Imunodefisiensi Primer Masih Sulit Terdeteksi, IPIPS Ungkap Fakta dan Tantangan di Indonesia
Rabu, 22 April 2026 - 14:35 WIB
loading...
A
A
A
IPIPS menekankan bahwa penguatan sistem kesehatan menjadi kunci dalam menangani masalah ini. Beberapa aspek yang dinilai perlu ditingkatkan antara lain kapasitas laboratorium imunologi di berbagai daerah, penyesuaian mekanisme pembiayaan layanan kesehatan, serta perluasan akses terapi seperti imunoglobulin intravena (IVIG).
Dalam momentum World PI Week 2026, IPIPS mengajak pemerintah, tenaga medis, dan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan perhatian terhadap PID. Seruan ini sejalan dengan kampanye global “We Can’t Wait”, yang menekankan pentingnya percepatan diagnosis dan penanganan bagi pasien.
Sebagai organisasi nirlaba yang berdiri sejak 2016, IPIPS saat ini mendampingi puluhan pasien dan keluarga di Indonesia. Organisasi ini juga menjadi bagian dari jaringan internasional IPOPI yang menaungi komunitas pasien dari lebih dari 70 negara, serta aktif mendorong peningkatan akses layanan kesehatan bagi penderita PID di Tanah Air.
“Tidak terlihat bukan berarti tidak ada. Setiap tahun, ratusan anak lahir dengan kondisi ini — sebagian besar tanpa pernah mendapat diagnosis, tanpa akses pengobatan, dan tanpa tahu bahwa bantuan sebenarnya tersedia. Di balik setiap angka yang belum tercatat, ada pasien nyata dengan kebutuhan nyata. IPIPS berkomitmen untuk terus bekerja bersama pemerintah, tenaga medis, dan mitra industri agar setiap pasien PID di Indonesia mendapatkan kesempatan yang sama untuk hidup sehat dan bermartabat," papar Ketua IPIPS Adhi Nugraha Sugiharto.
Dalam momentum World PI Week 2026, IPIPS mengajak pemerintah, tenaga medis, dan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan perhatian terhadap PID. Seruan ini sejalan dengan kampanye global “We Can’t Wait”, yang menekankan pentingnya percepatan diagnosis dan penanganan bagi pasien.
Sebagai organisasi nirlaba yang berdiri sejak 2016, IPIPS saat ini mendampingi puluhan pasien dan keluarga di Indonesia. Organisasi ini juga menjadi bagian dari jaringan internasional IPOPI yang menaungi komunitas pasien dari lebih dari 70 negara, serta aktif mendorong peningkatan akses layanan kesehatan bagi penderita PID di Tanah Air.
“Tidak terlihat bukan berarti tidak ada. Setiap tahun, ratusan anak lahir dengan kondisi ini — sebagian besar tanpa pernah mendapat diagnosis, tanpa akses pengobatan, dan tanpa tahu bahwa bantuan sebenarnya tersedia. Di balik setiap angka yang belum tercatat, ada pasien nyata dengan kebutuhan nyata. IPIPS berkomitmen untuk terus bekerja bersama pemerintah, tenaga medis, dan mitra industri agar setiap pasien PID di Indonesia mendapatkan kesempatan yang sama untuk hidup sehat dan bermartabat," papar Ketua IPIPS Adhi Nugraha Sugiharto.
(dra)
Lihat Juga :