Transformasi OMAI DLBS dari Bahan Alam ke Obat Modern

Senin, 26 Januari 2026 - 08:44 WIB
loading...
A A A
”Penerimaan mereka terhadap OMAI itu lebih tinggi daripada di Indonesia. Ini yang sangat disayangkan,” ungkap Prof. Raymond.

Tantangan di Negeri Sendiri

Di dalam negeri, tantangan OMAI bukan lagi soal sains semata, melainkan ekosistem kebijakan. Guru Besar FKUI Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, menilai pemanfaatan fitofarmaka di Indonesia masih belum optimal.

”Sekarang ini sudah ada beberapa produk fitofarmaka yang telah dihasilkan. Produk tersebut pun sudah dipasarkan di masyarakat. Akan tetapi, pemanfaatannya belum optimal. Hal ini terutama karena fitofarmaka belum masuk dalam formularium nasional sehingga tidak dijamin oleh JKN (Jaminan Kesehatan Nasional),” ungkapnya.

Dengan kata lain, masa depan OMAI sangat ditentukan oleh kolaborasi lintas sektor. Akademisi memastikan landasan ilmiah, industri menjamin kualitas dan kesinambungan riset, pemerintah membuka ruang kebijakan, masyarakat menjadi pengguna rasional, dan media menjalankan fungsi literasi publik.

Sejak akhir 2000-an, industri farmasi nasional telah membuktikan keseriusannya mengembangkan OMAI dari tanaman obat asli Indonesia. Hasilnya jelas: obat herbal yang diolah secara ilmiah mampu “head to head” dengan obat kimia. PDHMI pun mendorong agar OMAI yang diriset dengan baik untuk menghasilkan fraksi bioaktif terstandar dan dapat dijadikan obat setara obat kimia di layanan kesehatan.

Bukan lagi jamu. Bukan sekadar tradisi. Melainkan obat modern berbasis ilmu, lahir dari tanah Indonesia, dan siap bersaing di dunia.
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Efek Instan yang Menyesatkan:...
Efek Instan yang Menyesatkan: Mengapa Jamu Mengandung Bahan Kimia Obat Masih Diminati Masyarakat?
Indonesia Siapkan Bank...
Indonesia Siapkan Bank Plasma Nasional, Target Beroperasi pada 2027
BPOM Terbitkan Aturan...
BPOM Terbitkan Aturan Baru Iklan Obat, Influencer Dilarang Promosi
Jamu Aman Bebas Bahan...
Jamu Aman Bebas Bahan Kimia Obat Jadi Kunci Jaga Warisan Budaya Indonesia
Aturan Baru, BPOM Siap...
Aturan Baru, BPOM Siap Tindak Tegas Penjualan Obat Ilegal di Minimarket
BPOM Temukan 24 Obat...
BPOM Temukan 24 Obat Bahan Alam Mengandung Bahan Kimia Berbahaya
Riset Terbaru Novo Nordisk:...
Riset Terbaru Novo Nordisk: Wegovy Dosis Tinggi Efektif Pangkas Berat Badan
Tokopedia Integrasikan...
Tokopedia Integrasikan Layanan Konsultasi Dokter hingga Tebus Obat Daring
ResepGerak.ID Diluncurkan,...
ResepGerak.ID Diluncurkan, Platform Resep Latihan Berbasis Bukti Ilmiah Pertama di Indonesia
Rekomendasi
AI Ubah Cara Mengelola...
AI Ubah Cara Mengelola Proyek, Kompetensi Project Manager Tetap Jadi Kunci Kepemimpinan
Rupiah Semringah Sambut...
Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Menjauh dari Level Rp18 Ribu per Dolar AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Berita Terkini
Bring Back My Heart...
Bring Back My Heart Jadi Pilihan Microdrama Romantis yang Seru di V+Short
Terinspirasi Rafathar,...
Terinspirasi Rafathar, Nagita Slavina Gelar Kompetisi Basket SMA
Nathalie Holscher Ungkap...
Nathalie Holscher Ungkap Alasan Mantap Nikahi Arief Fadli
Sinopsis Hotter Than...
Sinopsis Hotter Than Hate, Microdrama Revenge Plot yang Tayang di V+Short
Dimas Aditya Syok Temui...
Dimas Aditya Syok Temui Langsung Orang Dipasung saat Syuting Juminten Edan
Microdrama A Vengeful...
Microdrama A Vengeful Affair tentang Toxic Relationship, Tayang di V+Short
Infografis
5 Madrasah Tertua di...
5 Madrasah Tertua di Indonesia, Pelopor Pendidikan Islam Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved