Dari Nuanu, Perempuan Seniman Menenun Masa Depan Ekosistem Seni di Bali
Minggu, 15 Maret 2026 - 09:40 WIB
loading...
A
A
A
Karya Tideglow dan Midnight Bloom menjadi bagian penting pameran tersebut. Komposisi visual menampilkan motif bunga yang sarat makna simbolik. Anggrek dan lili digambarkan sebagai simbol ketahanan perempuan. Representasi bunga tidak lagi sekadar ornamen estetis. Sebaliknya, bunga menjadi simbol kekuatan dan individualitas perempuan. “Masalahnya bukan kapasitas perempuan, melainkan akses kesempatan,” ujar Wicitra Pradnyaratih.
Seniman multidisipliner Sarita Ibnoe menghadirkan pendekatan artistik berbeda. Praktiknya berakar pada tekstil serta teknik tenun tradisional. Karyanya berkembang menjadi instalasi, performans, serta proyek partisipatori. Bagi Sarita, proses menenun menjadi cara merangkai pengalaman hidup. Dalam pameran ini, ia menampilkan karya Resistance dan Unaccustomed. Karya tersebut merefleksikan perjalanan personal sekaligus respons sosial.
Gallery Manager Labyrinth Art Gallery, Samuel David, menilai dialog kreatif sangat penting. Ia menyebut galeri bukan sekadar tempat memamerkan karya. “Galeri juga ruang membangun percakapan lintas perspektif,” ujarnya. Melalui platform tersebut, seniman dari berbagai latar belakang dapat terhubung. Perspektif perempuan menjadi bagian penting percakapan kreatif tersebut. Pada akhirnya, Nuanu Creative City Bali memperkuat masa depan ekosistem seni di Bali.
Seniman multidisipliner Sarita Ibnoe menghadirkan pendekatan artistik berbeda. Praktiknya berakar pada tekstil serta teknik tenun tradisional. Karyanya berkembang menjadi instalasi, performans, serta proyek partisipatori. Bagi Sarita, proses menenun menjadi cara merangkai pengalaman hidup. Dalam pameran ini, ia menampilkan karya Resistance dan Unaccustomed. Karya tersebut merefleksikan perjalanan personal sekaligus respons sosial.
Gallery Manager Labyrinth Art Gallery, Samuel David, menilai dialog kreatif sangat penting. Ia menyebut galeri bukan sekadar tempat memamerkan karya. “Galeri juga ruang membangun percakapan lintas perspektif,” ujarnya. Melalui platform tersebut, seniman dari berbagai latar belakang dapat terhubung. Perspektif perempuan menjadi bagian penting percakapan kreatif tersebut. Pada akhirnya, Nuanu Creative City Bali memperkuat masa depan ekosistem seni di Bali.
(wur)
Lihat Juga :