Liburan ke China Makin Mudah, Vietjet Hadirkan 5 Rute Baru
Jum'at, 17 April 2026 - 18:52 WIB
loading...
Maskapai asal Vietnam, Vietjet, memperluas jangkauan internasional dengan membuka lima rute penerbangan baru yang menghubungkan Vietnam dan China. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Maskapai asal Vietnam, Vietjet, memperluas jangkauan internasional dengan membuka lima rute penerbangan baru yang menghubungkan Vietnam dan China. Langkah ini sekaligus dibarengi dengan penguatan kerja sama strategis di bidang pembiayaan pesawat serta pengembangan industri aviasi.
Pengumuman tersebut disampaikan dalam momentum kunjungan kenegaraan Presiden Vietnam To Lam ke China atas undangan Presiden Xi Jinping. Momen ini menjadi penanda semakin eratnya hubungan bilateral kedua negara, termasuk di sektor penerbangan, keuangan, dan industri.
Pwngumuman tersebut sekaligus menandatangani dua perjanjian strategis besar dengan SPDB Financial Leasing untuk pembiayaan 10 pesawat COMAC C909, serta dengan AVIC Cabin Systems untuk pengembangan interior pesawat dan industri pendukung aviasi.
Inisiatif ini menjadi langkah penting dalam memperluas jaringan Vietjet, memperkuat kapabilitas armada dan pembiayaan, serta mendorong kerja sama teknologi penerbangan antara Vietnam dan China, sekaligus meningkatkan konektivitas kawasan Asia-Pasifik.
Pengumuman ini disampaikan dalam rangka kunjungan kenegaraan Sekretaris Jenderal dan Presiden Vietnam, To Lam, ke China atas undangan Sekretaris Jenderal dan Presiden China, Xi Jinping, yang menegaskan semakin eratnya hubungan bilateral serta kolaborasi lintas sektor, termasuk aviasi, keuangan, dan industri.
Lima rute baru tersebut, yakni Hanoi–Hangzhou, Hanoi–Enshi, Hanoi–Huangshan, Ho Chi Minh City–Guilin, serta Ho Chi Minh City–Huangshan. Rute Hanoi–Enshi dan Ho Chi Minh City–Guilin dan beroperasi sejak awal April 2026.
Selama lebih dari satu dekade, Vietjet telah mengoperasikan 131 rute antara Vietnam dan China, dengan hampir 70.000 penerbangan dan melayani sekitar 14,5 juta penumpang, serta menghubungkan 55 kota di China dengan destinasi utama di Vietnam.
Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan, Vietjet menandatangani perjanjian dengan SPDB Financial Leasing (SPDBFL), anak perusahaan dari Shanghai Pudong Development Bank, untuk pembiayaan pesawat melalui skema operating lease hingga 10 unit COMAC C909.
Kerja sama ini menjadi landasan bagi pengoperasian pesawat COMAC pada rute antara Vietnam dan China, sekaligus memungkinkan Vietjet memperluas dan memodernisasi armadanya melalui skema pembiayaan yang lebih beragam. Selain meningkatkan efisiensi operasional, langkah ini juga memperkuat akses terhadap pasar modal internasional. Penambahan kapasitas ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan permintaan perjalanan di jaringan internasional Vietjet, termasuk di kawasan Asia Tenggara.
Sejalan dengan ekspansi jaringan dan armada, Vietjet juga menjalin kerja sama komprehensif dengan AVIC Cabin Systems untuk pengembangan interior pesawat dan penguatan industri pendukung aviasi. Kolaborasi ini mencakup kerja sama dengan Jiatai untuk mendorong lokalisasi rantai pasok serta transfer teknologi.
Inisiatif ini mencerminkan tren kolaborasi yang semakin erat antara maskapai, institusi keuangan, dan pelaku industri, yang berkontribusi pada penguatan rantai nilai regional serta mendukung pertumbuhan berkelanjutan di ekosistem aviasi Asia-Pasifik.
Dalam kesempatan tersebut, COMAC University juga menganugerahkan gelar Distinguished Professor kepada Chairwoman Vietjet, Nguyen Thi Phuong Thao, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam pengembangan riset dan teknologi penerbangan, serta perannya dalam mendorong kerja sama internasional.
“Kolaborasi antara Vietjet, Sovico, dan para mitra terkemuka di China membuka peluang pengembangan baru—tidak hanya bagi bisnis, tetapi juga bagi ekosistem ekonomi kedua negara secara luas. Di tengah dinamika global yang terus berubah, kemitraan yang dibangun atas dasar kepercayaan, visi jangka panjang, dan nilai bersama akan menjadi fondasi bagi pertumbuhan berkelanjutan," kata Chairwoman Vietjet Nguyen Thi Phuong Thao.
Dengan ekspansi jaringan yang berkelanjutan serta penguatan kemitraan di bidang pembiayaan, teknologi, dan industri, Vietjet semakin mempertegas posisinya sebagai penghubung utama di kawasan—menghadirkan pilihan perjalanan yang lebih mudah, fleksibel, dan terjangkau bagi masyarakat, termasuk dari Indonesia.
Pengumuman tersebut disampaikan dalam momentum kunjungan kenegaraan Presiden Vietnam To Lam ke China atas undangan Presiden Xi Jinping. Momen ini menjadi penanda semakin eratnya hubungan bilateral kedua negara, termasuk di sektor penerbangan, keuangan, dan industri.
Pwngumuman tersebut sekaligus menandatangani dua perjanjian strategis besar dengan SPDB Financial Leasing untuk pembiayaan 10 pesawat COMAC C909, serta dengan AVIC Cabin Systems untuk pengembangan interior pesawat dan industri pendukung aviasi.
Inisiatif ini menjadi langkah penting dalam memperluas jaringan Vietjet, memperkuat kapabilitas armada dan pembiayaan, serta mendorong kerja sama teknologi penerbangan antara Vietnam dan China, sekaligus meningkatkan konektivitas kawasan Asia-Pasifik.
Pengumuman ini disampaikan dalam rangka kunjungan kenegaraan Sekretaris Jenderal dan Presiden Vietnam, To Lam, ke China atas undangan Sekretaris Jenderal dan Presiden China, Xi Jinping, yang menegaskan semakin eratnya hubungan bilateral serta kolaborasi lintas sektor, termasuk aviasi, keuangan, dan industri.
Lima rute baru tersebut, yakni Hanoi–Hangzhou, Hanoi–Enshi, Hanoi–Huangshan, Ho Chi Minh City–Guilin, serta Ho Chi Minh City–Huangshan. Rute Hanoi–Enshi dan Ho Chi Minh City–Guilin dan beroperasi sejak awal April 2026.
Selama lebih dari satu dekade, Vietjet telah mengoperasikan 131 rute antara Vietnam dan China, dengan hampir 70.000 penerbangan dan melayani sekitar 14,5 juta penumpang, serta menghubungkan 55 kota di China dengan destinasi utama di Vietnam.
Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan, Vietjet menandatangani perjanjian dengan SPDB Financial Leasing (SPDBFL), anak perusahaan dari Shanghai Pudong Development Bank, untuk pembiayaan pesawat melalui skema operating lease hingga 10 unit COMAC C909.
Kerja sama ini menjadi landasan bagi pengoperasian pesawat COMAC pada rute antara Vietnam dan China, sekaligus memungkinkan Vietjet memperluas dan memodernisasi armadanya melalui skema pembiayaan yang lebih beragam. Selain meningkatkan efisiensi operasional, langkah ini juga memperkuat akses terhadap pasar modal internasional. Penambahan kapasitas ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan permintaan perjalanan di jaringan internasional Vietjet, termasuk di kawasan Asia Tenggara.
Sejalan dengan ekspansi jaringan dan armada, Vietjet juga menjalin kerja sama komprehensif dengan AVIC Cabin Systems untuk pengembangan interior pesawat dan penguatan industri pendukung aviasi. Kolaborasi ini mencakup kerja sama dengan Jiatai untuk mendorong lokalisasi rantai pasok serta transfer teknologi.
Inisiatif ini mencerminkan tren kolaborasi yang semakin erat antara maskapai, institusi keuangan, dan pelaku industri, yang berkontribusi pada penguatan rantai nilai regional serta mendukung pertumbuhan berkelanjutan di ekosistem aviasi Asia-Pasifik.
Dalam kesempatan tersebut, COMAC University juga menganugerahkan gelar Distinguished Professor kepada Chairwoman Vietjet, Nguyen Thi Phuong Thao, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam pengembangan riset dan teknologi penerbangan, serta perannya dalam mendorong kerja sama internasional.
“Kolaborasi antara Vietjet, Sovico, dan para mitra terkemuka di China membuka peluang pengembangan baru—tidak hanya bagi bisnis, tetapi juga bagi ekosistem ekonomi kedua negara secara luas. Di tengah dinamika global yang terus berubah, kemitraan yang dibangun atas dasar kepercayaan, visi jangka panjang, dan nilai bersama akan menjadi fondasi bagi pertumbuhan berkelanjutan," kata Chairwoman Vietjet Nguyen Thi Phuong Thao.
Dengan ekspansi jaringan yang berkelanjutan serta penguatan kemitraan di bidang pembiayaan, teknologi, dan industri, Vietjet semakin mempertegas posisinya sebagai penghubung utama di kawasan—menghadirkan pilihan perjalanan yang lebih mudah, fleksibel, dan terjangkau bagi masyarakat, termasuk dari Indonesia.
(dra)
Lihat Juga :