Waspada! Pasien COVID-19 Makan 2 Kali di Restoran Sebelum Sakit
Kamis, 17 September 2020 - 15:38 WIB
loading...
Orang dewasa yang positif COVID-19 kira-kira dua kali lebih mungkin makan di restoran dalam 14 hari sebelum jatuh sakit. Foto Ilustrasi/Pinterest
A
A
A
JAKARTA - Orang dewasa yang dites positif COVID-19 kira-kira dua kali lebih mungkin makan di restoran dalam 14 hari sebelum jatuh sakit ketimbang mereka yang dites negatif. Temuan ini berdasarkan sebuah studi terbaru oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).
"Selain makan di restoran, pasien kemungkinan juga pergi ke bar atau kedai kopi. Tapi temuan itu muncul hanya ketika analisis dibatasi pada peserta yang tak memiliki kontak dekat dengan orang yang diketahui COVID-19 sebelum timbulnya penyakit," tulis hasil temuan itu, seperti dilansir dari CNN, Kamis (17/9). (Baca Juga: Waspadai Happy Hipoxia saat Covid-19 Menyerang )
Studi ini memasukkan data pada 314 orang dewasa yang dites COVID-19 selama Juli 2020 karena mereka mengalami gejala. Sebanyak 154 orang dinyatakan positif dan 160 lainnya dinyatakan negatif. Tes dilakukan di 11 fasilitas perawatan kesehatan yang berbeda di 10 negara bagian Amerika Serikat yakni California, Colorado, Maryland, Massachusetts, Minnesota, North Carolina, Ohio, Tennessee, Utah, dan Washington.
Para peneliti dari CDC dan institusi lain mencermati bagaimana pasien tersebut menanggapi pertanyaan tentang memakai masker dan berbagai aktivitas di masyarakat. Termasuk apakah mereka baru-baru ini makan di restoran, nongkrong di bar, atau pergi ke gym misalnya.
Data yang terkumpul menemukan bahwa 42% orang dewasa yang dites positif telah melakukan kontak dekat dengan setidaknya satu orang yang diketahui positif COVID-19 , dibandingkan dengan 14% dari mereka yang dites negatif namun sebagian besar melakukan kontak dekat, 51 %-nya adalah anggota keluarga.
"Selain makan di restoran, pasien kemungkinan juga pergi ke bar atau kedai kopi. Tapi temuan itu muncul hanya ketika analisis dibatasi pada peserta yang tak memiliki kontak dekat dengan orang yang diketahui COVID-19 sebelum timbulnya penyakit," tulis hasil temuan itu, seperti dilansir dari CNN, Kamis (17/9). (Baca Juga: Waspadai Happy Hipoxia saat Covid-19 Menyerang )
Studi ini memasukkan data pada 314 orang dewasa yang dites COVID-19 selama Juli 2020 karena mereka mengalami gejala. Sebanyak 154 orang dinyatakan positif dan 160 lainnya dinyatakan negatif. Tes dilakukan di 11 fasilitas perawatan kesehatan yang berbeda di 10 negara bagian Amerika Serikat yakni California, Colorado, Maryland, Massachusetts, Minnesota, North Carolina, Ohio, Tennessee, Utah, dan Washington.
Para peneliti dari CDC dan institusi lain mencermati bagaimana pasien tersebut menanggapi pertanyaan tentang memakai masker dan berbagai aktivitas di masyarakat. Termasuk apakah mereka baru-baru ini makan di restoran, nongkrong di bar, atau pergi ke gym misalnya.
Data yang terkumpul menemukan bahwa 42% orang dewasa yang dites positif telah melakukan kontak dekat dengan setidaknya satu orang yang diketahui positif COVID-19 , dibandingkan dengan 14% dari mereka yang dites negatif namun sebagian besar melakukan kontak dekat, 51 %-nya adalah anggota keluarga.
Lihat Juga :