Keluarga Jadi Ujung Tombak Dalam Mencegah Penyebaran Covid-19
Sabtu, 10 Oktober 2020 - 10:15 WIB
loading...
A
A
A
“Ini yang perlu kita waspadai. Itu sebabnya kenapa kota lebih tinggi kasus positifnya karena rumahnya kecil dan jarak antara satu dan lainnya sulit dihindarkan,” papar Dwi Listyawardani. Jika salah satu anggota keluarga terinfeksi, ia pun harus melakukan karantina mandiri agar tidak menulari orang lain. (Baca juga: Erdogan konfirmasi telah kerahkan tentara Turki ke Qatar)
Hal ini sudah dialami oleh penyintas Covid-19 Made Rossalita Mirah Utami. Ia mengaku Covid-19 ini membuat dirinya terpaksa berpisah sementara dengan anaknya yang berusia 1,5 tahun saat melakoni isolasi mandiri. Pekerja swasta ini langsung mengungsikan anaknya ke kediaman orang tuanya agar tidak terpapar korona.
“Begitu reaktif hasil tesnya pertama kali, saya memisahkan diri dengan anak. Saya isolasi mandiri meski hasilnya belum keluar,” ungkap akuntan yang bekerja di anak usaha perusahaan BUMN ini. Kemudian wanita yang akrab disapa Lita ini, meminta sang suami untuk langsung menginformasikan ke pengurus RT dan RW setempat mengenai status dirinya sebagai orang tanpa gejala (OTG). Informasi tersebut oleh pengurus warga selanjutnya diteruskan ke puskesmas. (Lihat videonya: Preman Pengancam PNS Menggunakan Ular Diciduk Polisi)
Menurut Lita, para pasien Covid-19 ini berharap dukungan keluarga dekat dan lingkungan tempat tinggal untuk memompa semangat. Ia menilai saat ini para penyintas Covid-19 masih mendapat stigma negatif dari masyarakat. Inilah yang harus diluruskan. “Ini bukan aib. Tidak ada yang mau kena coronavirus (Covid-19). Tolong bagi orang yang belum terbuka, (bahwa) pasien positif Covid-19 itu masih bisa sembuh,” pungkas perempuan asal Bali ini. (Sri Noviarni)
Hal ini sudah dialami oleh penyintas Covid-19 Made Rossalita Mirah Utami. Ia mengaku Covid-19 ini membuat dirinya terpaksa berpisah sementara dengan anaknya yang berusia 1,5 tahun saat melakoni isolasi mandiri. Pekerja swasta ini langsung mengungsikan anaknya ke kediaman orang tuanya agar tidak terpapar korona.
“Begitu reaktif hasil tesnya pertama kali, saya memisahkan diri dengan anak. Saya isolasi mandiri meski hasilnya belum keluar,” ungkap akuntan yang bekerja di anak usaha perusahaan BUMN ini. Kemudian wanita yang akrab disapa Lita ini, meminta sang suami untuk langsung menginformasikan ke pengurus RT dan RW setempat mengenai status dirinya sebagai orang tanpa gejala (OTG). Informasi tersebut oleh pengurus warga selanjutnya diteruskan ke puskesmas. (Lihat videonya: Preman Pengancam PNS Menggunakan Ular Diciduk Polisi)
Menurut Lita, para pasien Covid-19 ini berharap dukungan keluarga dekat dan lingkungan tempat tinggal untuk memompa semangat. Ia menilai saat ini para penyintas Covid-19 masih mendapat stigma negatif dari masyarakat. Inilah yang harus diluruskan. “Ini bukan aib. Tidak ada yang mau kena coronavirus (Covid-19). Tolong bagi orang yang belum terbuka, (bahwa) pasien positif Covid-19 itu masih bisa sembuh,” pungkas perempuan asal Bali ini. (Sri Noviarni)
(ysw)
Lihat Juga :