea.
Sementara itu, orang dewasa di atas 40 tahun yang mengalami miopi juga bisa memerlukan lensa bifokal atau progresif agar bisa melihat dengan jelas pada jarak dekat dan jauh sekaligus.
2. Lensa Kontak
Sebagian orang merasa penglihatannya lebih tajam dengan lensa kontak karena bidang pandangnya lebih luas dan alami. Namun, perawatan lensa kontak memerlukan perhatian ekstra agar tetap bersih dan aman dari infeksi. Jenis lensa kontak akan disesuaikan dengan tingkat minus dan kebutuhan setiap individu.
3. Ortho-K
Ortho-K (Orthokeratology) menggunakan lensa kontak keras khusus yang harus dipakai setiap saat mau tidur untuk membentuk ulang kornea, dan hasil pembentukan ini bersifat sementara saja.
Metode ini efektif bagi penderita miopi ringan hingga sedang yang ingin melihat jelas di pagi hingga sore hari tanpa kacamata atau lensa kontak. Efeknya bersifat sementara sehingga penggunaan rutin setiap malam diperlukan agar hasilnya tetap terjaga.
4. LASIK
LASIK (Laser-Assisted in Situ Keratomileusis) adalah jenis operasi yang paling sering dilakukan untuk mengoreksi miopi. Prosedur ini menggunakan laser untuk membuka lapisan atas kornea, membentuk ulang jaringan di dalamnya, lalu menutup kembali lapisan tersebut.
Setelah operasi, banyak pasien dapat melihat dengan jelas tanpa alat bantu, seperti kacamata atau lensa kontak, dan hasil ini bersifat permanen.
5. SMILE
SMILE (Small Incision Lenticule Extraction) adalah prosedur laser modern yang bekerja melalui sayatan kecil pada kornea. Teknik ini lebih minim invasif dibanding LASIK, dengan waktu pemulihan yang lebih cepat. Hasilnya juga efektif untuk mengoreksi miopi tingkat sedang hingga tinggi, dan bersifat permanen.
Cara Mencegah Mata Minus Bertambah
Mata minus terjadi ketika cahaya yang masuk ke mata tidak jatuh tepat di retina, melainkan sedikit di depannya. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh bentuk bola mata yang terlalu panjang atau kelainan pada kornea.
Lihat Juga :