Riset Klinis Masih Tertinggal, Kolaborasi Global Diperkuat untuk Akses Terapi Inovatif
Minggu, 19 April 2026 - 11:52 WIB
loading...
A
A
A
Suhail Ali juga melihat peluang besar dari kolaborasi ini. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan riset klinis yang belum dimanfaatkan secara optimal.
"Dengan keunggulan klinis Siloam, infrastruktur yang terus berkembang, serta reputasi profesional yang kuat, kami yakin kolaborasi ini akan mempercepat pengembangan terapi transformatif dan meningkatkan akses masyarakat terhadap penelitian berkualitas tinggi," jelas Suhail.
Ke depan, ICON akan memprioritaskan Siloam dalam proses pemilihan lokasi studi untuk berbagai proyek uji klinis global. Kedua pihak juga akan bekerja sama dalam mempercepat tahap awal penelitian, memastikan kepatuhan regulasi, serta meningkatkan kualitas data melalui pemanfaatan teknologi.
Meskipun jumlah uji klinis di Indonesia mulai meningkat—tercatat 66 studi sepanjang 2024—langkah percepatan masih dibutuhkan. Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka akses lebih luas terhadap inovasi medis sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat riset klinis di tingkat regional.
"Dengan keunggulan klinis Siloam, infrastruktur yang terus berkembang, serta reputasi profesional yang kuat, kami yakin kolaborasi ini akan mempercepat pengembangan terapi transformatif dan meningkatkan akses masyarakat terhadap penelitian berkualitas tinggi," jelas Suhail.
Ke depan, ICON akan memprioritaskan Siloam dalam proses pemilihan lokasi studi untuk berbagai proyek uji klinis global. Kedua pihak juga akan bekerja sama dalam mempercepat tahap awal penelitian, memastikan kepatuhan regulasi, serta meningkatkan kualitas data melalui pemanfaatan teknologi.
Meskipun jumlah uji klinis di Indonesia mulai meningkat—tercatat 66 studi sepanjang 2024—langkah percepatan masih dibutuhkan. Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka akses lebih luas terhadap inovasi medis sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat riset klinis di tingkat regional.
(dra)
Lihat Juga :