Rahasia Ramadan Ade Fitrie Kirana, Tetap Konsisten Beribadah Meski Aktivitas Padat
Sabtu, 14 Maret 2026 - 10:32 WIB
loading...
Menjaga konsistensi ibadah selama bulan suci Ramadan sering kali menjadi tantangan bagi banyak orang. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Menjaga konsistensi ibadah selama bulan suci Ramadan sering kali menjadi tantangan bagi banyak orang. Kesibukan pekerjaan, urusan keluarga hingga berbagai kegiatan sosial kerap membuat waktu terasa terbatas.
Namun, bagi artis sekaligus pengusaha Ade Fitrie Kirana, Ramadan justru menjadi momentum untuk memperbaiki ritme kehidupan sekaligus memperdalam kedekatan spiritual.
Perempuan yang juga dikenal aktif sebagai pegiat sosial dalam isu perempuan dan anak itu mengaku bahwa konsistensi ibadah tidak datang dengan sendirinya. Diperlukan kesadaran serta komitmen agar kegiatan spiritual tetap menjadi bagian dari rutinitas harian.
Di tengah berbagai aktivitasnya yang padat, Ade berusaha membangun kebiasaan sederhana agar ibadah tetap menjadi bagian penting dari kesehariannya. Dia mengaku selalu berusaha memulai hari Ramadan dengan suasana yang tenang sejak waktu sahur.
Baginya, momen sahur bukan sekadar waktu makan sebelum berpuasa, tetapi juga kesempatan untuk menyiapkan hati sebelum menjalani aktivitas sepanjang hari. “Sahur adalah waktu yang sangat pribadi. Di saat suasana masih hening, kita bisa lebih fokus berdoa dan menata niat sebelum memulai hari,” kata Ade.
Dalam menjalani rutinitas yang padat, ia juga berusaha menyelipkan waktu-waktu kecil untuk beribadah.
Menurutnya, konsistensi tidak selalu harus diwujudkan melalui amalan besar, melainkan melalui kebiasaan yang dijaga secara perlahan namun berkelanjutan.
Ade percaya bahwa kualitas ibadah sangat ditentukan oleh kehadiran hati. Oleh karena itu, ia berusaha menjaga agar setiap ibadah yang dilakukan tetap memiliki makna, meski dilakukan di sela-sela kesibukan.
“Sering kali kita menunggu waktu yang benar-benar longgar untuk beribadah, padahal kenyataannya waktu seperti itu jarang datang. Justru kita perlu belajar menghadirkan ibadah di tengah aktivitas,” tuturnya.
Selain itu, Ade juga menjadikan kebersamaan dengan keluarga sebagai bagian dari perjalanan spiritualnya selama Ramadan. Momen berbuka puasa bersama, berbincang santai setelah salat, hingga saling mengingatkan untuk beribadah menjadi cara sederhana untuk menjaga semangat Ramadan tetap hidup di rumah.
Baginya, ibadah bukan hanya tentang hubungan personal dengan Tuhan, tetapi juga tentang bagaimana nilai-nilai spiritual tercermin dalam hubungan dengan orang-orang terdekat.
“Ramadan selalu mengingatkan saya bahwa ketenangan itu datang ketika kita bisa menyeimbangkan kehidupan dunia dan spiritualitas. Kesibukan boleh saja padat, tetapi hati tetap perlu ruang untuk kembali tenang,” tuturnya.
Melalui pengalaman tersebut, Ade berharap semakin banyak keluarga yang dapat memaknai Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki kualitas diri dan hubungan dengan sesama.
Menurutnya, menjaga konsistensi ibadah tidak harus dimulai dengan target yang besar. Justru langkah-langkah kecil yang dijaga dengan ketulusan sering kali menjadi fondasi spiritual yang paling kuat.
“Yang terpenting adalah menjaga niat dan konsistensi. Ketika kita berusaha mendekatkan diri sedikit demi sedikit setiap hari, Ramadan akan terasa jauh lebih bermakna,” ucap Ade.
Namun, bagi artis sekaligus pengusaha Ade Fitrie Kirana, Ramadan justru menjadi momentum untuk memperbaiki ritme kehidupan sekaligus memperdalam kedekatan spiritual.
Perempuan yang juga dikenal aktif sebagai pegiat sosial dalam isu perempuan dan anak itu mengaku bahwa konsistensi ibadah tidak datang dengan sendirinya. Diperlukan kesadaran serta komitmen agar kegiatan spiritual tetap menjadi bagian dari rutinitas harian.
Di tengah berbagai aktivitasnya yang padat, Ade berusaha membangun kebiasaan sederhana agar ibadah tetap menjadi bagian penting dari kesehariannya. Dia mengaku selalu berusaha memulai hari Ramadan dengan suasana yang tenang sejak waktu sahur.
Baginya, momen sahur bukan sekadar waktu makan sebelum berpuasa, tetapi juga kesempatan untuk menyiapkan hati sebelum menjalani aktivitas sepanjang hari. “Sahur adalah waktu yang sangat pribadi. Di saat suasana masih hening, kita bisa lebih fokus berdoa dan menata niat sebelum memulai hari,” kata Ade.
Dalam menjalani rutinitas yang padat, ia juga berusaha menyelipkan waktu-waktu kecil untuk beribadah.
Menurutnya, konsistensi tidak selalu harus diwujudkan melalui amalan besar, melainkan melalui kebiasaan yang dijaga secara perlahan namun berkelanjutan.
Ade percaya bahwa kualitas ibadah sangat ditentukan oleh kehadiran hati. Oleh karena itu, ia berusaha menjaga agar setiap ibadah yang dilakukan tetap memiliki makna, meski dilakukan di sela-sela kesibukan.
“Sering kali kita menunggu waktu yang benar-benar longgar untuk beribadah, padahal kenyataannya waktu seperti itu jarang datang. Justru kita perlu belajar menghadirkan ibadah di tengah aktivitas,” tuturnya.
Selain itu, Ade juga menjadikan kebersamaan dengan keluarga sebagai bagian dari perjalanan spiritualnya selama Ramadan. Momen berbuka puasa bersama, berbincang santai setelah salat, hingga saling mengingatkan untuk beribadah menjadi cara sederhana untuk menjaga semangat Ramadan tetap hidup di rumah.
Baginya, ibadah bukan hanya tentang hubungan personal dengan Tuhan, tetapi juga tentang bagaimana nilai-nilai spiritual tercermin dalam hubungan dengan orang-orang terdekat.
“Ramadan selalu mengingatkan saya bahwa ketenangan itu datang ketika kita bisa menyeimbangkan kehidupan dunia dan spiritualitas. Kesibukan boleh saja padat, tetapi hati tetap perlu ruang untuk kembali tenang,” tuturnya.
Melalui pengalaman tersebut, Ade berharap semakin banyak keluarga yang dapat memaknai Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki kualitas diri dan hubungan dengan sesama.
Menurutnya, menjaga konsistensi ibadah tidak harus dimulai dengan target yang besar. Justru langkah-langkah kecil yang dijaga dengan ketulusan sering kali menjadi fondasi spiritual yang paling kuat.
“Yang terpenting adalah menjaga niat dan konsistensi. Ketika kita berusaha mendekatkan diri sedikit demi sedikit setiap hari, Ramadan akan terasa jauh lebih bermakna,” ucap Ade.
(dra)
Lihat Juga :