Sebelum Terlambat, Kenali Gejala Meningitis

Rabu, 06 Mei 2020 - 06:40 WIB
loading...
Sebelum Terlambat, Kenali...
Meningitis merupakan penyakit radang atau infeksi selaput otak yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Foto/Ist
A A A
SURABAYA - Penyakit meningitis sempat menggemparkan masyarakat akibat meninggalnya musisi tanah air Indonesia, Glenn Fredly. Kematian mendadak ini menimbulkan banyak pertanyaan serta kegelisahan masyarakat.

Dokter spesialis saraf sekaligus dosen Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (Ubaya) dr Valentinus Besin SpS berbagi informasi terkait penyakit meningitis, gejala yang muncul pada penderita, penanganan pasien hingga tips kesehatan yang perlu dijaga oleh masyarakat.

Valentinus mengungkapkan, meningitis merupakan penyakit radang atau infeksi selaput otak yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Penyakit ini terjadi karena adanya proses peradangan pada meningen yaitu lapisan pelindung yang menyelimuti otak dan saraf tulang belakang.

“Ada tiga gejala meningitis yang disebut trias dan penting untuk diperhatikan masyarakat yaitu nyeri kepala, panas, dan tanda rangsang meningeal atau selaput otak positif. Diagnosa bahwa seseorang menderita meningitis dari hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan dokter saraf. Jangan menerka sendiri, periksakan segera jika ada gejala panas dan sering nyeri kepala,” kata dia.

Dosen pengampu mata kuliah neurologi ini menjelaskan, meningitis jarang berdiri sendiri. Ada meningoensefalitis yang tidak hanya menyerang selaput otak. Namun, infeksi yang terjadi telah menyerang sampai ke otak sehingga penderita akan merasakan gejala tambahan seperti hilang kesadaran atau kejang. Jika seseorang memiliki keluhan gejala trias dan hilang kesadaran atau kejang maka penderita sudah masuk dalam meningoensefalistis.

Perlu diketahui ada banyak faktor lain yang dapat memengaruhi timbulnya penyakit meningitis sehingga membuat bakteri, virus, dan jamur masuk ke dalam tubuh. Salah satunya adalah sistem imun tubuh yang lemah. Jika daya tahan tubuh seseorang cukup bagus maka bakteri atau virus tidak akan mudah masuk untuk menyerang tubuh dan otak. Bakteri atau virus sulit masuk karena otak manusia telah memiliki sistem ketahanan tubuh sendiri yang disebut sawar darah otak atau blood-brain barrier.

Penyakit meningitis berpotensi terjadi pada semua golongan usia. Namun, penyakit ini umumnya lebih rentan menyerang anak-anak dan orang tua. Selain itu, seseorang yang menjalani kemoterapi karena mengidap kanker, penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV), memiliki riwayat kencing manis, atau dewasa muda yang menggunakan steroid untuk membesarkan otot bisa juga terkena meningitis.

“Hal tersebut bisa terjadi karena penderita tidak memiliki daya tahan tubuh yang bagus seperti orang sehat. Terlebih lagi jika meningitis ini disebabkan oleh bakteri. Penderita sinusitis, infeksi telinga dan infeksi daerah hidung dapat mengidap penyakit meningitis jika bakteri berhasil naik dan menyerang ke otak,” jelas dr Valentinus.

Menurut dia, infeksi bakteri, virus, atau jamur dapat menular jika seseorang kurang menjaga kebersihan dan melakukan kontak fisik. Namun, infeksi yang berada di otak akibat meningitis tidak dapat menular kepada sesama. Seperti situasi saat ini, masyarakat dunia diresahkan dengan COVID-19 yang dapat menyebarkan virus dengan cepat melalui kontak fisik.

“Meningitis yang disebabkan virus seperti COVID-19 atau bakteri seperti penyakit TBC pada paru, ada risiko menularkan virus dan bakterinya bukan infeksi otak. Biasanya terjadi ketika penderita tidak menjaga etika bersin atau batuk sehingga droplet dapat terkena orang lain yang sehat,” kata dr Valentinus.

Penyakit meningitis dapat disembuhkan tergantung dari kondisi pasien dan perkembangannya selama menjalani perawatan dengan dokter. Jadi bagi masyarakat yang merasa ada keluhan atau gejala sebaiknya segera pergi ke dokter. Dokter akan memeriksa terkait gejala yang dialami penderita.

