Fakta Mengejutkan! Keluarga Miskin Lebih Banyak Beli Rokok daripada Lauk-Pauk
Senin, 01 Juni 2026 - 07:24 WIB
loading...
A
A
A
Padahal, lauk-pauk merupakan salah satu sumber protein hewani maupun nabati yang penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
“Rumah tangga miskin di Indonesia justru mengalokasikan untuk membeli rokok kisaran 10-11 persen dari total incomenya. Sementara untuk membeli lauk-pauk hanya 3,5 persen saja,” ujar Tulus.
Menurutnya, fenomena ini menjadi salah satu alasan mengapa masalah gizi termasuk stunting, masih menjadi tantangan di Indonesia. Ketika kebutuhan pangan bergizi kalah prioritas dibandingkan pembelian rokok, kualitas asupan keluarga berpotensi menurun.
Baca Juga : Bahaya Merokok setelah Makan, Ahli: Tubuh Sulit Menyerap Gizi
Ia menilai konsumsi rokok yang tinggi juga berisiko memperpanjang lingkaran masalah kesehatan dan kemiskinan dalam rumah tangga. Pasalnya, selain mengurangi alokasi belanja pangan, kebiasaan merokok juga berkaitan dengan meningkatnya risiko berbagai penyakit tidak menular.
“Rumah tangga miskin di Indonesia justru mengalokasikan untuk membeli rokok kisaran 10-11 persen dari total incomenya. Sementara untuk membeli lauk-pauk hanya 3,5 persen saja,” ujar Tulus.
Menurutnya, fenomena ini menjadi salah satu alasan mengapa masalah gizi termasuk stunting, masih menjadi tantangan di Indonesia. Ketika kebutuhan pangan bergizi kalah prioritas dibandingkan pembelian rokok, kualitas asupan keluarga berpotensi menurun.
Baca Juga : Bahaya Merokok setelah Makan, Ahli: Tubuh Sulit Menyerap Gizi
Ia menilai konsumsi rokok yang tinggi juga berisiko memperpanjang lingkaran masalah kesehatan dan kemiskinan dalam rumah tangga. Pasalnya, selain mengurangi alokasi belanja pangan, kebiasaan merokok juga berkaitan dengan meningkatnya risiko berbagai penyakit tidak menular.
Lihat Juga :