Keluarga Jadi Ujung Tombak Dalam Mencegah Penyebaran Covid-19
Sabtu, 10 Oktober 2020 - 10:15 WIB
loading...
Penerapan protokol kesehatan di keluarga harus selalu ditegakkan. Mengingat keluarga adalah kunci dalam penanganan wabah virus ini. Foto/dok
A
A
A
JAKARTA - Penerapan protokol kesehatan di keluarga harus selalu ditegakkan. Mengingat keluarga adalah kunci dalam penanganan wabah virus ini.
Guna mempercepat tercapainya tujuan pemerintah dalam menekan angka penyebaran Covid-19 , keluarga menjadi tonggak utama suksesnya perubahan perilaku pada masyarakat. Namun yang menjadi masalah, belakangan keluarga justru menjadi salah satu klaster Covid-19 yang cukup besar jumlah korban dan juga penyebarannya. Karenanya, kepatuhan terhadap protokol pencegahan Covid-19 pada anggota keluarga harus dipegang teguh. (Baca: Muslimah, Ini Pentingnya Menyempurnakan Wudhu)
Jika salah satu anggota keluarga saja terinfeksi virus SARS-Cov-2, maka ia berpotensi menularkan kepada anggota keluarga yang lain maupun tetangga sekitar. Terlebih jika tinggal bersamaan dengan orang tua yang sudah lansia--mereka termasuk dalam kelompok yang rentan.
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr (HC) dr Hasto Wardoyo, Sp OG (K) mengatakan antisipasi penyebaran virus corona paling efektif dari level keluarga sebelum ke tingkat hulu. “Keluarga menjadi kunci dalam penanganan Covid-19,” katanya dalam acara talkshow di Media Center Satgas Covid-19 Graha BNPB Jakarta, dengan tema "Jaga Keluarga dengan 3 M".
Dr Hasto Wardoyo menegaskan keluarga menjadi klaster terakhir setelah semua kerumunan terlewati. Menurutnya, klaster keluarga sangat efektif dalam melakukan treatment pencegahan penularan virus. Sebab ketika keluarga dikuatkan, maka anak-anak dapat menerapkan protokol kesehatan. (Baca juga: Tangkap dan Aniaya Wartawan, Polisi Didesak Evaluasi Pola Pengamanan Unras)
Dengan begitu, kakek dan nenek yang memiliki comorbid atau penyakit penyerta tidak menjadi tertular. Tentunya setiap anggota keluarga harus melibatkan diri dalam mematuhi protokol kesehatan ini.
Hal ini ditekankan oleh Kepala Subbidang Sosialisasi Perubahan Perilaku Satgas Covid-19 Dr Ir Dwi Listyawardani MSC DipCom. Ia mengatakan, masing-masing anggota keluarga harus mengambil peran dan menjaga diri dalam memerangi Covid-19. Terutama bagi warga perkotaan yang sebagian besar tinggal di lingkungan padat penduduk dengan luas rumah terbatas.
Guna mempercepat tercapainya tujuan pemerintah dalam menekan angka penyebaran Covid-19 , keluarga menjadi tonggak utama suksesnya perubahan perilaku pada masyarakat. Namun yang menjadi masalah, belakangan keluarga justru menjadi salah satu klaster Covid-19 yang cukup besar jumlah korban dan juga penyebarannya. Karenanya, kepatuhan terhadap protokol pencegahan Covid-19 pada anggota keluarga harus dipegang teguh. (Baca: Muslimah, Ini Pentingnya Menyempurnakan Wudhu)
Jika salah satu anggota keluarga saja terinfeksi virus SARS-Cov-2, maka ia berpotensi menularkan kepada anggota keluarga yang lain maupun tetangga sekitar. Terlebih jika tinggal bersamaan dengan orang tua yang sudah lansia--mereka termasuk dalam kelompok yang rentan.
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr (HC) dr Hasto Wardoyo, Sp OG (K) mengatakan antisipasi penyebaran virus corona paling efektif dari level keluarga sebelum ke tingkat hulu. “Keluarga menjadi kunci dalam penanganan Covid-19,” katanya dalam acara talkshow di Media Center Satgas Covid-19 Graha BNPB Jakarta, dengan tema "Jaga Keluarga dengan 3 M".
Dr Hasto Wardoyo menegaskan keluarga menjadi klaster terakhir setelah semua kerumunan terlewati. Menurutnya, klaster keluarga sangat efektif dalam melakukan treatment pencegahan penularan virus. Sebab ketika keluarga dikuatkan, maka anak-anak dapat menerapkan protokol kesehatan. (Baca juga: Tangkap dan Aniaya Wartawan, Polisi Didesak Evaluasi Pola Pengamanan Unras)
Dengan begitu, kakek dan nenek yang memiliki comorbid atau penyakit penyerta tidak menjadi tertular. Tentunya setiap anggota keluarga harus melibatkan diri dalam mematuhi protokol kesehatan ini.
Hal ini ditekankan oleh Kepala Subbidang Sosialisasi Perubahan Perilaku Satgas Covid-19 Dr Ir Dwi Listyawardani MSC DipCom. Ia mengatakan, masing-masing anggota keluarga harus mengambil peran dan menjaga diri dalam memerangi Covid-19. Terutama bagi warga perkotaan yang sebagian besar tinggal di lingkungan padat penduduk dengan luas rumah terbatas.
Lihat Juga :