Selanjutnya penderita akan menjalani pemeriksaan neurologis untuk mengetahui tanda rangsang selaput otak pasien negatif atau positif. Ditambah lagi dengan adanya Magnetic Resonance Imaging (MRI) kepala atau Computerized Tomography (CT) Scan dengan kontras.

“Penanganan yang penting untuk mengetahui penyebab infeksi yang diderita pasien meningitis karena bakteri, virus atau jamur adalah dengan cara mengambil cairan serebrospinal atau cairan dari sela-sela sum-sum tulang belakang. Jadi dari situ kita bisa membedakan penyakitnya karena infeksi apa dan mulai menjalani perawatan serta pemberian obat,” kata dia.

Ada beberapa tips dan pesan dari dr Valentinus Besin SpS kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan agar terhindar dari penyakit meningitis. Tips yang pertama untuk masyarakat di tengah pandemi COVID-19 karena virus ini dapat menyebabkan gangguan pada saraf di otak bukan hanya di paru-paru saja. Masyarakat dianjurkan mengikuti imbauan pemerintah untuk beraktivitas di rumah saja atau Work From Home (WFH), melakukan physical distancing, menjaga kebersihan, dan gunakan masker jika keluar rumah.

Sedangkan tips yang kedua adalah olahraga teratur agar daya tahan tubuh kuat dan sehat. Di samping itu, penting untuk anak muda agar menghindari penggunaan steroid karena mampu menurunkan sistem imun tubuh dan obat-obatan terlarang yang tidak baik bagi kesehatan serta mental.

“Jangan terjebak pergaulan bebas. Anak muda harus hati-hati karena HIV sering sekali terjadi. Jika anak-anak dan orang tua atau lansia memiliki keluhan panas serta nyeri kepala segera periksakan ke dokter saraf untuk mengetahui apakah itu penyakit meningitis atau bukan,” pungkas dia.
(nth)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengenal Penyakit Meningitis...
Mengenal Penyakit Meningitis yang Menyerang Bayi hingga Orang Dewasa, Perhatikan 7 Jenis Vaksin Ini
Hari Meningitis Sedunia,...
Hari Meningitis Sedunia, Penting untuk Tahu 5 Fakta Ini!
10 Penyakit yang Bisa...
10 Penyakit yang Bisa Membunuh dalam Waktu 24 Jam, Kenali Gejalanya
Profil dan Biodata Jeff...
Profil dan Biodata Jeff Beck, Gitaris Asal Inggris yang Tutup Usia Terkena Penyakit Meningitis
Ciri-ciri Penyakit Meningitis...
Ciri-ciri Penyakit Meningitis yang Tak Disadari, Kenali dan Waspada!
Indonesia Tengah Menunggu...
Indonesia Tengah Menunggu Klarifikasi Saudi Terkait Vaksin Meningitis
Vaksin Meningitis Jadi...
Vaksin Meningitis Jadi Syarat Jamaah Umrah, Wapres Beri Saran Begini
Kemenag: Arab Saudi...
Kemenag: Arab Saudi Masih Wajibkan Vaksin Meningitis bagi Jamaah Umrah
Rekomendasi
Data Jagokan Meksiko...
Data Jagokan Meksiko Menang Atas Afsel dengan 66,3 Persen
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
Berita Terkini
Nama Raffi Ahmad Terseret...
Nama Raffi Ahmad Terseret Kasus Bluray Cargo, Respons Nagita Slavina Jadi Sorotan
Disomasi Tessa Kaunang,...
Disomasi Tessa Kaunang, Sandy Tumiwa Bantah Cemarkan Nama Baik
Ruben Onsu Soroti Live...
Ruben Onsu Soroti Live TikTok Anak hingga Malam Hari, Hak Asuh Jadi Pertimbangan Serius
Kasus Hanania Travel,...
Kasus Hanania Travel, Aaliyah Massaid Akui Sedih Melihat Jemaah Umrah Gagal Berangkat
Dibully Sampai Hidupnya...
Dibully Sampai Hidupnya Hancur, Ini Balas Dendam Anna di Microdrama V+Short She Was Never Gone
Nakei Tampilkan Pendewasaan...
Nakei Tampilkan Pendewasaan Musik Lewat Single Kedua 'Setengah Hadir'
Infografis
7 Negara Tertua di Dunia,...
7 Negara Tertua di Dunia, Lahir sebelum Dunia Punya Peta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved