Waspada! Pasien COVID-19 Makan 2 Kali di Restoran Sebelum Sakit
Kamis, 17 September 2020 - 15:38 WIB
loading...
A
A
A
Para peneliti juga menemukan bahwa 71% orang dewasa dengan COVID-19 dan 74% dari mereka yang dites negatif dilaporkan selalu menggunakan face shield saat berada di ruang publik. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara mereka yang dites positif dan negatif ketika berbelanja, berkumpul dengan kurang dari 10 orang di rumah, pergi ke kantor, pergi ke gym, pergi ke salon, menggunakan transportasi umum, atau menghadiri pertemuan keagamaan.
Namun data menunjukkan, orang yang dites positif lebih mungkin melaporkan makan di restoran dalam dua minggu sebelum mereka mulai merasa sakit.
Studi ini memiliki beberapa keterbatasan, termasuk diperlukannya lebih banyak penelitian untuk menentukan apakah temuan serupa akan muncul di antara kelompok pasien yang lebih besar, dan pertanyaan untuk menilai makan di restoran tidak membedakan antara makan di dalam atau di luar ruangan.
"Laporan paparan di restoran telah dikaitkan dengan sirkulasi udara. Arah, ventilasi, dan intensitas aliran udara dapat memengaruhi penularan virus. Bahkan jika tindakan jarak sosial dan penggunaan masker diterapkan sesuai dengan pedoman saat ini," tulis para peneliti. (Baca Juga: Miliki Keturunan Diabetes? Waspada Lemak Tubuh )
Terkait temuan tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa masker tidak dapat dipakai secara efektif saat makan dan minum. Sedangkan berbelanja dan banyak aktivitas dalam ruangan lain tidak menghalangi penggunaan masker.
Namun data menunjukkan, orang yang dites positif lebih mungkin melaporkan makan di restoran dalam dua minggu sebelum mereka mulai merasa sakit.
Studi ini memiliki beberapa keterbatasan, termasuk diperlukannya lebih banyak penelitian untuk menentukan apakah temuan serupa akan muncul di antara kelompok pasien yang lebih besar, dan pertanyaan untuk menilai makan di restoran tidak membedakan antara makan di dalam atau di luar ruangan.
"Laporan paparan di restoran telah dikaitkan dengan sirkulasi udara. Arah, ventilasi, dan intensitas aliran udara dapat memengaruhi penularan virus. Bahkan jika tindakan jarak sosial dan penggunaan masker diterapkan sesuai dengan pedoman saat ini," tulis para peneliti. (Baca Juga: Miliki Keturunan Diabetes? Waspada Lemak Tubuh )
Terkait temuan tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa masker tidak dapat dipakai secara efektif saat makan dan minum. Sedangkan berbelanja dan banyak aktivitas dalam ruangan lain tidak menghalangi penggunaan masker.
(tsa)
Lihat Juga :