Bayer dan YKI Wadahi Masyarakat untuk Laporkan Efek Samping Obat
Minggu, 20 September 2020 - 13:11 WIB
loading...
Pasien sebaiknya memahami pengobatan yang dijalankan, berikut dengan efek samping yang bisa atau mungkin terjadi. Foto Ilustrasi/Getty Images/Thinkstock
A
A
A
JAKARTA - Bayer bersama Yayasan Kanker Indonesia (YKI) menghadirkan SafeTrack sebagai wadah bagi masyarakat untuk melakukan pelaporan efek samping dari obat-obatan yang mereka konsumsi. Platform ini dapat diakses secara online.
Pada momen peringatan Patient Safety Day 2020 belum lama ini, Bayer dan YKI menegaskan komitmen mereka untuk mendukung sekaligus melakukan upaya guna meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pelaporan efek samping obat. (Baca Juga: Studi: Pandemi COVID-19 Membuat Orang Kecanduan Internet )
Menurut Presiden Direktur Bayer Indonesia Angel Michael Evangelista, pihaknya sangat mendukung tercapainya keselamatan dan keamanan pasien. Bagi Bayer, kata dia, keselamatan serta keamanan pasien adalah kewajiban dan inti dari bisnis mereka.
"Kami berkomitmen untuk meningkatkan pengalaman pasien dalam penggunaan obat-obatan Bayer yang aman dan sesuai dengan kondisi pasien. Tim Pharmacovigilance Bayer bekerja keras untuk mendeteksi pola efek samping dari obat-obatan yang digunakan pasien. Salah satu langkah kunci dalam memastikan deteksi dini sinyal keselamatan tersebut adalah melalui pelaporan Kejadian Tidak Diinginkan (KTD). Untuk memberikan akses pelaporan efek samping obat Bayer, kami sediakan SafeTrack yang dapat diakses secara online," beber Michael dalam webinar bertajuk "Patient Safety Day 2020: Mari Pahami, Kelola Baik dan Laporkan Efek Samping Obat yang Digunakan" belum lama ini.
Terkait pentingnya pengetahuan masyarakat soal pelaporan efek samping obat, khususnya bagi pasien kanker, Ketua Umum YKI Prof. Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD, KHOM, FINASIM, FACP menyampaikan, demi keselamatan pasien, tenaga medis perlu berpegang pada prinsip "first, do not harm" atau melakukan segala langkah dengan mengutamakan keselamatan pasien.
Pada momen peringatan Patient Safety Day 2020 belum lama ini, Bayer dan YKI menegaskan komitmen mereka untuk mendukung sekaligus melakukan upaya guna meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pelaporan efek samping obat. (Baca Juga: Studi: Pandemi COVID-19 Membuat Orang Kecanduan Internet )
Menurut Presiden Direktur Bayer Indonesia Angel Michael Evangelista, pihaknya sangat mendukung tercapainya keselamatan dan keamanan pasien. Bagi Bayer, kata dia, keselamatan serta keamanan pasien adalah kewajiban dan inti dari bisnis mereka.
"Kami berkomitmen untuk meningkatkan pengalaman pasien dalam penggunaan obat-obatan Bayer yang aman dan sesuai dengan kondisi pasien. Tim Pharmacovigilance Bayer bekerja keras untuk mendeteksi pola efek samping dari obat-obatan yang digunakan pasien. Salah satu langkah kunci dalam memastikan deteksi dini sinyal keselamatan tersebut adalah melalui pelaporan Kejadian Tidak Diinginkan (KTD). Untuk memberikan akses pelaporan efek samping obat Bayer, kami sediakan SafeTrack yang dapat diakses secara online," beber Michael dalam webinar bertajuk "Patient Safety Day 2020: Mari Pahami, Kelola Baik dan Laporkan Efek Samping Obat yang Digunakan" belum lama ini.
Terkait pentingnya pengetahuan masyarakat soal pelaporan efek samping obat, khususnya bagi pasien kanker, Ketua Umum YKI Prof. Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD, KHOM, FINASIM, FACP menyampaikan, demi keselamatan pasien, tenaga medis perlu berpegang pada prinsip "first, do not harm" atau melakukan segala langkah dengan mengutamakan keselamatan pasien.
Lihat Juga :